PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 10


__ADS_3

raia pulang sekitar pukul 18.20 sehabis maghrib. Raia sedang berada di ruangannya dan raia menghubungi rian untuk dijemput pulang.


*tuuttt* suara handphone raia menelfon rian


“Kok ga diangkat yaa.." ujar raia pada dirinya sendiri


"rian lagi ngapain sih emangnya” ujar raia kesal karena raia memang sudah sangat lelah


Selama hampir setengah jam raia menghubungi rian tetapi tidak diangkat. 


“aku pulangnya gimana nih. Udah malem juga. Oh naik taaksi online aja kali ya” ujar raia pada dirinya sendiri. saat raia ingin mengecek harga di aplikasi ada pesan masuk dari lising mobil.


“ehh ada pesan dari lising mobil” ujar raia terkejut


‘selamat siang mba raia. Saya pa dani lising mobil. Mau mengingatkan untuk pembayaran mobil bulan ini deaddline nya hari ini ya. Terima kasih sebelummya’ tulisan pesannya


Raia terkejut karena rian belum meembayar tagihan cicilan mobilnya


“Wah udah di tagih. Rian lupa atau gimana nih ya”


Raia lumayan bete karena hari itu dia sedang menstruasi dan tugasnya lagi banyak banyaknya. Setelah beberapa waktu lama menunggu rian, rian pun datang. 


Mobil rian memarkir di depan raia.


Tanpa basa basi raia langsung masuk ke mobil tanpa berbicara sedikitpun.


"Ai" kata rian dengan tanpa ekspresi


"Mmm" jawab ai tanpa melihat sedikitpun


"SELAMAT ULANG TAHUN RAIAAAAA!!!!" Teriak bahagia rian


"Maaf yaa raia hari ini aku telat jemput kamu. Soalnya aku beli ini tadi buat kamu" ujar rian sambil memberikan boneka panda yang lucu.


Raia masih terdiam tetapi tersenyum sedikit. Lalu menatap rian


"Yan kamu tau ga?" Tanya raia dengan tatapan datar


"Apa?" Tanya rian penasaram dengan wajah polos


"Hari ini hari apa?" Tanya raia lagi dengan tatapan datar


"Ulang tahun kamu kan?" jawab rian dengan wajah polos


"Iya... tapi ada yang lebih penting" ujar raia sambil berpaling ke depam


"Apa?" Tanya rian penasaran


"Hari ini hari terakhir bayar cicilan mobil kitaaa. Nih liat udah ditagih" ujar raia sambil menyodorkan chatannya dengan lising mobil.


Rian melihat isi pesan raia dan lising mobil yang membuatnya terkejut.


"Hah? Oh iya" ujar rian


"kaamu lupa ya?" raia tampak sangat dingin

__ADS_1


“Iya” ujar rian dengan polos


“Kamu punya aplikasi pembayarannya ga?” tanya raia kesal


“Punya” ujar rian polos


“Transfer aja lewat aplikasi. Tau kan nomor rekening lisingnya?” ujar raia memberi solusi


“Iya tau ko” “yaudah aku transferin ya


sekarang” jawab rian


“Ya” ujar raia


Rian membuka handphonennya dan mebayarnya lewat aplikasi di handphonenya.


Setelah selesai membayar rian segera menginjak gas dan bergegas menuju ke rumah.


Diperjalanan raia tidak banyak berbicara. ia hanya bermain handphonenya tanpa beebicara sedikit pun


Bahkan sampai sampai dirumah raia tidak banyak berbicara. Dia langsung mandi dan bergegas tidur.


Besok selasa paginya saat pasangan ini akan berangkat ke kantor. Raia masih tampak bete dan tidak banyak bicara. Raia dan rian sedang berada di dalam mobil menuju kantor raia.


"Ay ko kamu diem aja dari tadi?" tanya rian memulai percakapan diantara keheningan


"Kamu masih marah ya sama yang kemarin?" Tanya rian pada raia yang diam saja sejak tadi


"Ngga ko. Aku lagi sibuk nih yan. Kamu fokus ke jalan aja" jawab raia sambil sibuk mengurusi tugasnya dan memainkan handphoennya


Sempat berganti beberapa lagu sampai akhirnya sampai di depan kantor raia.dan raia sama sekali tidak mengubris lagu itu.


"Nanti ku telfon kalo udah pulang" ujar raia singkat


"Oke" jawab rian


Sepeeti biasa raia masih harus mengurusi komik komikus yang sudah dikirim kembali. dan naskah yang harus ia tetapkan. hari itu di kantor raia tidak banyak bicara. semua partner kerjanya mengerti raia yang sedang tidak mau di ajak bicara. raia fokus mengerjakan semua pekerjaannya yang belum selesai. selama satu hari full di kantor raia tidak berbicara sedikit pun.


Raia pulang sekitar pukul 16.00 sore. raia menelfon rian.


“assalamualaikum rian, " salam raia di telfon ke rian.


