PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 22


__ADS_3

Rian juga mencium bau AC mobil yang aneh. Seperti bau besi yang berkarat dan terkena udara. lama kelamaan di dalam mobil membuat rian ingin muntah


“Mungkin Air radiatornya kali ya…atau emang ada besi yang karatan” ujar rian pada dirinya sendiri


Rian sampai kantor pukul 06.08 pagi. Daan alhamdulillah bos belum datang. dikantor sudah banyak partner kerja rian yang datang. beberapa dari mereka sudah mulai sibuk mengerjakan tugasnya


“Pagi.. semua” ujar rian pada teman temannya yang ada di dalam kantornya.


“Pagii…..” jawab partner kerja rian


“Bos belum datang ya??” tanya rian memastikan


“Belum… katanya sih udah dijalan” jawab salah satu partner kerja rian


Rian merasa lega mendengar bahwa bos belum datang. karena tadi pagi bos menyuruhnya untuk datang lebih awal. Setelah mendengarkan kepuasan


Rian menuju ruangannya dan melihat banyak kerjaan yang sudah menumpuk.


“Pagi pagi udah ada tugas aja nih” ujar rian pada dirinya sendiri


Pagi itu rian mengerjakan tugasnya yang sudah mulai menumpuk. Tugas rian cukup banyak karena sebagai fotograper di sebuah media berita besar harus memiliki jiwa yang berkembang. mengamati perkembangan zaman dan melihat peluang yang akan diminati konsumen membuat rian harus menjadi orang yang bisa melihat perkembangan zaman.


Tidak beberapa lama saat rian sedang mengerjakan tugas pa bos pun mewhatssapp dan meminta rian untuk datang ke ruangannya.


'yan. ke ruangan saya ya sekarang' ujar pa bos pada rian di isi peaan whatsapp


mendengar itu membuat jantung rian berdegub kencang. rian menetralkan degupan hatinya dan mulai menuju ruangan pa bos.


“Pa bos udah dateng nih..” ujar rian pada dirinya sendiri


“Guyss… doakan aku yaa.. aku mau ketemu pa bos” ujar rian meminta doa pada teman temannya


“Iyaa… gua doain semoga lu masih bertahan disini" ujar partner rian

__ADS_1


"bercanda woy.. udaah sono” ujar salah satu partner rian


Rian menuju ruangan pa bos yang berada di lantai 4 Gedung atau paling atas gedung kantor nya.


*tok* *tok* *tok* rian mengetuk pintu ruangaan pa bos. dengan jantung yang masih berdegub.


“Masukk… “ ujar pa bos mempersilakan rian untuk masuk ke ruagan nya


rian membuka pintu ruangan dan masuk ke ruangan pa bos yang sedang duduk menunggunya.


“Selamat pagi pa” ujar rian menyapa pagi dengan mencoba menetralkan nadanya.


“Pagi.. silakan duduk” ujar pa bos


Rian dudk di depan pa bos


“jadi gini yan… ada beberapa kejadian yang ada di indonesia bagian timur.


“Berapa lama saya ke sana pa?” tanya rian


“Seminggu. Nanti sama edi ya.. “ ujar pa bos


“Baik pa”


“Komisi biar saya yang atur” ujar pa bos.


“Oke pa..”


“Sekiranya itu saja.. oh ya.. pengiriman ke


lokasi nati saya infokan lewat whatssapp ya..”


“Iya pa baik..”

__ADS_1


“Yaa… silakan kembali ke ruangan mu” ujar pa bos


“Baik pa… terima kasih Infonya” jawab rian


Rian bergegas kembali ke ruangannya.


Sesampainya di ruangannya rian melanjutkan pekerjaannya.


Sedangkan di tempat raia. Raia mendapat komika baru yang masih remaja. Sekitar umur 15 tahun tetapi gambarnya sudah sangat matang.


“Wah ini bagus nih ceritanya… penulisnya masih muda baanget lagi… ini calon calon komika baru nih… “ ujar raia pada dirinya sendiri


Raia membaca cerita sang komika cilik dan mencatat di setiap bait bait jalan cerritanya agar para pembacanya mudah mengerti apa yang dimaksudkan oleh sang komika. raia memang selalu ahli dalam bidang mengamati dan memberi solusi. oleh karena itu raia selalu menjadi andalan bosnya dalam perusahaannya.


Raia mengerjakan banyak komika komika yang sudah dikirim ke kantornya. raia mengamatinya satu per satu


"oke.. ini bagus... ini juga.. dan yang ini juga" ujar raia pada dirinya sendiri.


hari ini raia memiliki jadwal yang padat. mulai dari pagi sampai jam 9 raia sudah harus menyelesaikan tugasnya memilih komik yang bagus dan komik harus memiliki keunikannya. jam setengah 10 sampai jam 12 raia akan rapat dengan sang penulis komika remaja yang sudah raia pastikan akan terbit dan ia akan menjadi editornya.


jam satu sampai jam tiga raia akan rapat dengan para partnernya yang bekerja sebagai penulis naskah cerita. setengah empat sampai maghrib raia akan melanjutkan tugasnya untuk komik remaja yang akan diputuskan untuk menjadi komikusnya.


"oke... ini udah di fix in jadi ada tiga komikus yang aku kan jadikan editornya untuk kategori komikus anak anak"


Raia melanjutkan pekerjaannya menjadi editor komik hingga selesai pukul 10. lalu raia melaksanakan rapat dengan para komikus. hasil rapat itu menjelaskan tentang komik yang akan diterbitkan dan raia menjadi editornya. ada sekitar 4 komikus anak anak yang akan raia jadikan editornya rapat itu selesai pukul 14.00.


"oke ... jadi sekiranya hasil rapat sudah kita ketahui... kedepannya saya akan menjadi editor kalian. semoga kita bisa menjadi partner yang baik" ujar raia pada para komikus yang hadir.


selesai rapat raia berlangsung ke rapat yang kedua yaitu rapat denga partnernya sebagai penulis naskah cerita. ada empat temannya yang menjadi partner kerjanya. selama dua jam rapat hasil rapatnya sudah akan di umumkan.


"hasil rapat sudah dipastikan bahwa cerita tentang keseharian anak anak akan lebih disukai. apalagi perannya seorang anak anak yang ceria" ujar raia memberi tau hasil rapat.


semua peserta rapat mendengar dengan sangat baik. raia selesai rapat sekitar pukul setengah lima sore. raia pulang sekitar pukul 07.00 karena ia harus merapihkan dokumen dokumennya yang masih harus ia kerjakan besok harinya.

__ADS_1


__ADS_2