
Di siang hari rabu yang mendung dan menandakan hujan akan turun. di rumah rian merasa sangat bosan dan ingin memainkan sebuah permainan yang meng asik kan. rraia dan rian sedang berada di ruang tamu dan hanya merebahkan tubuh di sofa depan tanpa melakukan apa apa. rian mengajak raia untuk bermain sebuah challenges untuk mengisi waktu luang mereka di hari yang mendung ini.
“ayy bosen nih..." ujar rian
" kita main sesuatu yukk!” ajak rian pada raia yang sedang menonton televisi di ruang tamu.
“iya sihh. " jawab raia
"Hmmmm kita challenges yuukkk!.” ajak raia mengidekan sebuah challenges ke rian
raia meresponnya dengan baik. lalu rian membalas kepastian challenges yang dimaksudkan oleh raia.
“Challenges apa?” tanya rian penasaran
raia berfikir sejenak untuk memutuskan challenges yang akan ia lakukan.
“Mmm..." raia sempat mememikikan challenges apa yang akan dia lakukan.
"Challenges makan mie instan tapi pake banyak cabai dan bubuk cabai kering. Gimana?” ujar raia memberikan pendapatnya
Rian mendengarkan dengan seksama dan menyetujuinya.
“Wahh boleh tuhh” seru rian menanggapi
“Mie instannya masih ada kan?? Kita challenges nya sambil saling gambar wajah kita” ujar raia menjelaskan
“Okeee siappp”
“Kali ini aku yang masakin mienya yaa”. Ujar raia mengusul
Raia bergegas ke dapur dan sedang menghitung beberapa bahan makanan yang akan dia masak.
“masih ada kol, sawi sama wortel nih bisa dipake.” ujar raia sambil melihat stok bahan makanan di kulkas
Raia mulai memasak dimulai dengan mereebus wortel yang telah di potong sesuai bentuknya. laalu memasukan kol yaang telah di potong di wajan besar yang telah diisi air dan wortel yang sudah terebus.
Wajan isi air berada di kompor sebelah raia menggoreng telur ceplok dengan sedikit minyak. Sambil menunggu wortel daan kolnya terebus.
Raia memotong 5 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih dan 15 cabai merah rawit setan yang pedasnya terkadang tidak bisa diukur oleh lidah. Raia memotong diatas papan potong dengan pisau kecil. Bila telur sudah matang, matikan kompor angkat telur menggunakan tirisan lalu tiriskan.
Setelah wortel dan kol nya mulai melunak diangkat dan taruh di mangkuk yang telah tersedia lalu air rebusannya di buang.
__ADS_1
Untuk bawang yang tadi sudah di potong tuangkan 1 sdt minyak, tunggu minyak panas.
Bila minyak mulai memanas tuangkan bawang merah dan putih di wajan yang sudah terisi minyak lalu oseng hingga harum. Masuk kan air 2 cangkir teh. Tunggu hingga memanas, masuk kan mie instan, dan sawi. Bila mie instan mulai matang masukan sawi.
Tunggu hingga mie matang , masukan wortel dan kol dan bumbu indomie, lalu aduk rata di atas wajan. Bila sudah selesai hidangkan di piring yang cantik . Berri bumbu cabe kering dan bawang goreng dan telur di atasnya. Dan siap disajikan.
Raia selesai masak sementara rian di ruang tamu sedang menyiapkan kertas A4 2 lembar 2 pensil dan 2 penghapus untuk challenges menggaambar nanti. Raia membawa hasil masakannya ke ruang tamu tempat raia dan rian akan memulai permainannya.
“Riann aku udah selesai nih masaknya” seru raia sambil membawa hasil masakannya
rian mencium bau yang harum dari masakan raia.
