PASANGAN MILENIAL

PASANGAN MILENIAL
Bagian 15


__ADS_3

Hari ini hari selasa dengan cuaca hujan lebat. awan awan berkumpul dan berubah warna menjadi gelap tanpa cahaya. air deras turun dari atas aaal memandakan hujan lebat akan berlangsung. Raia dan rian sedang tidak melakukan apa apa dirumah. hanya menonton sebuah film lama tentang kisah romantis pasangan yang berpacaran selama 10 tahun tetapi akhirnya tidak jadi menikah. raia menangis melihat film itu. Rian tidak terlalu mengikuti arus film itu. Rian menonton film sambil memainkan handphone nya.


Selesai film Raia berinisiatif untuk belajar membuat kue. Raia terinspirasi membuat kur sehabis melihat iklan kue di sosmednya. raia mengikuti banyak akun yang membuat kue. raia merasa terpacu untuk membuat sesuatu yang belum pernah ia coba.


Raia berfikir akan membuatnya diurmah saat ini juga Karena ia cuti untuk bekerja dan membawa pekerjaannya ke rumah selama tiga hari ke rumah. bos raia mengerti karena pekerjaan menjadi seorang editor tidak lah harus ke kantor setiap saat. hanya perlu ke kantor saat naskah sudah dikirim atau saat ads rapat penting dengan sang komikus.


Selesai melihat lihat kue di sosmednya raia menghampiri rian yang sedang mengerjakan pekerjaannya di kamar.


“Yann anterin aku beli bahan bahan kue yuk!” ajak raia ke rian


Rian yang sedang mengerjakan tugasnya menoleh ke arah raia


“Kamu mau bikin apa memangnya?” tanya rian penasaran


raia sempat bingung mau membuat kue apa karena ini pertama kalinya raia membuat kue. raia ingin membuat kue yang simple.


“aku mau bikin kue pancong sama croissantaja deh" jawab raia


Rian baru mendengar kata kue pancong. rian bertanya ke raia.


“Kue pancong itu apa?” tanya rian tidak tau


“Itu loh kue anak muda zaman sekarang, kaya pancake gittu bahannya tapi ini namanya pancong, terrus nanti ada komponennya bisa keju atau coklat” jawab raia


Setelah mendengar penjelasan raia. rian jadi tau apa itu kue pancong


“Oohhh kamu mau beli bahannya sekarang?” tanya rian


“Iya… ayuk anterin.. aku siap2 dulu ya” ujar raia


“oke”


Raia bersiap siap untuk membeli bahan bahan membuat kue. Raia menggunakan dress style warna merah dengan hijab segitiga yang di bentuk menjadi hijab stylish berwarna merah muda. dan membawa tas kecil yang berisi dompet dan handphonenya. sedangkan rian memakai kaos berwarna putih polos dengan celana panjang balon panjanh berwarna putih juga dan hanya membawa handphone nya saja .


“kamu mau beli di mana emangnya?" tanya rian

__ADS_1


“Mmm disini toko kue dimanaa ya?” tanya raia kembali


“Nah itu aku kurang tau. Coba tanya tetangga sebelah aja.. kamu punya nomornya ga?” tanya rian


“ngga” jawab raia polos


raia lupa bahwa ia pernah menyimpan nomor tetangga sebelahnya.


“atau coba tanya pa rudi, kamu punya nomornya kan?” saran rian


“Oh iya … sebentar ku telfon” ujar raia sambil memeriksa ponselnya


pa rudi adalah penjual galon yang dikenalkan oleh tetangganya.


“assalamualaikum pa rudi…." salam raia di telfon "Ini saya raia yang tinggaal di komplek perumahan." ujar raia di telfon


"iya mau nanya, di sekitar sini toko bahan kue dimana ya?.... oohh jarang ada ya?


Oke deh pa terima kassih ya pa sebelumnya. Assalamualaikum” ujar raia sambil menutup telfon


“Gimana ay?” tanya rian penasaran


“Oohh gitu." ujar rian sambil mendengarkan


" Yaudah ayo kesana” ajak rian


“Oke”


rian memanaskan mobil dan raia masuk dan duduk di bangku depan. mereka beegegas menuju supermarket terdekat. perjalanan menuju supermarket tidak terlalu jauh. hanya sekitar kurang lebih 800 meter. tapi karena di daerah komplek perumahan raia rata rata menggunakan kendaraan mobil. jadi raia dan rian menggunakan mobil untuk menuju kesana.


sesampainya di supermarket rian memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam supermarket


“Kamu mau beli apa aja biar aku bantu cari” tanya rian


“Aku mau beli tepung terigu yang hard terus gula, margarine, terus….” ujar raia sampai akhirnya dipotong pembicaraannya

__ADS_1


Belum selesai raia menjelaskan rian memotong.


“Mmm gini aja. " ujar rian menyarankan


"Kita bagi 2 ya. Daftar belanjaannya di robek bagi 2. Naahh yang ini aku, yang ini kamu” ujar rian langsung memotong


“Oke” jawab singkat raia


rian dan raia berpisaah mencari bahan makanan. rian mencari bahan makanan gula, dan tepung yang berada di daerah sebelah timur supermarket. sedangkan raia mencari sisanya seperti susu, mesis dan sebagainya.


“Gula mana ya gula…” tanya rian sambil mencari gula di deretan rak.


"Mmm ini dia” sambil mengambil gula halus “terus tepung mana yaa. Wahh banyak banget nih jenis tepungnya. Yang mana nih, yang ini kali yaa gambarnya ada kuenya.” ujar rian Sambil mengambil jenis tepung yang soft


Sementara di tempat raia. raia telah mendapat beberapa jenis bahan yang diperlukan. raia sudah melihat bentuk dari bahan yang akan dimasak dari sosmes yang ia lihat tadi. hanya tinggal mencari bahan margarine saja.


“Nah tinggal margarine nih yang belum. " uhar raia sambil mencari margarine di daerah rak margarine.


"Nah ini dia" ujar raia mendapatkan bahan yang ia temui . "Selesai deh” seru aia hampir selesai mencari bahan


Rian dan raia bertemu di depan kasir. Raia cukup terkejut karena rian bisa cepat juga mengenal bahan bahan makanan untuk di buat. raia merasa cukup bangga dengan rian.


“Yan kamu udah? Cepet juga” tanya raia terkejut


“Iya donggg… “ ujar pede rian


Raia melihat bahan bawaan rian di dalam keranjang


“Loh yan.. ini kan tepung yang soft, sama ini kan gula halus bukan gula pasir” ujar raia sambil melihat bawaan rian


“Iya kan gambar di tepungnya ada kuenya jadi aku ambil aja yang ini. Terrus ini kan gula gula juga yang penting rasanya manis kan?” tanya rian


“Yannn kita harus ikutin sama resepnya.. gulaanya bukan yang inii tapi gula pasir yang biasa, terus ini tepungnya juga tepung yang hard.” jawab raia pasrah


“Aku ga ngerti deh” ujar polos rian

__ADS_1


“Sini biar aku yang ganti, kamu ambil dimana tepungnya?” tanya raia dengan sedikit kesal


“Disana..” ujar rian sambil menunjuk lokasi rak tempat ia mengambil tepung terigunya.


__ADS_2