
Suatu pagi di hari sabtu yang cerah seorang pasangan yang baru saja menikah yaitu bernama raia dan rian baru saja membeli rumah di kawasan komplek perumahan yang berisi sekitar 30 rumah.
Pasangan itu bernama rian dan raia. Seorang istri bernama Raia berumur 25 tahun sedangkan suaminya bernama rian yang berumur 27 tahun.
Pasangan ini memilih rumah yang berada di paling ujung perumahan. alasannya agar tidak banyak orang yang lewat lewat di depan rumahnya.
Raia bekerja sebagai editor komik anak anak, sedangkan rian bekerja di kantor berita yang cukup terkenal oleh masyarakat indonesia.
Karena pekerjaan raia sebagai seorang editor komik dia harus mengerjakan dengan tenang dan fokus itu salah satu alasan pasangan ini memilih rumah yang paling ujung.
Pasangan ini cukup islamic dan berpandang dalam islam modern atau yang biasa diebut milenial berislam. dimana berislam yang bertoleransi dan menghargai satu sama lain.
Saat itu rian dan raia sedang duduk di ruang tamu yang hanya beralas karpet tipis bergambar doraemon. rumah mereka belum meiliki apa apa. hanya ada brang barang masak seperti penggorengan, alat kukus dan alat panggang, alat masak, alat mandi seperti sikat gigi dan odol, dan televisi.
Di ruang tamu raia memulai percakapan.
“Yan kita perlu beli tempat tidur, sofa dan meja makan.” ujar raia sang istri kepada rian sang suami
yan adalah panggilan sayang raia kepada rian. raia terkadang memanggil rian dengan panggilan 'ian' sedangkan rian memanggil raia dengan panggilan 'aia'. pasangan ini memang pasangan yang sangat romantis terkadang juga sangat menyebalkan, terkadang.
“Iya, kita beli di toko furniture di perempatan sini” ujar rian sang suami menyarankan
Di dekat perumahan raia ada perempatan jalan besar yang isinya berbagai macam toko. ada toko pembelanjaan bahan makanan, ada toko pembelanjaan furniture, ada juga toko pembelanjaan alat masak. karena perempatan itu cukup besar jadi beberapa toko besar ada di sana.
“Kita mau beli sekarang?" Tanya raia sang istri memastikan
“Iya”. Jawab rian sang suami
"aku ganti baju dulu.." ujar raia
Mendengar rian menyarankan untuk pergi sekarang membuat raia berganti pakaian nya. pakaian yang raia gunakan untuk pergi yaitu dress panjang dengan kerudunh senada berwarna hijau muda. Sedangkan rian memang sudah memakai baju peegi dengan atasan kaos biru dan celana santai warna hitam
"aku udah siap nih.." ujar raia pada rian
Di teras raia dan rian segera menaiki mobilnya dan bergegas menuju toko furniture. karena hanya kendaraan mobil yang rian dan raia punya jadi rian dan raia menggunakan mobil kemanapun mereka ingin pergi.
DI dalam mobil rian dan raia berbicara tentang bayaran perbulan mobil yang belum lama mereka beli. mobil itu adalah hasil dari kerja kerasnya selama bekerja dan di bagi dua hasilnya untuk membli mobil.
“Yan bulan ini kamu yang nyicil mobil ya” ujar raia kepada ian (panggilan sapaan raia kepada suaminya rian)
“Iya” jawab rian singkat
Raia yang sedang mengamati lokasi toko furniturenya di sekitar jalan akhirnya menemukan lokasinya.
__ADS_1
“itu ya tokonya?” tanya raia sambil menunjuk ke toko depan
Toko itu berada di sebrang kanan jalan. itu membuat rian harus memutar membelokkan mobilnya. tokonya hampir saja terlewat
“Eh iya untung ga kelewat” ujar rian dan membelokkan mobilnya ke kenan jalan.
