Para Penunggu

Para Penunggu
Eps 64 Persiapan penyambutan


__ADS_3

setelah pengobatan itu selesai om tigor di perintahkan oleh guru toni untuk mengumpulkan semua murid senior yang ada di pedepokan, mereka akan mengadakan suatu rapat atau pertemuan. semua perwakilan kelas baik itu dari kelas pendekar, tabib, dan pemanah semuanya di kumpulkan.


opik, nirwan dan tobi termasuk senior mereka di undang kepertemuan terbatas itu.


setelah malam tiba tepatnya di ruang aula mereka sudah berkumpul sesuai yang di perintahkan guru toni.


dalam pertemuan itu yang sudah hadir adalah om tigor, Dewi, sanip, opik, nirwan, dan adit.


mereka semua sudah siap hanya tinggal menunggu guru toni dan yuda saja.


setelah beberapa saat guru toni datang…


semua murid berdiri dan mengucapkan salam…


" Siap beri salam " teriak om tigor


" Asslamu'alaikum warrohmatullahi wabarrakatu " ucap semua murid murid


" Waalaikumsalam, silahkan semuanya untuk duduk " jawab guru toni


kemudian guru toni menjelaskan apa tujuanya mengumpulkan semua senior di aula…


" baikalah apa semua hadir? " tanya guru toni


" tidak guru, yuda dan tobi tidak hadir di pertemuan kali ini " ucap om tigor


" oke tidak apa-apa, sekarang saya akan memberikan himbauan kepada setiap senior dari semua kelas. kita harus bersiap menyambut kedatangan murid murid baru yang akan bergabung di padepokan kita ini. semuanya saya serahkan pada om tigor dia yang akan bertanggung jawab " ucap guru toni


" baik, siap guru " jawab om tigor


" bukan hanya itu, kita harus selalu waspada dengan kedatangan mereka. ingat musuh kita masih masih fi luarsana kita tidak akan tau dari mana mereka muncul.


kita harus tetap waspada dan membentuk tim khusus untuk mengamankan acara penyambutan kita, tapi aku yakin om tigor dapat di andalkan " ucap guru toni


sementara itu di sisi lain …


karna pihak sekolah indra memutuskan untuk merelokasi murid murid yang terkena imbas kerusakan dari pertempuran melawan organisasi pentagram, pemerintah setempat mengadakan ujian umum yang di selenggarakan untuk tingkat lanjutan ke sekolah menengah pertama.


ketika ujian selesai dan para siswa atau siswi dinyatakan lulus maka mereka di pastikan sudah menginjak jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


atas renungan saran dan masukan dari hasan harimau putih, dan motivasi yang di berikan oleh yuda dan guru guru toni akhirnya indra memutuskan untuk melanjutkan pendidikanya di Padepokan moro jaba.


karna padepokan moro jaba bukan sembarang padepokan, di sana terdapat sekolah umum seperti biasanya.


orangtua indra juga menyetujui keinginan dan rencana indra untuk menempuh pendidikan lanjutan di padepokan moro jaba. dia juga berjanji akan berusaha terus mencari petunjuk untuk menemukan keberada'an kakaknya yang hilang.


indra juga merasakan kesenangan karna dalam keluarganya akan hadir anggota baru, dalam beberapa bulan kedepan dia akan menjadi seorang kakak, dia akan memiliki adik.


Pagi itu…


hari senin menandakan akan segera di mulai ujian umum yang akan di selenggarakan oleh pihak sekolah.

__ADS_1


ayah Mengantarkan indra ke sekolah barunya, sekolah sementara yang di sarankan oleh pemerintah.


" ayah ayo antar aku sekarang nanti takut kesiangan " ucap indra


" tapikan nak, ujianya di mulai setengah jam lagi "


" tapi ayah, kita kan harus jalan "


" wah ternyata anak ayah semangat sekali yah " ucap ayah


" hati hati ya nak, jangan lupa isi soal ujian dengan teliti tidak perlu terburu buru, kerjakan saja apa yang bisa kamu kerjakan yah " ucap ibu


" iya ibu, baik indra pamit dulu aku janji bu akan meberikan nilai terbaik. ibu juga hati hati di rumah jangan kecapean kasian kan dede bayi nya hihihihi " ucap indra sambil tertawa


setelah sarapan selesai ayah mengantarkan indra ke sekolahnya, karna jarak sekolah sementaranya tidak terlalu jauh dalam waktu lima menit saja indra sudah sampai di sekolahnya.


saat indra turun dari motor indra melihat ada teman sekelasnya. lalu indra menghampirinya dan bertanya.


