Pedang Suci

Pedang Suci
Permulaan


__ADS_3

Seorang remaja berusia 18 tahun yang hendak lulus dari bangku sekolah sma. Sedang menjalani kehidupan sehari-harinya yang menyebalkan disekolah tersebut, remaja tersebut bernama Kazuta Troyard. Dia beranggapan kehidupan sekolahnya begitu kejam baginya karena ia selalu di buly oleh teman-temannya.


"Hei Kazuta! hari ini kau membawa uang jajan yang banyak ya, boleh aku mengambil uang itu?" Kata preman sekolah bernama iqbal.


Ia bersama teman-teman preman sekolahnya saling membulinya setiap hari.


"Tak kusangka hidupku akan jadi bulan-bulanan temanku di sekolah." Pikir Kazuta(Dèngan wajah lemas).


Ia selalu menyendiri dan berada duduk dibangku bagian belakang saat berada di kelasnya


Tambah parahnya lagi ia di jauhi oleh teman sekelasnya tanpa adanya sebab yang jelas.


Keesokan paginya Kazuta berangkat lebih awal agar tidak ke tinggalan angkutan umum.


Sesampainya di sekolah, saat ia berjalan melewati pagar sekolah. Tak disangka iqbal dan teman-temanya sudah menunggu di halaman depan kelasnya.


"Hmm, itu dia yandi ayo kita kerjain dia." ucap Iqbal kepada teman-temannya.


"Oke siap, itu mah gampang." Ucap saiful salah satu teman iqbal.


Melihat iqbal dan temannya menghapirinya, Kazuta yang saat itu berada di depan gerbang sekolah hendak ingin menghindar dari meraka.


Namun, tiba-tiba bel berbunyi tanda waktu pembelajaran akan dimulai.


Mengetahui hal itu iqbal dan temannya membatalkan niatnya untuk membuly.


"Ahh syukurlah, sepertinya mereka membatalkan niatnya." Ucap Yandi.


Akhirnya Kazuta melangkah menuju ke dalam kelas.


Sesampainya di tempat duduknya, ia merasa senang sekali bisa lolos dari aksi buly mereka.


Tak lama kemudian guru pun datang untuk memberi materi pembelajaran.


"Anak-anak cepat bukalah mata pelajaran saat ini." Ucap guru dengan nada tegas.


"Gawat bukankah saat ini ada PR, aku lupa mengerjakannya." Ucap Kazuta.


Guru pun memeriksa satu persatu buku milik muridnya-muridnya.


Giliran untuk mengecek buku Kazuta pun tiba.


"Ayo!! Mana cepat buka bukumu sekarang. Tunjukan tugas harian yang pak guru kasih kemarin."


Sambil berpikir-pikir, "Anu pak, maaf buku tugas saya ketinggalan dirumah."


"Kamu mencari-cari alasan lagi ya."


"Tidak pak, buku saya benar-benar ketinggalan."


"Jangan mencari-cari alasan lagi, kamu tahu kan hukuman bagi murid yang tidak menyelesaikan tugas harian yang bapak berikan."


"Iya, pak!."


"Kalau sudah tahu, cepat sekarang keluar dari kelas ini."


Sambil diteriaki oleh anak-anak preman di kelasnya.


Ia pun berjalan menuju keluar kelas untuk menerima hukuman yang diberikan guru.


Saat ia tengah menerima hukuman yaitu berupa hormat dibawah tiang bendera.


Tiba-tiba datang seorang siswi yang berjalan melewatinya.


Lalu tidak disangka-sangka siswi itu berubah arah menuju kearahnya.

__ADS_1


Dan berbisik, "Apa kau sudah melakukan hal bodoh,sampai harus dihukum."


"Tidak, aku hanya dihukum karena masalah kecil."


"Benarkah, tapi dari yang aku lihat tidak seperti itu."


"Memangnya siapa dia, sampai harus mengurusi masalah orang lain." Berbicara dalam hatinya.


"Baiklah aku akan pergi."


"Tuggu, ngomong-ngomong siapa namamu."


"Nama, namaku Aiko Takiko."


"Aiko Takiko namamu seperti berasal dari eropa, apa kau berasal dari luar negeri?."


"Kau pintar juga ternyata, kupikir kau hanya anak bodoh yang kerjanya dihukum terus."


"Iya aku berasal dari eropa, lebih tepatnya eropa bagian barat yaitu negeri inggris."


"Aku, mendapatkan beasiswa untuk belajar diluar negeri."


