Para Penunggu

Para Penunggu
Eps 62 Pola segitiga


__ADS_3

ketiga jin pocong mengeluarkan kekuatan hembusan angin lagi kepada opik, sulit sekali baginya untuk menyerang balik karna kekuatan energi mereka yang sama yaitu angin.


bukan hanya sekedar bertahan opik juga mencoba mengamati pola serangan dari musuh, karna opik sebelumnya belum pernah menghadapi jin pocong.


saat kekuatan pocong yang mengeluarkan agin besar, opik terus bertahan dengan kuda kuda pertamanya untuk bertahan.


saat serangan selesai, opik berusaha menyerang balik meski hanya bisa mengeluarkan satu serangan saja.


" sabetan angin parang abu "


" srretttttt " suara sabetan dari senjata opik


dengan posisinya yang bertahan opik mencoba menyabetkan parangnya ke arah pocong, dari sabetan parang itu terbentuk sebuah angin yang dengan tekanan tinggi yang bisa merobek apapun seperti tajamnya senjata pusaka parang milik opik.


sayangnya serang dari opik meleset…


" srtttt ziutttt "


seranganya memang meleset akan tetapi dari seranganya itu telah mengenai kain pocong yang membentuk pola segitiga itu hingga membuat pola itu hancur.


dengan hancurnya pola segitiga itu, ketiga pocong tidak bisa menyerang opik dengan energi gabungan yang mengeluarkan angin.


" hahh polanya hancur, bagus ini kesempatan " ucap opik


setelah melihat polanya hancur opik berlari sekencang kencangnya ke arah tiga pocong itu, denga pusaka parang yang siap menebas ketiga jin pocong.


" arhkkk kamu akan membayar semua ini bocoh " ujar salah satu jin pocong itu


saat opik berlari ketiga pocong itu menyerang balik opik dengan mengeluarkan kekuatanya.


kali ini kain kain putih yang sangat besar dan banyak datang menerjang opik, akan tetapi opik tidak gentar sedikit pun dia terus berlari dan menyabet semua kain kain putih yang datang menyerangnya.


" srettt srett "


semakin dekat opik dengan ketiga jin pocong itu semakin banyak dan semakin kuat serangan kain yang menerjangnya.


hingga pada akhirnya opik terjatuh karna kakinya terikat oleh kain itu. kemudian opik di gulung oleh kain kain itu hingga membentuk tumpukan bola kain yang sangat besar.


opik terperangkap dalam gulungan itu…


" rasakan itu bocah, jiwa mu tidak akan pernah bisa keluar lagi dari dimensi murni ini " ujar jin pocong


" uahh uhukk , aku tidak mengira kalau melawan jin pocong akan seribet ini, kalau tau begini tadi aku ajak saja sanip untuk membantu.


huuhhhh, kalau saja kain kain ini bisa sampai di dunia nyata bisa jadi juragan kain aku, " ucap opik dalam gulungan kain


" didalam sini gelap sekali padahal aku sedang di dalam kegelapan, aku harus mengeluarkan cahaya dari pusaka parang semoga berhasil " ucap opik


opik mencoba berkonsentrasi mengeluarkan kekuatanya agar senjata pusaka miliknya bisa bersinar dalam kegelapan. setelah beberapa saat mencoba akhirnya opik bisa mengeluarkan cahaya biru dari pusaka parang milinya.

__ADS_1


cahaya itu berasam dari gesekan energi angin yang membentuk sebuah petir petir kecil.


opik bisa melihat di sekelilingya sekarang …


" oh, tidak ini tidak baik jin pocong itu serius ingin mengalahkan aku di sini " ucap opik dalam hatinya


ketika opik melihat kesekelilingnya dia sangat terkejut, di dalam gumpalan kain itu di setiap sudut penuh dengan pisau pisau tajam yang siap melayang pada opik.


" aku harus tenang, apaboleh buat mereka sudah memojokan aku sampai begini "


" hahahahahah, matilah dan tinggal bersama kami di dalam dunia ini " ujar jin pocong


" zingggg zingggg srttttttzzz "


pisau pisau itu melayang dan menyerang yuda pada akhirnya.


" kuda kuda kedua, halilintar pusaran angin naga " ucap opik yang ngeluarlan kekuatanya.


opik bertahan dengan membentuk pusaran angin yang di kelilingi petir dalam pola anginya itu. satu persatu kain yang menutupi opik robek dan membuka kurungan kain kain jin pocong.


