Pedang Suci

Pedang Suci
Volume 8 - Akhirnya kumengetahui tentang namanya


__ADS_3

Sekitar beberapa jam, akhirnya aiko pun sadar. aku pun bertanya padanya.


"apakah kau baik-baik saja."


"iya, aku tida apa-apa sekarang."


"terima kasih, karena sudah telah menyelamatkanku."


mendengar hal itu dari mulut aiko, aku pun langsung memalingkan wajahku karena malu.dan mencoba berkata bahwa ini bukan apa-apa.lagipula dirimu juga sudah menyelamtkanku berkali-kali.


"yah, kau ada benarnya juga." ucap aiko.(masih dengan sifat teposnya).


"ya, kurang lebih seperti itu."


aku pun menawarkan untuk meminum obat yang sudah ku siapkan.aiko pun menerima obat yang kuberikan dangan senang hati.


"ternyata ia memiliki sisi lembut juga." ucap Kazuta.


"hmm...., ada apa kau menatapku terus?." ucap aiko.


"emm....!tidak, tidak apa-apa aku hanya melihat nyamuk tadi di sekitarmu." ucap Kazuta(membuat alasan agar aiko tidak menaruh curiga padanya).


"kau berbohong padaku ya, mana ada nyamuk tadi." ucap aiko.


"eng....! tadi benar-benar ada, kau saja yang tidak melihatnya tadi."


"ha...! baiklah-baiklah aku mengerti,memangnya kau tidak masuk ke kelas, bukan kan sekarang sudah waktunya jam pelajaran dimulai." ucap aiko.


"kalau itu sih aku sudah mendapatkan izin dari guru, mereka bilang aku boleh menunggumu sampai kau sudah sadar."


"lagipula,bukankah aku terseret dalam masalah ini karena dirimu." ucap Kazuta.


"ha...! apa maksudmu bukankah aku yang seharusnya bilang begitu."


"dengar ya, kalau kau tidak terpancing oleh ucapannya dan tidak datang ke gudang tua semua ini tidak akan terjadi." ucap aiko.


"apa..., jadi maksudmu semua ini salahku." ucap kazuta


"bukankah itu sudah jelas." ucap aiko.


kami pun saling menyalahkan satu sama lain,dan pada akhirnya keributan mereka berhasil ditenangkan oleh penjaga UKS yang baru saja datang dari dari kantor untuk menyelesaian tugasnya.

__ADS_1


"tenang-tenang, kenapa kalian tiba-tiba jadi ribut begini?." ucap petugas UKS.


"dia yang dulan pak yang memulainya." ucap Kazuta.


"ha...! kau pikir aku akan memulai masalah dengan laki-laki yang kekanak-kanakan sepertimu?." ucap aiko.


"apa kau bilang, nenek sihir." ucap Kazuta(dengan ekspresi kesal).


"nenek sihir katamu." ucap aiko


"ya itu benar, kau memang mirip seperti nenek sihir."


"tarik kembali kata-katamu Kazuta, jika tidak." ucap aiko(mengancamku untuk menarik kata-kataku kembali).


"jika aku tidak mau,memangnya kenapa. kau harus memohon dan minta maaf padaku jika ingin aku menarik kembali kata-kataku." ucap aiko.


"hmm....! memangnya kau tidak tau rasanya, jika aku sedang marah."


"aku tidak tau, tapi mungkin kau hanya akan menangis dan memohon padaku." ucap kazuta


"ho-ho....! baguslah kalau kau memang tidak tau, karena sekarang akan ku beri tahu bagaimana rasanya jika aku marah." ucap aiko.


"haa....." Kazuta(menoleh kearah aiko untuk memastikan).


"tenanglah jangan ribut,lagipula kalian cukup serasi. apakah kalian pacaran?." ucap petugas UKS.


"apa,itu tidak mungkin guru.dengan laki-laki yang sifatnya kekanak-kekanakan sepertinya." ucap aiko.


"dengan si nenek sihir ini aku pacaran, bapak sedang bercanda ya,itu mustahil." ucap kazuta.


"hmm...., kukira kalian sedang bercaran, karena bapak melihat kalian akhir-akhir ini sangat dekat dan saling menjaga satu sama lain."


"apa....! dekat, bapak mengira aku dekat dengan dia. asalkan bapak tahu, dia yang selama ini terus mengganguku dan aku selalu terseret kedalam masalahnya." ucap aiko dengan ekspresi sinisnya.


"apa kau bilang, jangan seenaknya ngomong dasar nenek sihir." ujar Kazuta tidak terima dengan perkataan aiko.