" hei intan kamu ternyata di ungsikan ke sini juga? aku kira di kota sebelah "


" iya, tadinya aku di ungsikan ke kota sebelah tapi kuota siswanya sudah terlalu penuh jadi di pimdahkan ke sini "


" yah baguslah yang penting kan kita bisa lulus, untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya "


" iya benar, ngomong ngomong keputusan kamu gimana? udah fix mau mondok di asrama? "


" aku bakal mondok aku udah yakin, kalo kamu gimana? " tanya indra


suara lonceng berbunyi, itu pertanda jika ujian sebentar lagi akan di mulai. indra dan siswa siswi lainya memasuki ruangan masing masing, mereka mengisi soal soal ujian dengan tenang.


setelah ujian selesai indra dan intan akan bertemu kembali di taman dekat sekolah.


indra menunggu intan di depan gerbang…


" hey, ayo indra kita pergi sekarang "


intan menarik tangan indra sambil berjalan…


" tunggu intan, memang kamu tau taman daerah sini? " tanya indra


sejenak intan berhenti …


" emmm, oh iya yah aku kan anak baru di kota ini tapu kamu tau kan indra?" tanys intan


" Sebenarnya ada sih kalo taman jauh dari sini, emmm tapi aku tau tempat yang bagus "


indra mengajak intan untuk pergi ke suatu tempat untuk membicarakan Sesuatu.…


setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di suatu tempat, tempat itu adalah situ atau danau, mereka duduk di ayunan yang tersedia.


" nah disini tempat yang bagus, dulu aku sering piknik di tempat ini bersama keluarga "

__ADS_1


" wahh indah banget, apa kita bisa berenang di danaunya tidak yah? " tanya intan


" ja jangan ada buaya "


" hmm bukanya buaya itu ada di sungai ya "


" emm di sini juga ada katanya. oh iya tadi gimana? setelah selesai ujian ini kamu mau lanjut SMP di mana " tanya indra


" soal itu, kayanya aku bakal balik lagi ke kampung mungkin. semua gak pasti itu tergantung mamah ku jika dia dapet pekerjaan di sini mungkin bakal cari yang deket sini sini aja " jawab intan


" iya apapun itu semoga sukses " ucap indra


" oh iya indra, waktu itu kamu nunjukin mahluk itu. kenapa kita bisa liat hal yang sama? sebenernya kamu punya sesuatu yah ? " tanya intan


" kamu itu punya mata yang spesial yang orang lain belum tentu punya "


setelah mereka puas mengobrol dan berbagi cerita mereka pulang ke rumah masing masing…


saat indra sampai di rumah, setelah makan dan mengganti baju dia membereskan barang barang yang akan dia bawa ke asrama.


indra memisahkan barang barang yang akan di bawa dan yang tidak akan di bawa, dia memasukan barang itu kedalam dus besar.


indra mengambil buku-buku penting yang belum selesa dia baca, saat itu tiba tiba ada sebuah bola kecil yang jatuh kelantai lalu masuk ke dalam kolong meja …


indra berusaha meraih bola itu, dengan tanganya tetapi agak sedikit sulit.…


setelah beberapa saat akhirnya indra bisa mengambil bola itu, saat dia melihat ke arah depan.


tiba-tiba …


wuaaa, dia kaget melihat sosok wanita yang mukanya rata dan kakek yang isi perutnya keluar mereka adalah jin yang sebelumnya pernah indra temui


" ka kalian mau apa kalian " tanya indra


" tenang indra kami bukan jin jahat wujud kami memang seperti ini, kami tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk merubah wujud " jawab wanita berwajah rata


indra sudah tidak takut lagi melihat jin yang ada di depanya, karna sekarang dia sudah tau bahwa sosok yang ada di depanya itu adalah penunggu di rumahnya.


indra bersyukur karna jin Penunggu yang ada di rumahnya tidak jahat, lalu setelah menampakan diri, tiba tiba dari dalam perut kakek kakek yang keluar isian perutnya muncul sebuah paku kecil, paku hitam.


kakek memberikan paku itu pada indra, setelah memberikan paku itu dia menghilang …


" hey, kakek apa ini ? waduh ini apa yah ? " tanya indra


" kamu harus menjaga benda itu, mungkin suatu hari akan berguna sebagai petunjuk mu indra " ucap kedua jin Penunggu itu kemudian menghilang


indra sudah memutuskan untuk melanjutkan pendidikanya di Padepokan atau asrama moro jaba, dia juga di berikan paku aneh oleh jin penunggu yang ada di rumahnya itu.


bagaimana kelanjutannya indra dan kawan kawan? ikuti Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu (Chapter 2)


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2