
"Sekarang!"
Sonia dan Nabilah segera mengelak ke sisi berlainan. Sonia berhasil mencengkeram bahu Steven dan mendaratkan gigitan di bahu kanannya. Pada saat yang sama, tangan Nabilah mengepal erat, kemudian memberikan pukulan kuat ke perut Steven. Hal itu membuat luka yang dimiliki Steven semakin parah. Steven pun berteriak kesakitan. Steven lalu menyambar Sonia dan melemparkannya ke arah Nabilah. Steven langsung mencengkeram pundaknya sendiri guna menghentikan darahnya terus mengalir dari luka yang semakin besar, sementara tangan lainnya meraih perutnya dalam posisi berlutut. Setelah mendesah panjang dan keras, Steven akhirnya berhasil mengumpulkan kembali tenaga nya. Mengabaikan luka-lukanya, ia kembali berdiri tegak.
"Apa hanya itu semua yang bisa kalian lakukan ?! Ayo, berikan aku pertarungan sesungguhnya!!" Steven berteriak keras. Setelah melihat Nabilah dan Sonia berusaha untuk berdiri, Steven segera menerkam keduanya, memegang kedua kepala mereka dan membenamkannya ke tanah.
Steven mengangkat keduanya dengan mencengkeram wajah mereka seperti yang di lakukan pada William. Nabilah di kanan, sedangkan Sonia di kiri. Steven memperkuat cengkeramannya hingga keduanya menjerit kesakitan. Nabilah dan Sonia berusaha mati-matian untuk melepaskan diri dari cengkraman Steven, tapi tidak berhasil. Justru Steven kembali membanting keduanya ke tanah sebelum akhirnya melemparkan mereka ke arah pohon. Keduanya terbaring di tanah dan batuk darah.
"S-seberapa kuat d-dia sebenarnya?" gumam Sonia tampak sudah tidak berdaya.
"Ini lebih sulit dari yang ku pikir. Karena itu kita harus terus membidik titik-titik lemah nya. Terutama, luka di bahu kanannya. Kedua, pada perutnya. Hanya dengan menyerang dua tempat itulah satu-satunya cara kita agar bisa menyakitinya untuk saat ini. Setelah dia melemah, kita bisa menyerangnya di manapun kita mau. " balas Nabilah mengerang.
Keduanya berdiri bersamaan. Tiba-tiba Sonia berteriak, "Ayo lawan aku, Steven! Dasar kau binatang hina!!
Pernyataan Sonia mengejutkan Nabilah. Marah, Steven segera menerkam ke arah Sonia. Nabilah bersumpah, ia melihat senyum kecil di wajah Sonia. Sesuatu yang tampaknya salah. Sonia tidak berniat untuk menghindar sama sekali. Pada saat Steven mendaratkan pukulan pada Sonia, Sonia hanya meringis menahan sakit yang ia terima lalu memegang tangan Steven. Selanjutnya Steven melayangkan tinju lain ke arah dada Sonia. Dan sekali lagi, Sonia hanya menahan nyeri nya meski tetap harus batuk darah karenanya, tapi juga berhasil mencengkeram lengan Steven lainnya, membuat steven tidak bisa bergerak. "Nabilah! Sekarang !!
Setelah mendengar jeritan Sonia, Nabilah melompat menuju Steven dan memberikan pukulan kuat pada bahu kanannya, membuatnya menggeram kesakitan dan terhuyung mundur namun segera dihentikan oleh kuncian lengan Sonia. Nabilah kembali melompat ke bahu Steven dan mendaratkan gigitan kuat pada lukanya. Pada saat yang sama, Sonia melepas lengan Steven dari genggamannya dan memberikan serangkaian pukulan di perut Steven. Dengan gigitan Nabilah yang semakin mengerat di bahu Steven yang terluka dan Sonia menyerang perutnya pada saat yang sama, Steven mengerang kesakitan dan berusaha mati-matian untuk keluar dari situasi itu. Sonia mengakhirinya dengan tendangan di perut Steven, mengirimnya menabrak pohon sesaat setelah Nabilah melepaskan gigitannya.
