PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 9


__ADS_3

Besoknya senin pagi adalah hari seperti biasa. hari yang penuh dengan kesibukan dan hari yang cukup padat. rian dan raia berangkat kantor pagi pagi dengan mengendarai mobil yang masih mereka cicil bersama. mobil raia dan rian bermerk honda yaris. raia dan rian memang sangat menyukai produk yang di keluarkan oleh honda dan memilih yaris karena minimalis tidak repot harus mengganti kopling saat menyetir. Di teras rumah raia meminta rian untuk cepat cepat bergegas pergi mengantarnya karena raia sudah telat untuk masuk ke kantor.


"Yann ayo aku udah mau telat nih" ujar raia dengan sedikit panik


Rian yang sedari tadi masih sibuk berganti baju. membereskan semua keperluannya dan masih disibukan dengan memainkan handphonenya. hal itu membuat raia kesal dan nengingatkan rian untuk cepat bergegas berangkat.


"Iya sebentar aku ambil kunci mobil dulu" jawab rian sedikit panik juga.


Rian tidak sadar bahwa pagi itu sudah matahari sudah mau terbit. rian yang sedari tadi santai memainkan handphonennya kini mulai panik karena rian tau raia kemungkinan akan telat sampai ke kantor.


Raia cukup panik karena hari ini ada deadline beberapa komikus yang akan menerbitkan komik. Rian bergegas mengambil kunci mobil di gantungan belakang pintu depan dan menyalakan mobil. Raia mengunci pintu rumah dan memasukannya ke dalam tas. Rian masuk ke dalam mobil dilanjutkan raia disebelahnya. Hari ini rian yang menyetir dan raia berada di sampingnya.


Di dalam mobil diperjalanan menuju kantor raia. raia membawakan bekal makan pagi untuk rian dan untuk dirinya. walaupun raia ga sempet masak tetapi dia sempet membawakan bekal ringan untuk menganjal perut di pagi hari.


"Yan nih aku bawain roti sama jus jambu buat bekel kamu" ujar raia sambil memberikan bekelnya ke rian


Walaupun raia buru buru ia dan tidak sempet untuk masak yang utama. tetapi ia masih sempat membawa kan bekal makanan untuk rian. Tanggung jawab sebagai istri yang selalu raia ingat kepada dirinya. jadi se buru buru apapun dia di pagi hari dia tetap akan menyiapkan makanan. karena prinsip raia dalam hidup adalah kesehatan nomor satu.


"Makasih ya aia" ujar rian terharu sambil tetap menyetir mobilnya menuju kantor raia yanh berada di jakarta selatan.


Rian memang beruntung mendapatkan raia. Raia masih sempat untuk menyiapkan bekal untuknya di saat waktu sudah sangat mepet dan merrka sangat terburu buru.


"Kamu bawa bekel juga ga?" Tanya rian ke raia yang sedang memainkan handphonennya.


"Bawa dongg nih aku suapin dehh satu roti buat kamu yaa.. ayoo aaaaa..." ujar raia menyuapi rian.

__ADS_1


Raia menyuapi rian menggunakan bekal rian. raia juga sudah menyiapkan bekalnya untuk dirinya sendiri. isinya sama yaitu roti tawar gandum dengan telur ceplok, saus dan mayones.


“Ammmm” rian menerima suapan raia dan mengunyah


Bekel yang di buat raia hari itu adalah roti sandwich isi telur saus dan mayones. pagi pagi raia hanya bisa memasak telur karena itu yang masih ia sempat lakukan


“Yan hari ini aku lumayan sibuk deh kayanya, soalnya ada banyak naskah komik yang harus aku periksa. mereka ngirimnya bareng bareng dan aku jadiin di satu hari yang sama buat di kerjain biar sekalian gitu satu hari full. kemungkinan aku pulang sore atau ga malem. nanti pulangnya aku telfonin ya” ujar raia memberi tau ke rian dan meminta pengertiannya sebagai sesama pekerja


