PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 8


__ADS_3

“Oke sini aku bantu gulung” jawab rian sambil membantu raia menggulung kertas.


Selesai menggulung raia mulai mengocok dan menjatuhkan gulungannya.


“Nah sekarang kita ambil satu satu yaa. Aku ini” ujar rian dengan menggambil satu kertas pertama


“aku ini” jawab raia menggambil kertas pertama


selesai menggambil kertas pertama mereka lanjut menggambil kertas ke dua.


“Terus yang ke dua aku ini” ujar rian mengambil kertas ke dua


“Aku ini” ujar raia mengambil posisi kertas paling ujung kanan


selesai mengambil kertas kedua lanjut kertas yang ke tiga


“Yang ketiga kamu duluan deh nih tinggal 2 pilihan” ujar rian


“okee akuu yanggg iniii” ujar raia mengambil kertas yang berada di sebelah kiri


“Aku terakhir yaang ini berarti” ujar rian mengambil kertas terakhir


Selesai itu mereka membuka kertas satu satu


“nahh ayo kita buka satu satu” “aku... pertama dapur. Kamu?” ujar raia


 “aku .. pertama.... kamar depan”. Ujar rian


“Oke kita kerjain dulu bagian yang kita punya. Nanti siapa yamg cepat dia yang dapet scornya oke?” ujar raia


“Okeee” ujar raia


Raia bersiap didapur sementara rian bersiap di kamar depan


“Aku timer in yaa… 1…. 2…3… MULAI” ujar raia


Rian dan raia sangat exited dalam menjalankan tugasnya. Cukup lama mereka mebereskan ruangan. Ruangan dapur yang raia bersihkan jauh lebih berantakan dan lebih besar dari pada ruang kamar depan yang rian kerjakan. Dan karena itu yang menang adalahh rian.


“Yeayy aku selesai duluan. Haha aku menang ayy lihat itu” seru rian


Sementara raia harus mencuci piring. Mengelap. Mencuci wajan yang sungguh memerlukan banyak waktu.


“Ayo raia mana semangatmu membereskan dapur itu” ujar raia


Raia mencoba lebih cepat membereskan area dapur dan akhirnyapun selesai 10 menit setelah rian.


“Huhh luar biasa” raia bergumam cukup lelah


Karena riaan yang menang raia harus meneladeni rian sampe waktu siang. 


“Karena aku menang. Aku minta kamu untuk pijitin kepala aku ya sampe siang.” ujar rian

__ADS_1


“Oke bos rian. Ini hanya awal kekalahan. Kita lihat akhirnya nanti hahaha” ujar raia pasrah


Sekitar 2 jam raia memijiti rian sampai rian tertidur.


"dibagian mana nih bos?" tanya raia pada rian


"di jidat aja ya... jangan pindah pindah" ujar rian pada raia.


Raia memijiti rian sampai rian tertidur dan Raia pun ikut ketiduraan di ruang tamu.


Sampai suara adzan pun berkumandang rian dan raia terbangun.


“Kita ketiduran di ruang tamu!!” ujar raia terkejut


“Iya aku juga. Aku denger suara adzan di mimpiku terus langsung bangun” ujar rian terbangun


“Sama aku juga. Ayo sholat jamaah” seru raia


Selesai wudhu dan sholat jamaah rian dan raia kembali bermain lagi.


“RAIA apakah kamu masih kuatt?” tanya rian memulai peelombaan lagi


“Tentu! Ayo selanjutnya” jawab raia


Raia dan rian mulai membuka kertas ke 2 


“Aku di kamar mandi belakkang” ujar raia


“Aku di ruang tamu” ujar rian


Raia dan rian bersiap di posisinya masing masing.


“Kita mulai yaaa 1…. 2…. 3……” seru raia


Kali ini raia cukup tenang karena kamar di belakaang belum pernah dipakai hanya beberapa perlu di rapihkan seprainya dan dirapihkan barang barangnya. Sedangkan rian harus menyapu, mengelap bagian meja2 yang kotor dan mengepel. Dan juga ada barang barang yang bergeletakan


“YEAY aku menang!!” seru raia setelah hampir setengah jam membereskannya


“Haha mana semangatmu riannn!” ujar raia


Rian tampak masih memberskan barang barang yang belum di bereskan . Dan akhirnya rian selesai 11 menit setelah raia


“Nahh karena aku menang dan aku ingin kamu beli daftar list belanjaan yang udah aku tulis” ujar raia


“Okee sini” jawab rian


Daftar list belanjaan itu meliputi berbagai macam makanan dan minuman di toko yang berbeda beda.


“Ini di toko yang berbeda beda?” ujar rian


“Iya! Ayo cepat berangkat nanti keburu sore. Oh ya totebag ini jangan lupa dibawa ya” jawab raia

__ADS_1


“Ini buat apa?” tanya rian


“Buat naroh belanjaannya. Sekarangkan hemat plastik.” jawab raia


“Okee” ujar rian


Rian bergegas berangkat untuk membeli stok makanan yang disuruh raia. Sementara raia merekam seisi rumah yang telah diberesi oleh mereka. 


“Sekarang aku mau santai dulu ahhh” Ujar raia sambil selonjoran di sofa depan. Dan tak terasa raia tertidur pulas.


Setelah hampirr 2 jam rian membeli stok makanan ia pun kembali.


“Assalamualaikum.. aii ini semua yang kamu tulis persis aku udha beli semua” ujar rian


“Mmmm… waalaikum salam..”jawab ay dengan mata yang masih menutup sebelah dan merefresh konddisi tubuh.


“Sini aku liat…” ujar raia


“Kamu ketiduran ya?” tanya rian


“Iya sebentar…. Baru juga tidur udah bangun lagi” “oke selanjutnya..” jawab raia


“ scor kita sekarang seri. Kamu 1 aku 1 berarti this is our final” ujar rian


“Ayo kita buka gulungan ke 3” ujar raia


Raia dan rian membuka drnga penuh ketegangan


“Woww aku dapet kamar mandi depan.” Ujar rian


“Aku kamar belakang. Kayanya aku bakal menang nih” ujar raia


“Kita buktikan aja siapa yang menang” jawab rian


Rian dan raia muali di posisinya masing masing


“Ayo kita mulai ya 1… 2…3 …. Sekarang!” seru rian


rIan dan raia sangat exited membereskan. Waktu cukup berlalu rian tampak sangat cepat. Raia pun juga saangat gesit. Persaingan semakin ketat karena terya mereka sama sama selesai di waaktu yang sama.


“SELESAI” ujar rian


“kita barengann” ujar raia


“Iyaaa” jawab rian


“oke kalo gitu karena kita barengan berarti kita seri dan sama sama kuat!” ujar raia


Adzan maghrib pun berkumandang


“sholat yuk!” ajak raia

__ADS_1


“Ayuk” jawab rian


Raia dan rian bergegas untuk sholat maghrib berjamaah. Di rumahnya.


__ADS_2