Kali ini, Steven yang terengah-engah dan batuk darah, berusaha untuk kembali berdiri. Nabilah dan Sonia berjalan menuju Steven dan berdiri di depannya. Yang bisa Steven lakukan sekarang hanya menatap mereka tajam.
"Apa kau tahu kenapa kau kalah sekarang? Itu karena kau tidak memiliki rekan untuk membantumu. Hanya budak. Kau hanya memikirkan diri sendiri dan mengabaikan perasaan orang lain. Kau berpikir kau lah yang tertinggi dan terhebat. Kau berpikir hanya kau lah yang terkuat, tidak ada yang bisa mengalahkanmu! Kenapa kau tidak melihat wajah menyedihkannu sendiri sekarang. Kau tahu, aku dulu seperti itu juga. Tapi kini aku sadar, masih banyak 2diluar sana yang lebih kuat dariku. " Nabilah menyatakan dengan keras dan jelas. Sonia tersenyum pada Nabilah seolah-olah dia tahu siapa yang Nabilah bicarakan.
Sonia kemudian melanjutkan, "Kau telah menyalahgunakan kekuatanmu sebagai serigala Alpha, Steven. Menghajar kawan-kawan kita sendiri hanya untuk memuaskan nafsumu sendiri. Belum lagi menyiksa mereka ketika mereka gagal menjalankan misi mereka. Tak seorang pun di klan menyukai keputusanmu. Mereka mendengarkan perintahmu karena mereka takut padamu. Tidak lagi ... dengan ini kau dikeluarkan dari klan ini, Steven."
"Tidak! Tidak! Tunggu! Aku minta maaf! Tolong jangan mengusirku dari klan! Aku tidak pernah bermaksud melakukan hal-hal itu pada kawan-kawan kita sendiri!" Steven memohon sambil bersujud hingga dahi menyentuh tanah.
Sonia lalu tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Steven bermaksud membantunya berdiri "Berdiri dan kami akan mencoba membicarakan ini."
"Tunggu, Sonia!" Nabilah mencoba menghentikannya, tapi terlambat karena Steven lebih dulu meraih lengan Sonia kemudian mendaratkan gigitan mematikan di sana, membuat Sonia berteriak kesakitan. Nabilah segera membuka paksa rahang Steven dengan kekuatan penuh dan melepaskan Sonia dari cengkeramannya kemudian mendaratkan pukulan pada bahu kanannya, membuatnya kembali jatuh ke tanah. Sonia berubah kembali ke bentuk manusia karena luka besar di lengannya mengeluarkan banyak darah. Melihat itu, Jeje langsung berlari menuju Sonia, menariknya menjauh dan membalut lengannya dengan peralatan yang ada di tasnya.
"Kau kehilangan banyak darah. Cobalah untuk tidak banyak bergerak. " perintah Jeje pada Sonia yang masih terengah-engah.
Nabilah begitu emosi, ia memelototi Steven saat berjalan mendekatinya hingga akhirnya berdiri di depan Steven.
"Bangun, Steven." Nabilah berkata dengan tenang dan dijawab dengan erangan dari Steven.
"Aku BILANG BANGUN!" Kali ini, Nabilah berteriak sambil menginjak perut Steven dengan keras, membuatnya berteriak kesakitan.
Nabilah kemudian mengangkat Steven dengan mencengkeram lehernya dan berkata "Jadi, kau suka menggigit hah? aku mengerti." Sebelum akhirnya mendaratkan gigitan kuat pada bahu kanan Steven, membuatnya menjerit kesakitan lagi. Nabilah lalu melepaskan Steven dari cengkeramannya.
__ADS_1
"Coba gigit ini!" Nabilah meninju keras perut Steven membuatnya batuk darah.
