PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 5


__ADS_3

Sabtu siang yang cerah dan berawan. matahari menyinari bumi dengan teriknya yang hangat dan menyengat. Sore ini adalah sore dimana raia dan rian sebelumnya membeli barang barang untuk memenuhi kebutuhan rumahnya.


Raia dan rian membereskan barang barang yang belum selesai di bereskan. seperti beberapa pakaian yang masih berserakan di atas koper. beberapa alat makeup raia yang masih berada di koper. beberapa alat alat kerja raia yang masih berserakan di lantai kamar. alat alat dapur yang belum digantung dengan rapih. dan beberapa barang kamar mandi yang belum tersusun rapih. buku buku juga masih belum rapih tersusun.


Rumah yang tadinya masih sangat kosong hanya ada karpet kecil berada di depan TV sekarang sudah terisi dengan barang barang baru. Raia bersyukur bisa membeli semua barang barang itu karena baginya itu sebuah pencapaian atas kerja kerasnya selama ini.


"Alhamdulillahh... rumahku sekarang udah terisi.. memang baru beberapa barang sih... tapi alhamdulillah aku bisa membeli barang barang ini dengan hasil kerjaanku selama ini" ujar raia bersyukur


"dan atas bantuanku juga ayyy" ujar rian yang datang dan menyambung ungkapan raia.


"iyaa... sama kamu juga..." ujar raia pada rian sambil tersenyum


Barang barang yang sudah di beli tersusun rapih sesuai tempatnya. raia dan rian memasang seprai di kasur baru yang mereka beli. seprai itu adalah pemberian dari mama raia saat mereka bulan madu dulu. Raia tidak memiliki banyak seprai dia bahkan hanya memiliki 1 seprai pemberian ibunya.


"untung mamah kasih aku seprai. seprai yang mamah kasih emang bagus. mamah selalu tau yang aku butuhkan" ujar raia sambil memasang seprai di kasur raia dan rian.


Raia dan rian membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk membereskan barang barang kecil yang masih belum memiliki tempat. Kerja sama dan pembagian antara rian dan raia yang membuat mereka cepat selesai.


"ayy... aku udah selesai nih beresin koper" ujar rian pada raia


"iya aku juga nih udah mau selesai" ujar raia pada rian


Selesai membereskan barang barang raia dan rian merasa perutnya cukup lapar.


"laper nih... masak apa yaa" ujar raia sambil menuju ke dapur


Saat raia mengecek ke dapur dan melihat belum ada bahan makanann. Beberapa waktu kemudian raia baru sadar kalo ternyata rumah mereka belum memiliki gas untuk masak.


"Yan.. kita belum punya gas loh buat masak." Ujar raia mengingatkan ke rian


Rian sedang rebahan di kamar sehabis membereskan beberapa barang barang koper miliknya


"Oh iya lupa... disini kita beli dimana ya?" Tanya rian


"Aku juga ga tau deh.... Kita tanya tetangga sebelah ajaa..." ujar raia


Raia memakai jaket untuk menutupi baju tidurnya dan membawa handphone untuk nanti menyimpan nomor tetangganya.


Raia bergegas mengambil kerudungnya dan mengunjungi tetangga sebelahnya. posisi rumah raia yaitu paling ujung di komplek perumahan tersebut sehingga ia hanya dekat dengan satu satunya tetangga sebelah rumahnya. sesampainya di depan rumah tetangganya raia mengucapkan salam.


"Permisi...." ujar raia di depan rumah tetangga


raia melihat rumah tetangga nya itu penuh dengan banyak pakaian yang sedang di kemas.

__ADS_1


raia berfikir mungkin ia berjualan pakaian anak anak. raia melanjutkan mengetuk pintu dan memanggil lagi.


"permisi...." ujar raia lagi mengetuk pintu rumah


Tidak ada jawaban dari penghuninya. raia mencoba mengetuk lagi karena pintunya sedang terbuka


"pemisi assalamualaikum..." ujar raia dengan nada agak tinggi


beberapa detik kemudian penghuninya keluar.


