Paradox

Paradox
Chapter 17 : William VS Steven


__ADS_3

"Hahaha. Kau memang manusia bodoh, terlalu mudah percaya!" Steven berdiri dari sofa sambil menertawakan kebodohan Agra.


Agra berbalik dan segera melangkah mundur. "A-Apa yang kau inginkan ?! Menjauh dariku! " Teriak Agra melihat steven berjalan mendekat.


"Kau sudah membuatku kehilangan ace yang berharga! Bukan hanya itu, sekarang Beta ku mengkhianatiku juga! Kau sudah memberiku lebih dari cukup alasan untukku menghancurkan tubuhmu! " Steven berteriak pada Agra yang kini menggigil ketakutan.


"W-William-" Agra berusaha untuk berteriak minta tolong pada William, namun ia sudah lebih dulu dibungkam oleh Steven yang mencengkeram lehernya dan mengangkatnya lalu menempelkannya ke dinding. Agra terbatuk-batuk dan berjuang melepaskan diri dari cengkraman steven, namun tidak berhasil. Cengkraman steven terlalu kuat untuk agra. Air mata perlahan mengalir di pipinya saat ia mencoba berteriak memanggil William lagi. "W-William..."


"Lepaskan dia!" Sebuah suara bergema di ruang tamu disusul tendangan berkecepatan tinggi terbang menuju Steven, membuatnya kehilangan cengkeramannya dari Agra untuk mempertahankan diri dengan kedua lengannya.


"William!? Apa yang kau lakukan di sini ?!" Steven menggeram.


"Aku akan menanyakan pertanyaan yang sama, steven." Steven membelokkan tendangan William, memantulkan William mundur beberapa meter.


William lalu menatap Agra yang terengah-engah dan batuk di lantai. "Agra, kau baik-baik saja?"


"Aku-aku baik-baik saja." Meskipun mengatakan bahwa dia baik-baik saja, Agra terus terengah-engah saat batuk.


"Nabilah memiliki teman seorang vampir!? Dia benar-benar sudah mempermalukan klan !! "teriak Steven.


"Biarkan aku mengoreksi satu hal padamu. Nabilah bukan temanku. Aku hanya melindungi kehidupan seorang pria yang tak bersalah. " Jawab William dengan tenang.


"Kau tidak bisa melindunginya selamanya, William!" teriak steven lagi.


"Jadi, sudah berapa lama sejak pertemuan terakhir kita? 1 tahun? 2 tahun? Aku rindu hari-hari ketika pantatmu ditendang tepat di depan wajahku. Menyedihkan. "kekeh William.


"Tch- Kali ini akan berbeda! Tidak ada Ace 'tercinta' mu yang akan menyelamatkanmu. ucap Steven menyeringai.


"Kita lihat saja kalau begitu." ucap William sambil bersiap-siap dengan posisi pertempurannya.


"Seorang vampir darah kerajaan .. Kau harusnya menjadi lawan yang tangguh untukku. Jadi aku tidak akan membuang-buang waktu dengan bermain-main. Akan langsung ku keluarkan semua!" William bersuara keras saat ia berubah menjadi bentuk lycan. Seperti yang sudah diketahui, dia memiliki bulu emas dengan mata merah menyala.


"Agra, lari!" Teriak William. Mendengar perintah William, Agra berdiri dan bergegas menuju pintu.

__ADS_1


"Tidak begitu cepat!" Steven berteriak menjulurkan tangannya meraih Agra, mencoba untuk menghentikannya. William segera terbang ke depan Steven dan memukul tangannya pergi, mencegah steven menggapai Agra lalu mendaratkan tendangan di wajahnya, membuat steven jatuh ke belakang. Tanpa membuang waktu, Agra segera keluar dari rumah. Tanpa ragu-ragu, William melompat menuju Steven dan berusaha memberinya tendangan lain, tetapi tidak berhasil, karena Steven berhasil mencengkeram kaki William dan membantingnya ke lantai. Stevens kemudian mencoba untuk mencabikkan cakarnya pada William, namun hanya mengenai lantai sebab William bereaksi cepat dengan jungkir balik ke belakang.


Steven melompat menerkam ke arah William dengan mengayunkan cakarnya terus menerus. William cukup cepat untuk membaca gerakan steven dan mampu menghindari setiap ayunan mematikan steven kemudian melompat ke belakang Steven dan mencoba memberinya tendangan ke bagian belakang kepalanya. Kali ini, Steven berhasil menghindari tendangan itu dan melompat ke belakang untuk menjaga jarak dari William.