"Dan ini!" Nabilah kemudian mendaratkan tendangan di perut Steven, yang mengirimnya terbang ke arah pohon. Saat ini, Steven sudah setengah sadar sambil menyeimbangkan dirinya pada pohon.
Nabilah kemudian menerkam Steven dengan kekuatan penuh. Tepat sebelum Nabilah bisa mencapai steven, Steven segera membalas dengan tendangan ke arah perut Nabilah, membuatnya terlempar jauh. Meskipun Steven sudah melemah, dampak dari tendangannya masih meninggalkan banyak kerusakan pada Nabilah, ia berbaring di tanah dan batuk darah. Steven kemudian menyeret dirinya ke arah Nabilah dan meninjunya terus menerus, membuat Nabilah menderita.
Melihat itu, Jeje mencoba meraih pistol nya berniat membantu Nabilah. Namun Sonia lebih dulu menghentikannya. Jeje melototi Sonia dan berkata, "Nabilah sekarat! Biarkan aku membantunya!"
Sonia menggeleng, "Kau tidak membantunya dengan melakukan itu. Ini adalah masalah kebanggaan dari manusia serigala. Apa lagi kebanggaan Nabilah. Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan harga dirinya seperti ini. Percayalah padanya. Seperti yang sedang aku lakukan sekarang. Aku percaya Nabilah akan menang pada akhirnya. " Jeje pun tidak bisa melakukan apapun selain percaya.
Pukulan kemarahan Steven seakan tak pernah berakhir pada Nabilah, meski Nabilah terus menjerit kesakitan dengan setiap pukulan yang diterima. Akhirnya, Nabilah berhasil menangkap kedua kepalan tangan Steven dan mendaratkan gigitan lain di bahu kanannya, membuatnya menyingkirkan diri dari Nabilah. Nabilah berdiri dan melayangkan tendangan kuat ke perut Steven, membuatnya terbang ke pohon. Tanpa menunggu sedetikpun, Nabilah berteriak keras dan menerkam Steven yang sedang menyeimbangkan diri pada pohon.
"Ini untuk semua teman-teman kami yang menderita di bawah kekuasaanmu!" Nabilah mendaratkan pukulan di wajah Steven. Lukanya yang sudah begitu parah, membuat Steven tidak bisa menahan ataupun membalas.
"Ini untuk mencoba memburu pacarku!" Nabilah meraih bahu steven dan menggigit bahu kanannya lagi, membuatnya menjerit kesakitan.
"Ini untuk Sonia!" Nabilah memberi pukulan lutut yang kuat pada perut Steven, membuatnya menekuk tubuhnya rapat dan batuk darah lagi.
"Dan ini untuk menyakiti kelelawar !!!" Nabilah berteriak sambil memberikan pukulan paling kuat dan juga dengan seluruh kekuatannya, membuat steven akhirnya tergeletak tak sadarkan diri di tanah. Jeje dan Sonia terkejut melihat Nabilah akhirnya menang.
"Nabilah, kau berhasil!" Jeje berteriak gembira. Nabilah kembali ke bentuk manusia dan berjalan tertatih menuju mereka berdua sambil memegangi tulang rusuknya yang terluka.
"N-Nabilah.. K-kau mengalahkan Steven.." Sonia berkata dengan mata terbuka lebar.
Nabilah tersenyum dengan pernyataan Sonia. "Ya, aku melakukannya. Tapi aku tidak bisa melakukannya tanpa kalian semua. "
"Ya, Nabilah, tapi kau yang memberinya pukulan terakhir ke Steven dan mengalahkannya! Kau Alpha baru! " Sonia mengatakannya dengan keras.
"Dia apa!?" Jeje terkejut dengan pernyataann Sonia yang tiba tiba.
"Hanya ada dua cara untuk menjadi serigala Alpha. Pertama adalah dengan dicalonkan oleh serigala Alpha langsung. Kedua adalah dengan menantang Alpha bertarung dan mengalahkannya dengan memberikan pukulan terakhir. " jelas Sonia.