" apa sebenernya siapa kamu ini " ucap ketiga jin pocong


" sretttrtt zeuusssszz "


akhirnya opik bisa menyelamatkan diri dari kurungan kain raksasa itu.


kemudia opik melakukan serangan kilat setelah keluar dari dalam gumpalan kain yang menjebaknya. dia langsung menyerang ke titk lemah jin pocong dengan memebas ikat tali pocong yang ada di bagian kepala mereka.


" srtttt zinggggg zzzz "


" apa yang kamu lakukan bocahhhhh, Kuarang ajar kau yah akan aku adukan pada raja kamii " ujar jin pocong


setalah tali pocong mereka lepas, ketiga jin pocong itu berusaha melarikan diri dengan cara melompat lompat.


tapi karna tali pocong di kepalanya lepas jadi mereka tidak bisa melompat tinggi, kemudian opik mengamcam mereka.


" heiii, jika kalian kabur aku akan membawa potongan tali ini ke dunia nyata dan akan membakarnya hingga jadi abu. setelah itu kalian akan tersiksa dan meraskan panasnya api yang membakar kalian, lalu buffzzz kalian lenyap " ucap opik


" errrrkkk kamu tidak bisa mengancam kami bocah, silahkan lakukan itu kami akan tetap mengadu pada raja kami " ucap salah satu jin pocong itu, sambil terus meloncat menjauhi opik


tetapi dua dari jin pocong menghampiri opik, dan memohon agar tidak membawa atau membakae tali mereka.


" erkkk tuan kami mohon jangan bakar atau bawa tali itu ke dunia tuan, kami berdua janji akan memberitahukan siapa majikan kami. tapi kami mohon jangan hancurkan itu kami masih ingin hidup "


" bagus, pilihan yang tepat kalau begitu yang sisanya boleh aku bakar kan? " tanya opik


" ja jangannn tuan kasihan dia masih muda " ujar salah satu jin pocong


" masih muda? memang berapa usianya? " tanya opik

__ADS_1


" seratus empat puluh tahun tuan "


" hmmm kalau dia manusia seperti apa yah dia?, baiklah aku beri penawaran terakhir coba pangil teman pocong mu itu yang bersih kukuh ingin mengadukan aku pada rajanya.


dasar kaya anak kecil saja " ucap opik


" kita harus melaporkan semua ini pada majikan kita, setelah itu sama raja kita benar kan teman teman "


" teman teman? "


" kami disini menyerah saja bodoh, aku masih ingin hidup "


" errkk dasar lemah, apa boleh buat aku tidak mau sendirian "


akhirnya ketiga jin pocong itu takluk di hadapan opik dan akan segera memberitahukan padanya siapa yang telah memerintah mereka untuk berbuat jahat pada pemilik rumah makan kembang.


" baiklah katakan siapa yang memerintah kalian " tanya yuda


" maaf kami tidak bisa tuan " jawab jin pocong


" lah ini bagai mana jadinya? tadi kalian bilang akan memberitahukan siapa majiian kalian, tapi kenapa sekarang berubah lagi? owh jadi kalian ingin mati saja? baiklah kalau begitu aku akan segera kembali ke dunia ku " ucap opik


" tidak tuan tolong dengarkan kami terlebih dahulu "


" ya, apa cepat kalian ini membuat aku kesal cepat aku tidak punya banyak waktu " ucap opik


" kami tidak bisa mengatakan siapa majikan kami, tapi kami bisa mengatar tuan ke tempatnya nanti tuan sendiri yang akan tahu siapa dia " ucap jin pocong


" kenapa tidak bisa kalian sebutkan? " tanya opik


" tidak bisa itu melanggar perjanjian kami " jawab jin pocong


" baiklah aku maklumi, sekarang ayo kita pergi " ucap yuda


" tidak bisa tuan jaraknya cukup jauh, kembalikan dulu tali kami lalu kita bisa pergi "


" halah itu modus kalian lupakan aku tidak akan memberikanya sebelum tau siapa majikan kalian, tapi aku punya ide.


apa kalian bisa mengecil seukuran pulpen? " tanya opik


" iya tuan kami bisa "


" bagus lakukanlah, kemudian masuk kedalam saku baju depan ku " ucap opik


ketiga jin pocong itu memperkecil ukuran tubuhnya lalu masuk kedalam saku kemeja opik dan berjalan menuju tempat majikan ketiga jin pocong itu.


bagaimana kelanjutannya tetap ikuti Petualangan indra dan kawan kawan di Para penunggu


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2