"Kau lambat, Steven." ejek William.


"Kita akan lihat siapa yang lebih lambat!" Teriak Steven. William berlari cepat menuju Steven dan mencoba tendangan berkecepatan tinggi. Setelah mengamati gerakan William, Steven segera mengelak ke samping, membuat William kehilangan target lalu memberikan pukulan kuat yang mengirim William menabrak dinding. William tergeletak di lantai, saat mencoba berdiri, tiba-tiba Steven sudah berdiri depannya. Tanpa ampun Steven menginjak keras kepala William, membuatnya batuk darah.


"Kau lemah, William! Apa yang terjadi padamu !? Seharusnya kau bisa lebih baik daripada ini! Kecuali, kau seperti Nabilah. Jatuh pada manusia kotor! Mungkin aku harus melenyapkannya juga agar kau melawanku dengan serius! " ucap Steven menghina.


Mendengar pernyataan itu, William segera membalas dengan pukulan di kaki Steven, membuatnya tersandung mundur, kemudian mencoba tendangan berkecepatan tinggi lagi. Kali ini, ia berhasil mengenai Steven dan meninggalkan luka dalam yang cukup menyakitkan.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Orang-orang terdekatku! Aku akan melindungi mereka! " William berteriak keras sambil terengah-engah.


"Kau akan melindungi Pria nya Nabilah juga? Kau vampir! Seharusnya kau tidak peduli dengan masalah manusia serigala!" ujar Steven.


"Nabilah dan aku mungkin tidak akur, tapi kami sudah pernah bertarung bersama-sama sebelumnya! Jadi, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengusik kehidupan Nabilah! "


"Kau aib untuk bangsa vampir. William! Kau peduli dengan spesies lain dan manusia lemah! Sama seperti Ace kotor mu itu! " seru steven menghina lagi.


"Dia orang yang lemah, pikiran lemahnya membua-" Mengabaikan pernyataan William, Steven terus menghina, sebelum akhirnya dibungkam dengan tendangan kecepatan tinggi dari William yang mengirim Steven menabrak dinding.


"Lihat? Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya." William berkata dengan nada sarkastis.


Steven berdiri kemudian menggeram. "Itu lebih baik, William! Aku mulai bosan dengan pertarungan ini! " Steven langsung menerkam dan berusaha menendang, tapi William mampu mengelak dengan mudah dan berhasil mencengkeram kaki Steven kemudian melemparkannya ke dinding lain. Tanpa menunggu sejenak, William melompat menuju ke arah Steven, tapi Steven lebih cepat dan membalasnya dengan tendangan di perut William yang mengirimnya terbang ke meja di dekatnya dan menghancurkannya.


William berusaha untuk berdiri, namun rasa sakit dari kekuatan tendangan Alpha lycan sungguh tak tertahankan bahkan untuk vampir darah bangsawan sekalipun. Steven mengangkat William dengan mencengkeram wajahnya, sebelum membanting dan menjepitnya ke dinding. William menjerit kesakitan dan berjuang lepas dari tangan Steven yang mulai menghancurkan tengkoraknya sedikit demi sedikit.


"Ada apa, William? Kehabisan tenaga untuk membalas?" hina Steven, kemudian semakin memperketat cengkeramannya di wajah Steven, membuatnya berteriak lebih keras lagi. Tak mau kalah, William segera melancarkan tendangan lutut yang cukup kuat ke perut Steven, membuat genggamannya lepas dari wajah William dan memegang perutnya sendiri.


Steven kemudian mencibir. "Vampir kecil keras kepala, kau hah? Ini benar-benar terasa cukup menyakitkan. "


Sementara itu, William berusaha agar tidak kehilangan kesadaran, mengingat luka serius yang sudah ia terima. Ia berusaha menyeimbangkan diri dengan berpegangan pada meja. William kemudian berteriak sambil berlari menuju Steven untuk memberikan pukulan, tapi dengan mudah Steven berkelit menghindarinya.

__ADS_1


"Kau lambat, William!" Hina Steven lagi, lalu meraih kepala William dan membantingnya ke bawah pada lantai yang keras, membuatnya batuk darah lagi.


"Ayo, William! Kau melawan seperti anak kecil! Berikan aku tantangan! "


Disaat William mencoba kembali berdiri, Steven segera menginjak tubuh William dengan keras, membuatnya kembali jatuh ke bawah dan berteriak kesakitan. William bisa merasakan beberapa rusuknya patah.