Rian memarkirkan mobilnya di depan toko. Toko furniture ini buka pukul 08.00 sampai pukul 16.00
Raia dan rian turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam toko.
“Kita beli sofa dulu aja” ajak raia meyarankan
“iya” jawab rian
Rian dan raia bergegas masuk dan menuju tempat sofa. Raia sangat antusias terhadap sofa. karena itu raia memutuskan untuk membeli sofa terlebih dahulu.
Di tempat sofa raia dan rian melihat sofa dengan warna yang senada dengan cat rumah mereka.
“Rumah kita kan nuansanya krem dan coklat. Gimana kalo yang ini?” ujar rian berpendapat
Raia mengamatinya dengan seksama.
“Ini lucu juga sih... Tapi bahannya berdebu gitu”. Jawab raia menjelaskan
“emangnya kamu sukanya yang kaya gimana?”. Tanya rian sang suami kepada istrinya penasaran
“Aku sukanya bahan kulit gitu” ujar raia
Raia memilih bahan kulit karena bahan kulit tidak mudah kotor terkena debu. bahan kulit akan lebih awet dan saat kotor hanya perlu di lap dengan kain basah
“Oohhh.. disini kayanya bahan ini semua deh” ujar rian memerhatikan sekeliling
“coba kita tanya masnya” ujar raia
Rian memanggil mas petugas toko yang sedang membereskan furniture furniture kecil di sekitarnya.
“Mas, ini sofanya yang bahan kulit ada ga ya?" Tanya rian ke petugas sofa
“Kalo untuk bahan kulit bentukannya ga ada disini mas, tapi toko kami punya langganan dengan pembuat sofa kulit. Sebentar saya ambil brosurnya dulu” jawab petugas sofa
Petugas sofa pergi untuk mengambil brosur sofa. 5 mnt kemudian dia datang lagi
“Ini brosur jenis sofanya” ujar mas toko sambil memberikan brosurnya.
__ADS_1
Raia dan rian melihat berbagai jenis sofa unik dengan berbahan dasar kulit di brosur
“nahh ini bagus nih. . Aku suka” seru raia sambil menunjuk sofa kulit warna coklat yang unik
Rian melihat sofa yang dimaksud raia
“Wah iya juga” jawab rian dengan melihat bentuk sofa yang sangat unik tersebut
“Cocok sama cat rumah kita kan? ini aja yaa...” tanya raia senang
“Iya” jawab rian
Rian memanggil mas toko untuk memesan sofa yang raia inginkan.
“Mas ini kalau mau pesen hubunginya ke toko ini?” tanya rian
“Iya mas langsung hubungi nomor di bawahnya aja” jawab petugas toko
“Oke mas terima kasih ya” ujar raia
“Iya sama sama” jawab petugas toko
Rian dan raia merasa cukup puas karena mendapatkan sofa cantik bahan kulit selanjutnya rian dan raia bergegas menuju ke bagian tempat tidur.
Raia melihat kasur yang cukup lebar di bagian kasur.
“Yan kita butuh kasur yang lebar 2 meter aja kali ya?” tanya raia ke ian menyarankan
“Aku maunya yang 2.5 meter” ujar rian
“Loh ga kegedean?” tanya raia lagi
“Kegedean sih tapi gapapa kan enak kalo lebar” jawab rian dengan pasti
Rian menyukai kasur yang lebih besar.. karena rian bisa tidur dengan bebas. rian terbiasa tidur dengan berbagai jenis gaya.
“Harganya lumayan loh yan” ujar raia sedikit tidak setuju setelah melihat harga kasurnya yang lumayan mahal dan lebih dari budget yang telah di tentukan
“Iya.. gapapa aku punya tabungan yang cukup” jawab rian percaya diri dengan uang tabungannya.
“ohh gitu” ujar raia membalas
Raia memanggil mas penjaga toko yang sedang berdiri di sampingnya.
__ADS_1