PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Kesehatan nomor satu


__ADS_3

Minggu minggu ini di mulai dari hari kamis raia dan rian kembali di sibukkan dengan pekerjaannya. Minggu ini raia harus bertempur dengan pekerjaannya yang kembali menumpuk. deadline penerbitan komik semakin dekat. raia terus memikirkan pekerjaannya yang belum selesai itu. raia memang sangat prefeksionis dalam bekerja. ia tidak mau bekerja setengah setengah karena nantinya ia akan menyesal dan merasa tidak puas dengan hasilnya.


Sedangkan rian diberikan tugas oleh bosnya untuk menuju daerah timur. karena adanya perseturuan di daerah sana membuat pekerjaan rian yang sedang sangat di perlukan. selain mendapat komisi rian harus rela pergi jauh dari raia


Saat ini rian dan raia sedang dalam perjalanan ke kantor. Raia dan rian berada di mobil menuju kantor raia.


“Ayy… hari ini aku pulang malam. lagi banyak tugas, bos ku minta adain rapat sampe malam terus juga partner ku lagi sakit. ada kemungkinan juga aku bakal nginep di kantor. tapi aku juga belum tau pasti. terus karena partner kerja ku si ruben lagi sakit. Jadi aku harus gantiin pekerjaan dia" ujar rian dengan sedikit cemas


Raia sebagai istri memahami apa yang sedang rian maksudkan. sebagai sesama pekerja raia juga merasakan nya pada saat disibukan dengan tugas.


“Ohh gituu…" ujar raia mengerti


" aku juga hari ini lagi banyak banget tugas. Banyak klien yang harus aku temuin.” jawab raia menenagkan


“kamu pulang malam juga?" tanya rian yang tetap menyetir kendaraan mobilnya


“Belum tau…" jawa raia pelan


"ga tentu kalo aku yann…” jawab raia


“Aku pasti malam soalnya bosku ga mungkin ngeriset janjinya” ujar rian dengan pasti


mendengar itu raia memahami rian


“Yaudah nanti kabar kabaran aja” ujar raia pada rian


“Oke” jawab rian lega


karena raia penasaran raia bertanya tentang partnernya


“itu partner kamu sakit apa?” tanya raia penasaran


“Katanya sih kecapean demam tinggi sama kena DBD” jawab rian jujur


Raia terkejut mendengar ujaran dari rian. jiwa istri raia pun beegejolak


“Yaallah… udah jenguk belum?” tanya raia lagi penasaran


“Belum sempet nihh… dia baru sakit kemarin.. makannya ini aku juga dadakan banget gantiin kerjaannya” jawab rian


“Oh gituu…" jawab raia menenangkan


"yaudah .... nanti kalo udah ga sibuk bisa jenguk dia yaa…” ujar raia mengingatkan


“Iya pasti” jawab rian pasti

__ADS_1


“Kamu juga jaga kesehatan…. " ujar raia mengingatkan


"Istirahat yang cukup jangan sering begadaang. Terus sering makan buah sama minum air anget biar badannya ga banyak racun” ujar raia sebagai seorang istri


“Iya.. ayy”


sesaampainya di depan kantor. rian berhenti di depan kantor raia. raia berbicara sebentar sebelum akhirnya turun dari mobil.


“Nanti ku kabarin ya” ujar raia


“Iya.. dadah” jawab rian


“Dahh” jawab raia sambil berlalu masuk ke kantor


Setelah raia masuk ke dalam kantornya. rian bergegas pergi menuju ke kantor… ..


Di perjalanan ke kantor rian cukup lemas karena lupa makan. rian memang sering telat bila tidak di bangunkan oleh raia. dan hari ini rian sudah sangat telat dan tadi rian hanya memakan sisa martabak semalam. karena raia semalam tidur sangat larut. ia juga kesiangan dan tidak sempat untuk makan pagi.


Di kantor raia seperti biasa raia mengerjakan tugasnya sebagai seorang editor komik yang harus merevisi naskah naskah komik yang telah jadi.


karena beberapa naskah komik akan terbit raia harus benar benar teliti dalam mengerjakan tugasnya. Semua partner bekerja dengan baik hari ini. Raia tidak memerhatikan sekitar karena ia masih disibukkan untuk mengerjakan tugasnya.


Sampai pada akhirnya sore pun tiba. Raia melihat tugasnya masih banyak yang belum dikerjakan. karena deadline sudah tinggal menghitung hari. raia menghubungi satu satu komikus yang telah dikirim naskah dan panelnya ke perusahaan tempat raia bekerja.


Sorenya….Di dalam ruang kantor raia


“ini kayanya bisa aku bawa ke rumah deh” ujar raia dalam hati


Saat raia sedang membereskan pekerjaannya dan bergegas pulang. Temannya reina datang.


“Raia…” panggil reina dari jauh


“uy.. kenapa?” jawab raia


“gue tadi kan kerumah dewi.” ujar reina teman sekantor raia


Raia yang mendengar mengubrisnya.


“Ya … lalu?” jawab raia sedikit bete


“Si dewi lagi sakit.. kecapean sama darah rendah.” ujar reina panik


Raia sedikit terkejut karena komik yang sedang di buat dewi ada padanya.


“Dewi yyaang buat komik ‘happy?'" tanya raia terkejut

__ADS_1


“Iyaa.. “ jawab reina


“Loh ini gambarnya lagi gua kerjain kan” ujar raia terkejut lagi


“Iyaa sakitnya baru tadi. Kecapean, pusing terus kurang darah gitu” ujar reina


“Sekarang dewinya dimana?” tanya raia penasaran


“Masih di rumah. Sendirian dia tadi mau gua anterin ke dokter katanya gausah mau istirahat aja” ujar reina


“kitaa bawain makanan aja yuk.” ajak raia


“Nah itu maksud gua. Gua mau ngajak elu biar sekalian gitu jenguk.”


“Iya yaudah.” jawab reina


“Ini tugasnya mau lu bawa pulang?” tanya raia


“Iya. Ada 4 komikus yang harus gua liat lagi” jawab reina


“Ohh gitu.. yaudah kita jenguk dewi aja dulu”


“Iya” ujar reina


Raia dan reina memikirkan apa yang akan di beli. Di depan kantor.


“Kita beli apa ya?” tanya reina


“Beli ati ayam aja bagus buat yang lagi darah rendah” ujar raia


“Emng iya?” tanya reina baru tau


“iya.. sama susu beruang dan roti gandum” ujar raia menjelaskan


“oke beli dimana ya ati?” tanya reina


“Di tukang bubur ada biasanya sate ati atau ga di warung makan biasanya ada ati ampela” jawab raia


“Se ketemunya aja kali ya..”


“Iya”


saat sedang berjalan mengitari dekat kantor reina ingat sesuatu


“Eh gua baru inget. Disini ada tukang bubur. Tuh di depan sana." ujar reina

__ADS_1


__ADS_2