Steven berjalan sedikit menjauh dari William. "Ayo, berdiri, William! Aku mulai bosan!"


William berusaha untuk mengangkat dirinya lagi, namun kembali diinjak ke bawah untuk kedua kalinya, berteriak kesakitan lagi. Steven kemudian mengangkat William dengan mencengkeram pada lehernya. "Lihatlah wajahmu! Begitu kacau!" hina Steven melihat wajah William yang berlumuran darah.


William tentu saja terbatuk batuk dan berjuang di udara dengan mengayunkan kakinya secara acak. Lidya membanting William ke lantai lagi, membuatnya batuk darah untuk kesekian kalinya. Kali ini, William mengumpulkan semua tenaga nya untuk memberikan tendangan ganda ke perut Steven, membuatnya mundur ke belakang dan menggeram kesakitan. Marah dan kesal, Steven segera mengangkat William lagi, tapi kali ini mencengkeram rambutnya.


"Kelelawar keras kepala. Kau tidak tahu saat untuk menye-" William lebih dulu membungkam Steven dengan pukulan ke matanya, membuatnya kehilangan pegangan pada rambut William. Steven menggeram kesakitan sambil menutupi matanya. William menggunakan kesempatan ini untuk memberikan rangkaian pukulan ke perut Steven sambil berteriak untuk mengumpulkan kekuatannya dan diakhiri dengan pukulan kuat dari lututnya ke arah perut Steven. Steven menggeram kesakitan, jatuh ke posisi berlutut dan meraih perutnya. "I-Itu menyakitkan, sialan!" Steven mengumpat marah.


William kemudian bermaksud mengakhiri pertarungan ini dengan tendangan berkecepatan tinggi menuju leher Steven, tapi segera diblok. Steven memukul William keras, mengirimnya terbang melintasi ruangan hingga menabrak dinding lagi. Steven kemudian berdiri dan mendesah "Sungguh mengagumkan, kau benar-benar berhasil melukaiku sampai sejauh ini. Aku harus memberitahumu, aku tidak menyangka akan seperti ini sama sekali. "


Steven berjalan mendekati William dan berusaha untuk menginjak tubuh William lagi. Kali ini, William berhasil menghindari injakkan Steven kemudian berguling di antara kaki nya, meraih ekornya dan membantingnya ke lantai. Steven segera membalas dengan tendangan yang mengirimkan William menabrak dinding lagi. "Kau sudah melewati batasmu, William! Kenapa kau tidak menyerah saja sekarang! Kau mulai membuatku kesal! "


Steven benar. Sudah sejak tadi, William sudah kehilangan kekuatan, bahkan hanya untuk berbicara. Dia sudah melewati batas nya. Luka dan kerusakan yang diterima oleh William sudah terlalu banyak bahkan untuk seorang vampir sekalipun. Sangat menggumkan ia masih tetap sadar. William bangkit dengan bantuan meja kemudian membuka mulutnya.


Marah, Steven segera melompat ke arah William dan meninju wajahnya, membuatnya mundur ke belakang dan jatuh lagi. Steven kemudian mencengkeram leher William dan mengangkatnya lagi. "Kenapa tidak kau katakan sekali lagi." ucap Steven menggeram.


Meskipun William sedang berjuang di udara, ia berhasil membuka mulutnya lagi. "A-aku b-bilang g-gorila ..."


Setelah mendengar pernyataan konyol itu sekali lagi, Steven membanting William ke lantai dengan keras. "Kau senang mengejek orang, hah? Kau harus tahu Aku paling benci orang memanggilku gorila!"


Steven kemudian berbalik meninggalkan William tergeletak di lantai untuk melanjutkan perburuannya pada Agra. Sebuah lengan tiba-tiba mencengkram baju Steven.


"Aku t-tidak a-akan m-membiarkan m-mu m-menyentuh A-Agra.." ucap William sambil berjuang untuk menyeimbangkan dirinya.


Terganggu dengan kegigihan William, tangan Steven mulai terkepal lalu diarahkan pukulan kuat ke perut William, membuatnya jatuh berlutut dan batuk darah.


"Kau sudah menyia-nyiakan banyak waktuku di sini, William. Tapi harus ku akui, kau benar-benar lawan yang tangguh. Setelah menyelesaikan kalimatnya, Steven memberi pukulan mematikan dengan lutut ke dagu William, membuatnya jatuh ke  belakang dan akhirnya tidak mampu lagi bergerak.

__ADS_1


"Maafkan aku, semuanya .. Aku gagal."


__ADS_2