"Wah, ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang dari negeri eropa." Dengan ekspresi senang diwajahnya.


"Kalau begitu aku pergi dulu,lagi pula aku tidak ingin berlama-lama dengan anak nakal sepertimu."


"Haa,ternyata hanya tampangnya saja yang cantik tapi hatinya buruk"


"Sepertinya aku tertipu dengan wajah manisnya."


Wanita itu lalu pergi dan meninggalkan yandi yang sedang menerima hukuman dari guru.


Bel pun berbunyi mendakan waktu istirahat dimulai.


"Haa, akhirnya selesai juga waktu hukumanku."


"Selanjutnya, aku tidak akan lupa untuk mengerjakan pr nya."


Di saat Kazuta sedang istirahat, tiba-tiba iqbal serta teman-temannya datang menghapirinya.


Mereka hendak merampas dan membuly nya.


"Hmm, ini saatnya kita untuk melanjutkan rencana kita yang gagal tadi."


"Haa, bukan kah itu iqbal dan teman-temannya."


"Untuk apa mereka kemari."


"Hmm, jangan-jangan meraka kemari untuk menghajarku."


Melihat dirinya terancam Kazuta pun bermaksud untuk melarikan diri dari tempat itu.


Namun disaat ia hendak melarikan diri, nampaknya teman-teman iqbal yang lain sudah menunggu di belakangnya.


Menyadari hal itu yandi pun tidak memiliki pilihan lain selain pasrah.


"Sial, aku terpojok."


Disaat Kazuta hendak di hajar oleh iqbal dan teman-temannya.


Tiba-tiba gadis yang berbincang dengannya pada waktu ia menerima hukuman tadi pagi.


Datang membantunya untuk melarikan diri dari sana.


"Hei kau, cepatlah kesini."

__ADS_1


"Haa, siapa sedang bicara denganku ya."


"Dasar bodoh, ini aku cepat."


"Hmm, sedang apa kau kemari." Ucap Kazuta.


"Sudahlah, ayo cepat bodoh jangan banyak bacot." Sambil menarik kazuta lolos dari sana.


Setelah meraka rasa cukup aman. Mereka berhenti dan istirahat sebentar. Dan berbincang-bincang satu sama lain.


"Tidak kuduga, kau yang menyelamatkaku."


"Kukira kau hanya gadis yang sok cantik dan hanya ingin menginaku." Ucap Kazuta.


"Dasar, kau ini memangnya laki-laki apa sampai harus diselamatkan olehku."


"Bukankah kau seharusnya melawan mereka."


"Kau bodoh mereka ada banyak sedangkan aku sendiri."


"Bukankah kau bisa mengajak mereka untuk duel satu lawan satu."


"Tidak, anak seperti mereka mana mungkin bisa di ajak berbicara."


"Lalu kau mau apa, pasrah akan keadaamu."


"Entahlah, aku tidak memikirkannya."


"Kau ini." Dengan wajah resah.


"Aku tidak menyangka, kau baik juga ternyata orangnya."


"Bukan begitu, aku hanya reflek saja melihat ada anak yang disiksa."


"Jadi, kau tidak perlu berpikiran seperti itu."


"Oh iya, karena kau sudah menyelamatkanku bagaimana kalau kita menjadi teman."


"Hee!! Teman, kau sudah gila mana mungkin kita berteman." Ucap aiko.


"Surah kuduga, dia akan mengatakan itu."


"Baiklah, kalau kau tak ingin menjadi teman."


"Tapi, aku tetap akan mengucapkan banyak terima kasih padamu.o


"Oke lah kalau begitu, kuterima tanda terima kasihmu."


"Aku akan pergi dulu."


"Masih ada banyak hal yang harus aku selesaikan dan nampaknya mereka sudah tidak mengikuti kita lagi."


"Baiklah."


Dengan begitu Aiko dan Kazuta pun berpisah di tempat tersebut.


Aiko menuju ke perpustakaan sedangkan Kazuta mencoba untuk memeriksa keadaan untuk kembali ke kelasnya.


Setelah memeriksa kelasnya cukup aman, ia pergi dan duduk di tempat duduk halaman kelasnya.


Sembari menunggu bel berbunyi untuk memulai pelajaran berikutnya.


Sampai bel tanda masuk berbunyi tidak ada gangguan dari anak-anak yang mengganggunya tadi.


Ia pun masuk dengan perasaan tenang untuk memulai pelajaran yang terbuang tadi, gara-gara skors dari guru. Hal itu sedikit membuatnya frustasi.

__ADS_1


__ADS_2