"hari ini kamu gausah jemput aku. Kamu langsung pulang aja” ujar raia di telefon


“Ohh o..ke” jawab rian di telefon


Rian tidak banyak bicara di telfon karena nada bicara rian sangat terlihat masih kesal. Di sepanjang jalan rian bertanya tanya apa salah dia yaa. 


“Raia marah kenapa ya?? Apa karena telat bayar?atau karena telat jemput? Jadi bingung” tanya rian pada dirinya sendiri


Rian sampai rumah terlebih dulu dan tadinya rian ingin menunggu raia pulang. Tetapi dia cukup lelah. Di ruang tamu rian memikirkan mengapa raia masih marah kepadanya sambil merebahkan diri di sofa.


“Raia kamu kenapa ko belum pulang aku keepikiran kamu terus nih” rian berseru sendiri


Tanpa sadar rian tertidur di sofa depan.

__ADS_1


Besok paginya saat rian terbangun dia baru sadar kalo dia tidur di sofa. Dan raia sudah berangkat duluan


“eh ko aku tidur disini. Oh iya aku nunggu raia semalem. Ayy??” teriak rian sambil mencari raia ke kamar.


Dan ternyata tidak ada raia disana. Rian menghampiri meja makan dan melihat ada roti sandwich dan sepucuk surat dari raia.


‘Yan aku berangkat duluan dijemput temenku. Aku ga sempet mencharger handphone’ pesan dari rain


Rian merasa raia sedang menghindar darinya. Tapi kenapa?


Pagi itu pertama kalinya rian berangkat ke kantor sendirian. Saat berkendara rian tidak fokus dan terus terfikir tentang raia. Sampai2 hampir menabrak pengendara motor.


“Astagfirullah..... Untung ga nabrak.” ujar raia pada dirinya sendiri


“fokus yann fokuss” ujar rian panik


Saat dikantor pun rian jadi tidak fokus. Dan rian mendapat pesan dari raia


‘Yan, hari ini aku nginep di kantor. Kamu jangan lupa makan ya.’ pesan dari raia


Melihat pesan itu membuat perasaan rian bercampur aduk. Antara sedih atau senang. 


“Raia masih peduli sama aku. Tapi dia menghindar. Ahh yaudah lah biarin aja yang penting dia tetep masih berhububgan dengan aku” ujar rian lada dirinya sendiri


Lalu rian membalas pesannya.


‘iya raiaa… kamu juga jangan lupa jaga kesehatan yaa… I love you’ jawab pesan dari rian


Raia membaca pesan tersebut tetapi tidak membalasnya


Besoknya hari kamis rian bekerja dirumah karena tugasnya bisa dikerjakan dirumah. Rian tertidur sampai siang karena cukup lelah tidak ada raia yang biasa meneladeeninya.


"mmm…. Huammmmm… " rian menguap


Jam berapa nih… setengah sebelas? Ketiduran sampe siang . Raia masih tidur pasti masih cape" ujar rian


Raia ternyata sudah keembali kerumah dan tertidur di sebelahnya.


“Aus nih.. raia kamu capek banget yaaa.. pules nyaa” ujar rian pada raia yang tertidur pulas


Sambil menutupinya dengan selimut.


Saat rian hendak mengambil minum dia melihat ternyata raia sudah memasak makanan untuknya. 


Dannn ternyata boneka yang dibelikan rian pada saat raia ulang tahun juga di pajang di dekat meja makan. Di dekat boneka juga ada surat yang isinya...


‘maaf yaa riann... seminggu ini aku ga banyak bicara sama kamu. Itu karena aku lagi banyak banget tugas yang harus dikerjain dan juga kondisi aku yang lagi kurang darah. Aku punya 5 klien dalam 1 hari dan harus diberesin saat itu juga. Makannya aku sampai nginep dan minta teemen aku yang anterin karena temenku juga sama sama lagi banyak klien. Terrus juga aku ga banyak biacara sama kamu karena aku lagi mikirin klien aku yang butuh ide untuk jalan ceritanya dan butuh sedikit motivasi .. Sekali lagi maafin aku ya riann. Oh iya ini makanan aku masak dengan sungguh sungguh buat kamu.


Dan yang terakhir TERIMA KASIH BUAT BONEKANYA YAAA SUAMIKU RIANN. 🧡 jangan lupa dimakan ya makanannya. Kamu emang suami ku tersabar yang terbaik yang aku miliki’ tulisan pesan dari raia yang berada di meja makan


'Note : jangan bangunin aku yaa , aaku mau hibernasi seharian. Makan banyak terus tidur seperti beruang.' Jawab pesan raia di bawah untuk rian


Rian tersenyum senang dan tidak pernah merasa sebahagia ini di berikan surat dari istri


Saking terharunya rian sampai menangis ternyata raia bisa seromantis ini dsn membuat rian sangat terharu.

__ADS_1


__ADS_2