"Aku menang karena aku mendapat bantuan dari orang lain." ucap Nabilah.
"Aturan tidak pernah mengatakan apa-apa tentang berapa banyak serigala yang boleh menantang bertarung pada saat yang sama. Hanya orang yang memberikan pukulan terakhir. Jadi, secara sah, kau serigala Alpha kami yang baru, Nabilah. " ucap Sonia.
"Yah, itu sesuatu yang bagus, kan?" Tanya Jeje.
"Ini tidak sesederhana seperti yang kau pikirkan. Tanggung jawab serigala Alpha sangat besar. Mulai hari ini dan seterusnya, Nabilah mungkin tidak bisa bertemu dengan kalian lagi." jelas Sonia.
__ADS_1
"Yah, aku yakin Nabilah akan menemukan cara untuk menolak tawaran ini." ucap Jeje.
"Jeje .. aku tidak bisa mengabaikan aturan manusia serigala. Aku harus mengambil posisi sebagai serigala Alpha. " ucap Nabilah yang cukup mengejutkan.
"Tapi, bagaimana dengan Agra?" Tanya Jeje.
Nabilah mengabaikan pertanyaan Jeje dan menatap Sonia. "Sonia, kau tahu bahwa perintah serigala Alpha adalah mutlak, bukan?"
"Ya." Jawab Sonia dengan anggukan.
"Sekarang sebagai serigala Alpha, aku punya tiga perintah untukmu, serigala Beta. Pertama, hentikan perburuan Agrata. Dan hapus aturan tentang manusia serigala yang tidak bisa tinggal bersama manusia, catat itu." Sonia mengangguk dengan pernyataan Nabilah.
"Kedua, bawa kembali team Omega. Perlakukan mereka dengan baik. Aku yakin mereka akan membuka lembaran baru. " Sonia mengangguk lagi.
"Sekarang untuk yang ketiga dan terakhir. Sonia! Sekarang aku akan mencalonkanmu sebagian serigala Alpha yang baru karena aku akan mundur efektif dari sekarang." ucap Nabilah.
Sonia begitu terkejut dengan perintah Nabilah. "Tapi, Nabilah!"
"Sonia! Perintah serigala Alpha adalah mutlak! Aku percaya kau akan bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dariku. "Nabilah menggeram keras.
"Tapi bagaimana jika Steven kembali?" Tanya Sonia.
"Maka itu tugasmu untuk mengatasi masalah ini sebagai serigala Alpha. Yah, aku siap membantu jika kau membutuhkannya. Apa kau menerima perintah ini, Sonia? ucap Nabilah sambil tersenyum.
Sonia kemudian menunduk hormat. "Ya. Aku menerima perintah ini, Nabilah."
"Nah, Aku akan melihatmu di lain waktu, Sonia. Dan jika kau tidak keberatan, tolong bersihkan kekacauan ini, ok?" Nabilah berkata sambil meninggalkan tempat kejadian bersama Jeje.
"Yah, sepertinya kau menolak posisi serigala Alpha." ucap Jeje.
"Tidak, tidak. Aku sudah menerima posisi itu." balas Nabilah.
"Benar .. Selama sekitar 10 menit. Jadi, kenapa kau memutuskan untuk menyerah? Ini bisa jadi kesempatan sekali seumur hidup untukmu. " Tanya Jeje.
"Buu.. Menjadi serigala Alpha itu membosankan. Meski singkat, bergaul dengan kalian ternyata lebih menyenangkan. Sekarang aku bahkan memiliki saingan untuk bermain bersama.' Nabilah menjawab dengan senyum.
Tepat saat itu, ponsel Jeje berdering. "Oh, ini Viera. Aku ingin tahu apa yang terjadi."
Mata Jeje melebar keget mendengar berita dari Viera.
__ADS_1
"Nabilah, kita harus pergi ke rumah sakit sekarang! Nyawa William dalam bahaya! Dia tidak bernapas!"