"iyaa... waalaikumsalam... ada apa yaa?" tanya bunda rio pada tamu di luar


"Misi Bu... saya raia dari tetangga sebelah" ujar raia


"ohh.. iyaa.. ada apa yaa?" tanya tetangga


"... saya biasanya dipanggil bunda rio" jawab bunda rio tetangga sebelah


Raia yang melihat bunda rio juga memakai kerudung itu menandakan bunda rio adalah muslim. dari nada bicaranya sedikit ada bahasa padang. raia langsung bisa menebak bahwa bunda rio pasti orang padang.


"Iya bunda rio. Mau nanya kalo beli gas dimana ya?" Tanya raia


"Saya biasanya di pesan antar. Saya ada kontaknya raia mau?" Tanya bunda rio


“Iya… saya ambil handphonenya dulu ya nomornya di handphone.. kamu duduk dulu aja nih disini” ujar bunda rio sambil memberikan kursi untuk raia duduk


“Iya” jawab raia


Bunda rio masuk ke dalam rumah untuk mengambil handphonenya.. Beberapa menit kemudian bunda rio keliar dengan membawa handphonenya


“Raia bawa handphone kan?” tanya bunda rio


“Bawa bunda” jawab raia


“ini nomornya saya bacain ya..." ujar bunda rio sambil membuka handphonennya


" Nomornya kosong depalan lima lima dua dua dua tiga tiga tiga” ujar bunda rio sambil mengeja kata demi kata


Raia mencatat nomornya dan menyimpannya di kontak hpnya.


“nama pemiliknya siapa ya?” tanya raia


“Pa rudi..” jawab bunda rio

__ADS_1


“Oke..” ujar raia


“ Pa rudi bisanya di telfon. Kalo di sms suka ga di bales” ujar bunda rio


“Ohh gitu… oke dehh” jawab raia


“Oh ya sama kalo mau mesen bilang aja tetangganya bunda rio” ujar bunda rio


"iya... kalo nomor bunda rio aku boleh minta ga ya?" tanya raia ke bunda rio


"ohh boleh boleh... nih nomorku kosong depalan lima tujuh delapan satu satu tujuh dua empat enam enam" ujar bunda rio mengeja nomor telfonnya


“Okee… makasih ya bunda rio..” jawab raia


"Sama sama" ujar bunda rio


"Asslamualaikum" salam raia sambil berlalu pergi


"waalaikumsalam" jawab bunda rio


Raia bergegas kembali kerumah setelah mendapat nomor bang galon dan nomor bunda rio tetangganya. Dirumah Raia langsung menelfon pa rudi untuk memesan gas karena raia sangat ingin masak. raia ingin mencoba memasak d rumah barunya.


*tuuttt* suara raia menelfon pa rudi


"Assalamualaikum, ini pa rudi yang punya gas bukan ya?" Ujar raia di telfon


"Saya raia tetangga sebelah bunda rio" ujar raia di telfon memperkenalkan diri


"saya pesen gas yang besar 1 sama galonnya 1 ya pa" ujar raia di telfon memesan


"Iya.. rumah saya di sebelah rumah bunda rio. sebelah kanan rumahnya bunda rio. Terima kasih yaa sebelumnya" ujar raia di telfon


Raia mematikan telfon. selesai menelfon raia segera membereskan tempat gas dan galon agar pa rudi bisa dengan mudah memasang gas yang sudah disediakan tempatnya.


Beberapa menit kemudian pa rudi datang dengan membawa aqua dan galon.


“Permisi assalamualaikum..” salam pa rudi dari depan pintu


“Waalaikumsalam…” jawab raia yang masih di dapur dan segera menuju keluar rumah


Raia menggambil kerudung dan keluar menemui pa rudi di depan rumahnya yang membawa galon dan gas dengan motor boxnya. galon dan gasnya posisinya di taruh di belakang di atas box.


“Ini rumahnya bu raia ya?” tanya pa rudi ke raia

__ADS_1


__ADS_2