“Oohh gitu .. yaudah aku ngertiin kok” jawab rian menenangkan


Rian memang mengerti pekerjaan raia yang harus berurusan dengan orang lain. sebagai seorang editor komikus harus terus memantau perkembangan komikusnya agar tetap melanjutkan menggambar karena deadline waktu sangat penting. dan motivasi, dukungan yang diberikan oleh editor sangat berpengaruh terhadap pengaruh kualitas hasil gambar sang komikus. maka dari itu pekerjaan raia sangat berpengaruh terhadap hasil komik yang akan terbit nanti


“Tapi Kamu tumben sibuk banget hari ini. kenapa komikusnya ga ngirim satu satu aja naskahnya per hari? biar kamu ada waktu longgar setiap harinya. jadi ngga ngedur satu hari kaya gini. nanti kamu jadi cepet cape loh” ujar rian memberikan saran yang lebih baik


" beberapa komikus yang mau nerbitin komiknya. Aku sebagai edittor harus mefilter mana yang bagus dan ngganya. Nah kebetulan minggu minggu ini komikus yang udah aku tetapin sebagai komikus aku ngirim naskahnya bersamaan. aku juga ga mau ngerjain semuanya bersamaan sih. tapi yaa mau gimana lagi. itu secara ga di rencanain merrka ngirim barengab ” jawab raia menjelaskan


"kemarin kamu udah rapat kan sama mereka?" tanya rian penasaran


"iya sihh udah... " ujar raia membenarkan


"tapi akan terus berlanjut sampe komiknya bener bener bisa di publish ke masyarakat" ujar raia menjelaskan pada rian


“kamu udah makan roti belum?” tanya rian yang melihat raia memainkan handphonennya dan belum melihat raia memakan rotinya dari tadi.


“Udah... tenang aja” jawab raia menenangkan sambil tetap memainkan handphonenya

__ADS_1


“beneran??" tanya rian pada raia memastikan


"jangan sampe lupa makan yaa aii.. ingat kata kamu.. kesehatan nomor satu” ujar rian


mengingatkan


“Iya yan...." jawab raia santai


" kamu juga yaa...” ujar raia


Rian menyetir dengan kecepatan yang cukup tinggi hingga pada akhirnya sampai di depan kantor raia. Raia turun dari mobil dan menyapa rian sebelum masuk ke kantor.


"Bekelnya jangan lupa dimakan ya yann. Nanti aku kabarin kalo mau pulang" ujar raia


"Okee byee" jawab rian sambil melambaikan tanggannya


"Byeeee" balas raia dengan melambaikan tangannya juga


Di kantor raia memang sudah telat masuk. tetapi karena bos belum datang ia berjalan seperti biasa di wakgu ia masuk dengan normal. Di kantor teman teman raia selalu datang on time. sebenarnya raia lebih merasa tidak enak dengan teman temannya yang berangkat lebih pagi darinya. Raia menyapa di pagi hari


"Selamat pagi semuaaaa" ujar raia pada seluruh partner kerjanya.


"pagiii" jawab partner kerja raia.


Raia mulai mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk di meja. raia mulai memeriksa satu satu komikus naskahnya sudah dikirim. seperti biasa raia selalu akan serius dalam melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


jadwal raia di hari senin yaitu pagi sampai pukul 11.00 mengerjakan tugas komikus. lalu jam 11.00 sampai jam 12.00 ketemu bos untuk rapat konsep komik dengan bos. pukul 12.00 sampai pukul 13.00 istirahat. pukul 13.00 sampai pukul 15.00 mengirim hasil review naskah yang sudah raia kerjakan ke komikus aslinya satu per satu. pukul 15.00 sampai pukul 16.00 raia istirahat lalu pukul 16.00 sampai 17.30 rapat dengan partner tentang kelanjutan naskah yang akan di terbitkan dan mengkoneksikannya ke komikus


Raia selalu mencatat hasil rapat dan hasil kerjanya di buku catatannya. dan akan dijadikan motivasi untuk kedepannya agar lebih baik lagi saat bekerja.


__ADS_2