"aku hanya menceritakan kebenarannya." ucap aiko bersikap santai dengan masih memperlihatkan sikap sinisnya.


"sudah-sudah! kalian ini bukankah teman, sudah sewajarnya kalian saling menjaga, bapak mengerti hal itu."


"jadi sekarang bapak minta sebaiknya kalian saling minta maaf."

__ADS_1


"atau bapak akan skors kalian dengan alasan membuat keributan di dalam ruangan." ujar guru petugas uks.


"ha...." ucap aiko.


"apa....." ucap Kazuta.


"baiklah, kalau begitu.lagipula jika ini terus berlanjut maka ini tidak aka berhenti."


"hmm...., jadi kau memiliki sisi dewasa juga ya, baguslah." ucap aiko.


kami pun saling memaafkan atas keributan tadi yang kami lakukan, dan kami pun kembali ke kapas kami masing-masing untuk melanjutkan pelajaran yang sudah tertunda tadi. pada saat aku di kelas aku mengetahui bahwa iqbal dan lainnya sudah sadar dan mereka diskors oleh guru karena kerusakan yang terjadi di gudang tua.aku pun beruntung tidak terseret terkena skors juga, namun aku dengar sepertinya iqbal membicarakan kepada guru bahwa aku juga terlibat dalam masalahnya di gudang tua. tapi untungnya guru yang mendengar pernyataan iqbal dan lainnya tidak menggubris dan tidak percaya bahwa aku juga ikut terlibat karena disaat waktu kejadian guru tersebut hanya melihat iqbal yang tertidur karena sihir ilusi ku dan juga teman-teman yang sepertinya mencoba membangunkannya. tapi itu mustahil bisa di bangunankan sebelum efek sihirnya hilang. aku pun bisa menerima pembelajaran dengan tenang diruangan kelas tanpa ada gangguan dari iqbal dan temannya.


bel terakhir pun berbunyi tanda waktu pembelajaran di sekolah telah habis, dan waktunya bagi para murid untuk melanjutkan pembelajarannya esok hari. dengan ini aku bisa pulang dengan tenang tanpa rasa khawatir akan iqbal yang akan memberhentikanku saat dalam perjalanan pulang kerumah.saat hendak pulang ke rumah, aku mampir terlebih dulu ke toko kue untuk membeli kue kesukaan adik perempuanku untuk hadiah karena ia lulus dengan nilai terbaik di sekolanya, saat ini adikku telah lulus pada tingkat sekolah dasar lalu ia bilang inginan untuk melanjutkan smp harapan bangsa yang merupakan smp terbaik di kotaku. aku pun senang adikku mendengarnya karena itulah aku ingin memberikannya hadiah spesial untuknya agar ia senang.lalu pada saat aku hendak keluar dari toko kue itu secara tidak sengaja aku melihat gadis yang waktu itu aku suruh sembunyi dilancarkan agar tidak ada yang salah paham terhadapku. aku pun terkejut saat melihatnya berjalan dengan santainya, aku pun lalu datang menghamprinya.


"ha…, bukan kan ia adalah gadis yang ada dirumahku, kenapa dia ada di sini."


"apa dia tidak tahu situasinya saat ini." ucap Kazuta.


"hei…! kau, sedang apa kau berjalan-jalan kemari." ucap Kazuta.


"aku hanya ingin keluar dari rumahmu secepat mungkin, aku sudah menunggu lama tapi kau tak kunjung datang untuk memberitahuku." ucap gadis itu.


"sial, aku lupa soal itu."


"maaf-maaf, aku mengaku salah soal itu. aku lupa memberitahumu."


"lalu bagaimana kau bisa lolos tanpa diketahui ibukku." ucap kazuta.


"itu mudah saja, aku hanya menunggunya sampai ibumu keluar dari rumah." ucap gadis itu.


"ho…, cerdik sekali gadis ini!."


aku pun teringat kalau aku sama sekali masih belum mengetahui namanya,aku pun penasaran untuk menanyai namanya saat ini juga.


"aku masih belum mengetahui namamu, kalau boleh tahu memangnya siapa namamu dan dari mana kamu berasal?."


"sepertinya, sudah saatnya aku memberi tahu namaku."


"perkenalkan, namaku sarah." ucap gadis itu (yang ternyata mempunyai nama sarah).


"sarah lindewild." ucap sarah.

__ADS_1


akhirnya pun aku mengetahui kebenaran tentang namanya itu.


"sarah, sarah lindewild." ucap kazuta.


__ADS_2