PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 16


__ADS_3

“Gulanya?” tanya raia dengan sedikit menekan


“Kalo gula di sebelah sana” jawab rian pasti


“Oke kamu tunggu di sini yaa sambil jagain belanjaan kita” ujar raia


“Oke”


Raia bergegas mengganti bahan makanan yang benar, sementara rian menunggu di ddpan kasir. Saat sedang menunggu rian dihampiri oleh Seorang ibu muda dengan membawa ke 2 anak nya. ibu ibu itu tampak sedang mencari sesuatu yang belum ditemukan.


“Mas ini susu merk ini ngambilnya dimana ya?” tanya ibu ibu itu sambil menunjuk merk susu yang diambil rian tadi


“ini? Ini dirak sana bu” jelas rian sambil menunjuk lokasi rak dimana ia mengambil bahannya


“Oke mas terima kasih”


 


Anak ibu ibu tadi bertanya kepada ibunya yang sedang sibuk membereskan belanjsannya di keranjangnya.


“Bunda, emang buat kue pancong pake ini bunda?” tanya anak pertama ibu itu dengan mengambil salah satu bahan makanan yg berada di keranjang yang ibunya pegang.


“Iyaa abangg” jawab ibunya


Rian mendengar dan mengamati sang ibu dan ke dua anaknya, rian seperti mengenalnya. Raia kembali dengan membawa bahan belanjaan yang benar.


“Yan ayo ngantri. Ini nih tepung sama gula yang benerr” ujar raia sambil membawa barang yang benar


“Ohhh iya tadi juga aku liat ada ibu ibu maau bikin kue pancong pake tepung ini” ujar rian


“Iya kan? Berarti aku bener” 


Selesai belanja mereka bergegas pulang. Di perjalanan menuju pulang rian bertanya ke raia. Di dalam mobil


“ ay tadi aku ketemu ibu ibu gitu sama anaknya terus aku kaya kenal gitu tapi siapa ya” ujar rian penasaran


“Mungkin kamu pernah ketemu di suatu tempat..... mungkin ” ujar raia


“Iya kayanya deh.” jawab rian


Sesaampainya di rumah saaat di parkiran raia bergegas masuk kerumah dan mulai membuat kue paancong. Sementara rian mengecek keadaan mobil siapa tau butuh di service. Saat sedang mengecek ban belakang rian melihat anak yang tadi rian lihat ke luar bermain bersama adeknya.


���Dekk sini dekk liat ada belalang.” Panggil anak tersebut kepada adiknya


“Iya bangg tunggu” jawab sang adik yang masih berada di dalam rumah

__ADS_1


Rian terkejut ternyata anak tersebut adalah tetangganya sendiri. Pantas saja rian seperti pernah melihatnya. 


Sementara itu raia sedang berjuang membuat adonan kue di dapur rumah barunya


“Ini di mixnya sekarang atau ngga ya?? Mm… oh iya mixer aku kan rusakk yaampun sampe lupa” ujar raia pada dirinya sendiri


Rian datang menghampiri raia.


“Ayy kamu mau tau sesuatu gaa?” tanya rian


“Soal apa??aku lagi serius nih buat kue” tanya raia


“Itu lohhh ibu ibu yang mau bikin kue pancong yang aku temuin di supermarket” ujar rian


“Iya terus?” tanya raia tanpa menoleh sedikit pun karena sedang sibuk membuat kue.


“Ternyata ibu itu tetangga sebelah kita” ujar rian senanh


“Haaa? Serius??? Aaku baru aja mau pinjem mixer ke bunda loh… sebuaah kebetulan yang sangat tepat” ujar raia dengan terkejut


Rian hanya terdiam dan tidak mengubris. Dia yang seharusnya terkejut tetapi raia tampaknya lebih terkejut. Raia menghampiri rumah bunda rio. 


“Assalamualaikum….. bunda riooo… asslaamualaikum” salam raia dari luar pintu rumah tetangganya


Raia memanggil bunda rio yang ternyata tidak menyaut. Raia memnghampiri rio dan adiknya yang sedang bermain di halaman.


“adaa tapi lagi buat kue” jawab rio dengan masih bermain di terasnya


“Kue pancong ya?” tanya raia ke rio


“Iya..”


“Coba panggilin bundanya. Bilang ada ka raia” ujar raia sedikit memaksa


“Ya.. ayo dekk” ujar rio sambil mengajak adiknya


Raia menunggu beberapa saat sebelum pada akhirnya bunda rio datang. 


“Ehh raiaa” ujar bunda rioo sambil menyaliminya


“Bundaa lagi bikin kue yaa?” tanya raia


“iyaa nih buat rio” ujar bunda rio


“Aku juga lagi buat loh bunn hari ini" ujar raia dengan bangga

__ADS_1


“oh ya??... buat bareng aja disini..” ujar bunda raia terkejut


“Boleh nih bun?" tanya raia senang


“Bolehh dongg ayo sini bawa bahan bahannya” jawab bunda rio dengan senyuman


“Okee”


Raia bersemangat sekali dengan membawakan bahan kuenya ke rumah bunda raia. 


Rian sibuk meengurusi pekerjaannya di kamar atas dan tidak sadar kalo raia membuat kuenya bareng sama bunda rio.


Setelah beberapa waktu kemudian.


“Assalamualaikum…” raia datang dengan membawa kue yang sudah jadi. Dengan wajah yang sangat pede.


“Yann? Riannn..” raia memanggil rian dan menyuruhnya unttuk menycipi kuenya


“Yaaa sebetar aku turun”  ujar rian yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya


Setelah di bawah.


“Yan ayo cobaain nih kue bikinan aku udah jadi” ujar raia sambil tersenyum senang


“Okee”


RIan mulai memakan 1 kue pancong


.


“Mmm….. kokkk…. Rasanyaa….” Raia menunggu jawaban rian “enak sih?????”


Raia terkejut dan tersenyum


“IYA DONG... raia multitalentt” jawab raia denga senyuman bahagianya


Tiba tiba kedatangan rio.. sambil membawa sesuatu


“Assalamualaikum ....... ka raiaa.. “ panggil raia yang sedang berada di depan pintu


“waalaikumsalam… eh rioo kenapa rio” jawab raia terkejut


“Ini kata bunda kuenya ketuker. Yang ini punya ka raia.” ujar rio polos


Raia menoleh ke rio sambil nyegir. “he he he”.

__ADS_1


Hari itu raia memang belum sukses membuat kue pancongnya. tetapi karena itu raia menjsdi lebih dekat dengan bunda rio.


__ADS_2