“Harum loh ayy.. itu mie rebus atau goreng?” tanya rian penasaran
“Goreng donggg… biar kerasa sensasi pedesnyaa” ujar raia pada rian menjelaskan
“Mantapp” jawab rian dengan tegas
“Ayoo kita mulai”
“ini mie kamu, ini aku” ajak raia sambil membagikan porsi mie masing masing
saat rian melihat mie miliknya. terlihat lebih banyak di beri cabai dari pada punya raia.
“Adil dongg” ujar raia menjawab
“beneran?” tanya rian lagi tidak percaya
“iyaaaa” jawab raia pasti
Rian tidak benar benar percaya degan apa yanh raia katakan. karena punya rian terlihat lebih merah dari punya raia. rian memastikannya.
“Kok keliatannya aku lebih merah ya” ujar rian penasaran sambil melihat banyaknya cabai pada indomienya
“Mau tukeran? Kalo ga percaya” tanya raia meyakinkan dia membuatnya adil
���Mmmm ngga usah deh. Aku percaya deh sama kamu ” jawab rian menenangkan
“Ini susunya juga buat netralin lidah nanti” ujar raia sambil memberi kan susu krim ke rian
“Oke.. bagus”
__ADS_1
“Pake timer aja yaa” ujar raia sambil menyiapkan timer
“iya.. ayo mulai …itung bareng bareng ya... 1…2. 3” tegas rian
*pip* suara timer di mulai
Raia dan rian mulai challenges menggambar face lawannya. Di 5 menit awal mereka masih tenang menggambar dengan cukup baik.
"kita tenang tenang aja nih gambarnya.. ga ada kesan lagi berlomba" ujar rian iseng
"..." sunyi tanpa suara rian dan raia sama sama hening
raia tidak mengubris karena dirinya sedang fokus memakan sambil menggambar. raia memang selalu fokus mengerjakan pekerjaannya.
Di menit ke 7 rian mulai kepedesan Dan meminum susu sedikit. Raia yang melihat kejadian itu tertawa ngakak.
“Kamu udah kepeedesann?” tanya raia dengan sedikit mengejek
“Dikit.. haaa…” jawab rian sambil mengibasi mulutnya yang kepedesan karena banyak cabai yang termakan
“Kamu jangan gerak gerak dong” raia terlihat kesal karena rian sedari tadi terus bergerak membuat raia tidak bisa menggambar dengan rapih.
“mmm…” jawab rian sambil meminum susu “aku gabisa kalo ga gerak” ujar rian
"karena aku lagi minum dan lidah ku butuh sedikit udara" ujar rian lagi sengaja agar gambar raia berantakan dan hal itu akan membuat gambar ray lebih baik.
Di menit ke 10 raia lumayan merasakan cabai yang masuk ke mulutnya. Seluruh mulutnya merasakan kepedesan dan raia memilih untuk minum susu. Wajah raia terlihat tidak tenang dan Rian pun membalas raia yang sedari tadi mengejek nya.
“Haah…. Kepedesaan nih yeee” ejek rian sambil menggerak gerakan badannya yang bertanda dia sudah lebih tenang dari kepedesan sebelumnya.
“sedikit” ujar raia sambil meminum susu
“kamu jangan banyak gerak ayy aku gabisa fokus nih gambarnya” ujar rian bergantian karena sedari tadi raia terus menggerakan badannya yang membuat rian tidak bisa menggambar dengan baik
“Iya. aku ga gerak nihh” ujar raia kesal karena dia sedang kepedesan dan merasa harus tetap diam. itu adalah hal yang menyebalkan bagi raia
*hening* keheningan beberapa saat. saat mereka berdua sudah merasakan kepedesan yang mendalam.
“Kayanya gambarku aneh deh” ujar rian sambil melihat gambarnya yang memang tidak seperti yang dia ekpestasikan.
“kok anehh???" tanya raia kesal
__ADS_1
"Aku gambar kamu dengan bagus loh” ujar raia
kesal karena raia sudah mencoba menggambar rian dengan baik. tetapi rian tidak menggambarnya dengan baik