
“Ohh yaudah kita beli disitu aja”
“Ayo”
Raia dan reina bergegas membeli keperluan maakan untuk mengunjungi dewi.
Sementara di kantor rian..
“Rian..” panggil arif teman sekantor rian orang riau
“Mmm?” jawab rian yang sedang mengerjakan tugas
“Ini mau pada jenguk rafi.. kau mau ikut?” ajak arif
“Sekarang?” tanya rian
“Iya”
“Udah izin sama bos?” tanya rian lagi
“udahhh”
“yang ikut siapa aja?” tanya rian lagi
“kau, aku, edi, dan wildan”
“oke.. rafi dimana sekarang?” tanya rian
“Dirumah sakit RS Miles” “ku tunggu di mobilku ya” ujar arif
“Ya nanti kususul ini sebentar lagi selesai”
Rian dan raia sama sama menjenguk temannya. Sesudah menjenguk raia kembali pupang kerumah diantar dian.
Malam di depan rumah.
“Thanks ya rei. Udah nganterin gue. Jaga kesehatan jangan sampe sakit juga, sekarang lagi musim sakit. Temen rian juga ada yang saakit” ujar raia pada raia
“siapp.. lo juga jaga kesehatan ya” balas reina
“Iya”..
reina bergegegas pergi pulang ke rumah. Sedangkan raia masuk ke rumah. Raia merasa tubuhnya leengket karena keringat dan ingin segera mandi.
“Mandi dulu deh…. Tapi… sekarang jam setengah sembilam malaam…. Hmm giamana yaa… mandi aja deh” ujar raia
Raia memutuskan untuk mandi.. selesai mandi raia merasa badannya cukup dingin.
“Dingin juga abis mandi.. tadi belum mandi gerah baanget, sekarang abis mandi kedinginan. Serba salah nih” ujar raia pada dirinya sendiri
Raia bergegas untuk tidur. Sedangkan rian dalam peejalanan pulang… rian sampai rumah sekitar setengah 11. Rian masuk rumah dengan perlahan karna tau raia pasti sudah tidur.
“Assalamualaikum…” salam rian dengan suara yang kecil
“wahh udah gelap raia pasti udah tidur.”
“Gerah nih mandi ga ya… mandi aja deh…”
__ADS_1
Rian bergegas membersihkan badannya.
Selesai maandi rian memutuskan untuk tidur.
rIan melijat raia tidur seperti kedinginan. Padahal udah pake selimut
“Raia ko keliatan kedinginan yaa..” rian memegang leher raia “wahh ini sih panas tinggi”
“Duh gimana nih.” Rian cukup panik. Tetapi rian meemutuskan untuk lihat sampai besok.
“Semoga besok raia sudah baikan” doa rian. Rian memutuska untuk tidur.
Besok paginya raia bagun lebih pagi dan merasa tubuhnya lemas dan kepalanya pusing.
“eh udah subuh.. kepala ku ko sakit yaa… yaallah pusing banget”
Raia bergegas mengambil wudhu dan sholat subuh. Selesai sholat subuh rian terbangun dan melihat raia menunduk seepeti sedang menahan sakit kepala.
“Ayy kamu sakit yaa?” tanya rian panik
“Hmmm ngga cuman pusing aja”
“Semalem aku pegang badan kamu panas bangett”
“hah? Emang iya?”
“Iya.. kamu kayanya sakit deh… kita ke dokter dulu yuk hari ini”
“gausah yan… kamu kan ada kerjaan banyak hari ini.. aku biar istirahat aja dirumah”
“iyaa… tapi badan kamu tuh panas banget kita kedokter biar ada obat penurun panas” ujar rian khawatir
“tapi aku khawatir raiaaa” ujar rian serius
“riannn aku ccuman butuh istirahat aja ko kamu mandi dan siap siap yaa sekarang.” Ujar raia merayu
“iya dehh”
Rian bergegas membersihkan diri sedangkan raia memasak telur dengan roti gandum dan beberapa sayurnya untuk makan pagi. Saat selesai memasak raia merasa sangat pusing.
“Yallah aku ko pusing banget yaa… astagfirullah” raia beristigfar
Sementara rian selesai mandi daan menuju ke kmeja makan untuk makan bersama raia.
“Yan makan yan” ujar raia dengan mencoba untuk terlihat biasa saja
“Iya”
Rian makan bersama raia. Raia tau bahwa rian sangat penasaran tetapi dia mencoba untuk tetap terlihat sehat
“Yann… kaamu tau sarah gaa?” tanya raia
“sarah komikus?” tanya rian
“iya”
“Tau kamu pernah cerita dia yang buat cerita tentang alien kan?” ujar rian
__ADS_1
“Betull… sekarang udah mau terbit yang ke 2 loh” jawab raia
“Kamu jaddi editor dia sekarang?” tanya rian
“Iyaaa…”
“Wahh kerennn… dia kan lagi viral komiknya sekarang”
“Iya kann?? Makannya aku bawa pulang tugasnya biar bisa fokus kerjanya” ujar raia
“Keren… kamu emang top” jawab rian
“Hehehe kamu juga yaa semangat kerjanya” ujar raia
“Okee, siap”
Selesai makan rian bersemangat untuk berangkat.
“Aku berangkat ya ay..” ujar rian semangat
“Iya hati hati”
“Assalamualaikum” salam rian
“Waalaikum salam”
Sementara raia membereskan piring makan dan bergegas tidur.
“Kayanya aku harus istirahat lagi deh.”
Raia istirahat di kamar. Ia tertidur sangat lama bahkan hingga malam. Raia terbangun sekitar pukul 19.00 malam.
“ASTAGFIRULLAH udah jam 7 malam ajaaa…”
raia bergegas wudhu dan sholat dengan mengkodo duhur dan ashar. Lalu solat manghrib dan isya.
“allahuakbar” raia mengkodo sholat duhur dan ashar
“Assalamualaikum warahmatullah” raia selesai sholat maghrib
“Allahuakbar” raia sholat isya
Selesai sholat isya raia berdoa dan merasa badannya sudah lebih segar.
“Kayanya aku udah sehat deh.. alhamdulillahh.”
Dan ternyata rian sudah sampai rumah saat itu juga.
“Assalamuakaikum ayyyy” teriak rian di ruang tamu. Raia bergegas kebawah deengan masih menggunakan mukena
“waalaikumsalam. Yan liat aku udah sehat” sambil menunjukan bahwa dirinya sehat
“beneran? Coba sini aku cek” sambil memegang jidat raia “eh iya beneran..”
“Ya kann?? Aku cuman butuh istirahat ajaa…karena prinsip hiddupku ‘kesehatan nomor 1’ hehehe” ujar raia bersemangat
“Aaa senengnya kamu udah sehatt” “nih aku bawain kamuuuu……. AYAM BAKAR bu sarii yang enak itu”
__ADS_1
“Wahhhhh syukur alhamdulillahhh”
Raia dan rian menikmati malam itu sambil menikmati ayam bakar bu sari.