PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 6


__ADS_3

“Iya” salam pa rudi


Pa rudi membawa gas dan membawanya ke dapur dengan di bantu rian yang sudah bersiap di dapur


“Pasang disini ya pa” ujar raia kepada pa rudi


“Baik” jawab pa rudi


Pa rudi memasang gas dengan sangat cepat dan cekatan. Rian membantu mengangkat gas nya ke dalam tempat gas yang berposisi di bawah kompor. Setelaah selesai pa rudi bergegas mengambil air galon di depan.


“Saya ambil galon dulu di depan” ujar pa rudi kepada raia


“Oh … iya pa” jawab raia


Pa rudi mengambil galon yang masih berada di motornya dan membawanya ke dalam rumah raia.


“galonnya disini aja pa… “ ujar raia


“baik” jawab pa rudi


Pa rudi memasang galon di tempat yang sudah di sediakan rian membantu mengangkat galon ke tempatnya. Setelah selesai memasang galon. Raia membayar pesanannya.


“Jadi berapa pa?” tanya raia


“ Gasnya delapan puluh ribu galonnya tiga puluh ribu” jawab pa rudi


Raia mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya ke pa rudi.


“oke ini pa.” raia memberikan 120rb


melihat raia memberikan uang yang lebih. Pa rudi berkata bahwa ia tidak membawa kembaliannya.


“Waduh saya ga bawa kembalian” ujar pa rudi


“Udah bawa aja semuanya pa” ujar raia


Raia memberikan semuanya. Pa rudi menerimanya dengan tidak enak hati.


“Jadi ga enak nih saya. Nanti saya balik lagi aja” ujar pa rudi


“Udah pa gak papa bawa aja” jawab raia memaksa


“Terima kasih bu raia" ujar pa rudi


“Iya pak sama sama” jawab raia


Pa rudi segera menuju motor bak nya dan kembali pulang.


“Nah hari ini kan udah ada gas. Aku mau masak nihh” ujar raia pada rian yang sedang merpihkan tempat gas


“Emangnya kamu udah beli bahan makanan?” tanya rian


“oh iya belum” ujar raia


Raia lupa bahwa ia belum membeli bahan makanan. hanya ada beberapa indomie sedangkan ia ingin masak sayur agar lebih sehat. Tiba tiba ada suara tukang sayur keliling datang


“Sayur sayur” *toet* *toet* suara tukang sayur keliling dengan mengeendarai motor dan gerobak sayurnya di belakang


“Eh ? Tukang sayur. Alhamdulillah” kaget raia

__ADS_1


Raia bergegas keluar memanggil abang sayur dan membeli beberapa bahan makann untuk dimasak karena gas dan air sudah tersedia di rumah.


“Bang.. sayurrr” panggil raia ke abang sayur


“Woke” jawab abang sayur


Abang sayurnya berhenti di depan rumah raia dan menstandarkan motornya.


“Sayur sop ada ga bang?” tanya raia


“Aaada lengkap.ini masih seger” jawab abang sayur


“Kalo dada ayam ada?” tanya raia


“Ada dongg… ini baru di potong tadi pagi” jawab abang sayur


“Tempe ada ga bang?” tanya raia


“Ini masih hangat” jawab abang sayur


“Lada sama garem?” tanya raia


“lada mau berapa garem mau berapa?” tanya abang sayur kembali


"lada bubuk 2 garemnya 1 aja” ujar raia


“Wookke. Ini ladanya ini garemnya. Apalagi?” tanya abang sayur ke raia


“Kecap bang” jawab raia


“Yang 2000 atau 3000?." Tanya abang sayur ke raia


"beda kualitas dan merk neng" jawab abang sayur


"Yang 3000 aja deh” jawab raia


“1 atau 10?” tanya abang sayur lagi


“1 aja bang” jawab raia


“Wooke ini apalagi?” tanya abang sayur lagi


“Gula merah bang seperapat” jawab raia


“Woke.. ini apalagi?” tanya abang sayur (lagi)


“Tahu bang.. yang ada kulitnya 1 bungkus aja” jawab raia


“Woke..ini.. apalagi?” tanya terus abangnya:(


“Bawang merah, putih dan cabai rawit” jawab raia


“Berapa bungkus?” kembali bertanya si abang sayur


“Bawang merah 2 bungkus, putih sebungkus, rawitnya 2 bungkus.” jawab raia


“woke ini… adalagi?” pertanyaan teraakhir abang sayur


“Udah bang itu aja.eh iya sama tepung bakwan 2” jawab raia

__ADS_1


“Woke ini” ujar abang sayur


“Udah bang ini aja” ujar raia


“Oke totalnya ini 3rb…tambah 12rb.. tambah….”


Abang sayur menghitung jualannya “total 55rb” ujar abang sayur


“ini” sambil memberikan uang pas


.


“Sip. Terrirrima kasih”


“Sama sama” jawab raia


Selesai berbelanja raia kembali ke dapur.


“Ini yan aku beli belanjaan” ujar raia


“Wahh kamu masak apa hari ini” tanya rian


“Aku mau masak…… nanti kamu juga tau” ujar raia membuat rian penasaran


Beberapa waktu kemudian *sreng* *sreng* *sreng*


"Halo raiaa kamu masak apa nih hari ini" ujar rian


Kata rian sambil merekam dengan kamera


"Haloo hari ini aku masak tumis kacang panjang + tempe dan sama bakwan sama sambal " jawab raia di kamera


"Hari pertama istri masak dirumah baru.. nanti kita liat hasilnya yaaa" ujar rian di kamera


*klikk* kamera hape dimatikan


Di meja makan. Raia menghidangkan makanan.


"Nahhh ini makanan pertama dari istri tercintaa... ini tumis tempe yang tadi, nah ini bakwan sayur. Dan ini samball.." ujar rian menjelaskan masakan yang dimasak raia di kamera.


“kita tunggu nasinya dulu ya 5 menitan biar tanek di perut.” jawab raia di kamera


“Oke” ujar rian


5 menit kemudian. Raia mengaduk nasi di magic jer.


“Nah ini udah tanek. Ayo makan” ujar raia sambil mengaduk nasi


"Ayo ..bismillahirahmanirahim allahummabariklana fiimarazaktana wakinaadzabannar” ujar rian sambil berdoa


“Aminn bismilah” ujar raia sambil berdoa


Rian menyantap makanan dengan lahap


“Enak ayyyy" seru rian sambil menya tap makanan hasil raia memasak pertama kalinya di rumah barunya


Mendengar ungkapan rian membuat raia tersenyum senang dan aman lebih pede untuk memasak lagi kedepannya.


walaupun menurut raia masih banyak kurang bumbu yang telah ia masak. raia telah berhasil setidaknya bisa dimakan hasil masakannya. walaupun hasilnya tidak seperti masakan buatan orang tua raia. raia sangat senang dan akan berusaha lagi agar bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2