
raia sangat bahagia atas kerja kerasnya selama beberapa minggu ini sebagai seorang editor komik. raia bersyukur atas segala yang telah diberikan ke padanya. raia menghubungi rian.
'haloo iannn.......'
'hari ini adalah hari bahagia buatku yann'
'aku dapet tambahan gaji...'
'alhamdulillahh'
'kamu apa kabar?'
'aku berharap kamu disini kita nikmatin hasil nya berdua'
'semoga kamu sehat sehat yaa disana'
raia mengirimkan beberapa pesan ke rian. tapi masih saja ceklis satu. mungkin rian masih sibuk dengan pekerjaannya. raia mengerti dan melanjutkan memberes bereskan beberapa barang yang masih berserakan di dalam rumah.
"Rian masih kerja kali ya..." ujar raia pada dirinya sendiri
"aku beres beres rumah aja deh" ujar raia lagi
Raia membereskan barang yang masih berantakan dirumahnya.
setelah beberapa waktu raia membereskan barang. pesan masuk ke handphonennya.
*drrrttt* suara pesan handphone masuk
Raia bergegas mengecek ponsel dan melihat isi pesan. ternyata itu dari bos raia.
'Selamat pagi raia.
saya mau menginfokan bila kamu sudah memutuskan untuk menjadi editor komik dewasa. kami akan naikan gaji mu dua kali lipat dari gaji kamu sebelumnya.
__ADS_1
untuk keputusannya saya tunggu dua minggu dari sekarang yaa...' ujar pesan dari pa bos
Raia membaca pesan itu dan cukup membuatnya berfikir keras. raia ingin melunasi beberapa barang yang masih ia cicil. tetapi raia lebih menyukai komik anak anak karena akan ada unsur lelucuannya. dan akan sangat menghibur bagi pembaca dewasa yang merasa sudah cukup lelah untuk bekerja dan ingin membaca hal yang lucu seperti komik anak anak.
Raia masih memikirkannya. raia tidak meu terburu buru hanya karena ingin mendapatkan kenaikan gaji. raia selalu berdoa untuk membuat keputusan yang baik.
disaat seperti ini raia sangat membutuhkan rian. raia butuh masukan dari rian juga berdiskusi bagaimana baiknya. tapi sampai hari ini rian belum membalas chat raia. mungkin rian sedang sibuk. raia memahami rian karena pekerjaannya memerlukan banyak waktu untuk mengambil gambar yang bermakna.
Raia terdiam sejenak di sofa ruang tamu. ia membalas pesan dari bos nya.
'Pagi..
saya akan berfikir dulu pa...
terima kasih atas tawarannya' ujar raia pada pa bos dalam pesan.
Raia men chat reina temannya. raia berharap bisa bertemu dengan dewi dan berdiskusi dengannya.
'Rei...' ujar raia di dalam chat
'Lu lagi sibuk ga?' ujar raia
Reina ceklis 2 menandakan handphonennya sedang aktif. raia mematikan sebentar handphoennya dan mengambil beberapa potongan buah untuk mengisi perut yang kosong di pagi hari.
Raia pergi ke dapur dan memotong buah pepaya dan buah semangka yang ia stok dirumah untuk beberapa hari. karena raia malas bila hafus keluar rumah membeli beberapa bahan makanan terus menerus. raia mencuci pepaya dan semangkanya lalu memotongnya menjadi dadu.
setelah itu raia membawa beberapa buah itu ke ruang tamu dan mengecek kembali chat an nya dengan reina. ternyata chatannya sudah di balas.
'yaa?'
'gue lagi santai ko'
'kenapa emangnya?' jawab reina dalam chat
__ADS_1
Raia membalasnya
'Gue butuh saran nih.. gue kan dapet pesan dari bos. katanya gue dapet pilihan buat jadi editor komik dewasa. nah menurut lu komik dewasa bakal laku ga?' tanya raia di chat
Raia mengirim kembali pesan ke reina. butuh waktu 4 menit sampai akhirnya reina membalasnya.
'mmm kalo menurut gue sih lumayan banyak sih peminatnya.. tapi ga sebanyak komik anak anak karena orang dewasa jarang ada yang baca komik dewasa. komik relatenya sama anak anak sih...' jawab reina di chat
Raia membaca pesan reina lalu berfikir sejenak. apa yang di katakan reina memang benar. reina adalah salah satu partner raia yang bekerja sebagai pembuat naskah. reina sudah berpengalaman membuatkan beberapa naskah dengan kontent anak anak maupun dewasa. yang reina hasilkan selalu lebih banyak dalam kontent anak anak. karena anak anak akan relate dengan hiburan komik. sedangkan orang dewasa biasanya terhibur dengan berlibur ke suatu tempat wisata alam.
beberapa saat kemudian raia membalas pesan reina.
'iya juga sih... terus gimana dong menurut lu.. solanya kalo gua naik jabatan gua bakal dapet kenaikan gaji. dan gaji itu bisa bantu bantu gua buat lunasin cicilan mobil dan rumah.' ujar raia
Raia mengirim kembali pesan ke reina. lalu raia menjelaskan ke raia bahwa ia sebenarnya sedang ingin sekali melunasi beberapa cicilan mobil dan rumah.
beberapa saat kemudian reina pun membalasnya.
'mm... kalo gitu mending lu ambil dulu aja deh rai. nanti liat hasilnya kalo banyak yang ngirim panel dan hasilnya bagus dan respon dar pembaca positif kan bisa jadi hal yang bagus. juga bisa nambahin pengalaman lu. gua sih yakin lu pasti bisa dapet komikus komikus yang berbakat dan lu bisa jadiin mereka berkualitas. percaya deh..'
jawab reina di chat.
Raia membaca semua chatan dari reina. hati raia mulai tertegun dan rasa keinginan raia pun muncul. perlahan kata kata reina membuat raia akan memutuskan. menurut raia perkataan reina memang benar. kesempatan ga akan datang 2 kali. jadi raia harus bisa memutuskan dengan baik. raia akan benar benar istiqarah untuk menentukan keputusannya.
lalu raia membalas pesan reina
'ohh gitu ya.... mmm.. gue juga mau sih.. tapi gue masih ragu. daya imajinasi gue lebih menganut ke komika anak anak. gue berhasil mendapat bonus gaji yaa karena basic gue menjadi editor komikus anak anak. gue baru aja pecah telor nih hasil pertama kalinya gue bisa dapet penghargaan kaya gini. ini membuktikan gue memang bisa di bidang ini. dan kalaupun gue harus beralih.. gue maih ragu.. gue masih mau menikmati menjadi editor komikus anak anak. menurut lu apa yang gue putusin bener ga? gue bingung banget sumpah'
ujar raia di dalam chat
Raia mengirim lagi pesan ke reina. pesan yang terkirim ceklis dua. menandakan reina masih on. dan beberapa saat kemudian reina membalasnya.
'menurut gue sih yaa ga salah juga sih pendapat lo.. tapi menurut gue nih ya.. kesempatan itu ga akan datang 2 kali. sedangkan elu udah dapet kesempatan itu. gue sih berharap lu bisa nambahin wawasan lu. ga jauh beda ko ngeeditorin komik anak anak ataupun komik dewasa.' ujar reina membalas chat
__ADS_1
pesan reina membuka perasaan raia. mungkin apa yang raia tulis memang benar. raia memang seharusnya mencoba hal yang baru karena kesempatan ini tidak datang dua kali. kali ini raia membuat keputusan bahwa dia akan mencobanya. raia akan mengambil kesempatan itu. raia selalu berdoa di setiap raia melangkah. bismillah.