
"Jika telat sedikit saja, aku tak akan mampu menemukan lokasi Aiko sekarang."
Kazuta mencoba membuntuti iqbal lebih dekat, namun karena kurang hati-hati kaki kazuta tidak sengaja menyenggol meja yang ada disebelahnya, suaranya cukup kencang sehingga membuat iqbal curiga dan menengok kearah meja tersebut.
Iqbal mencoba mendekatinya namun suara aiko telah mengalihkan perhatiannya, tampaknya aiko sedikit demi sedikit mulai sadar. Alhasil Iqbal yang mendengarnya berusaha membuatnya tertidur kembali menggunakan sihirnya.
"Sepertinya aman sekarang!"
"ini sudah yang kedua kalinya aiko menyelamatkanku bahkan dengan kondisinya yang sekarangpun."
Kazuta pun perlahan mulai berdiri dan mengintip iqbal dari sudut ruangan.
"Tapi tenang saja, karena kali ini aku yang akan menyelamatkanmu."
Kazuta pun melangkakan kakinya menuju Ruangan penuh cahaya lilin yang berada di sekitar tempat itu, tepat ditengah-tengah cahaya lilin tersebut terlihat Iqbal yang tengah menggendong Aiko yang tertidur di pundaknya.
Kazuta melangkah selangkah demi selangkah, dia mencoba selangkah lebih dekat lagi dengan membelakangi iqbal. Tampaknya iqbal belum menyadarinya, namun tampaknya hal itu diketahui oleh anak buahnya bernama angga dia tak sengaja melihat pergerakan kazuta.
Dengan cepat kazuta langsung bergerak mundur kebelang agar tak diketahui keduanya, ternyata iqbal menyuruh angga untuk menghampirinya "Tampaknya hanya mereka musuhku
Kazuta memang merasakan ada 2 orang disekatar tempat tersebut, kazuta bisa merasakannya dengan sehir pendeteksinya yang dia pelajari setelah berhasil sedikit menguasai beberapa elemen dasar dari senjata sihir ma. Namun dirinya belum bisa menguasainya secara maksimal, akibatnya dia tak dapat mendeteksi secara pasti dimana lokasi orang tersebut.
Lantas kazuta yang sudah tidak tahan melihat aiko tersiksa, merasa ini merupakan kesempatan sempurna untuknya mencoba menggunakan senjata mao agar dapat mengalahkan mereka sekaligus.
Tak ingin tanggung-tanggung kazuta berdiri dan memperlihatkan dirinya terhadap iqbal dan angga "Kalian lumayan menguras emosi orang, kuharap kalian tidak keberatan kuberi sedikit pelajaran?"
__ADS_1
Kazuta dengan sangat percaya diri menantang mereka berdua tidak seperti sebelumnya yang selalu lari dari masalah dan mengabaikan orang-orang yang dekat dengannya seperti seorang pengecut, Kali ini dia bertekad untuk dapat melindungi orang yang dicintainya.
Iqbal tampak senang melihat Kazuta karena dirinya tak perlu repot-repot mencarinya, Meski iqbal sudah tahu sejak tadi dirinya diikuti oleh kazuta dengan kemampuan sihir yang dia miliki. Dalam hal penguasaan senjata sihir iqbal lebih berpengalaman dari pada kazuta.
Oleh karena itu dia tampak tenang saat kazuta mengancam ingin menghajarnya, Namun demikian dia tak ragu-ragu mengeluarkan energi sihir yang sangat dahsyat disaat bersamaan.
Dia sangat mampu menggunakan 3 unsur medan magnetik secara bersamaan yang emungkinkan dirinya dapat menarik, mendorong serta memanpulasi benda maupun makhluk hidup yang ada disekitarnya.Iqbal berkata kepada angga "Teknik sihir ini sangat fleksibel, sehingga dapat melenyapkan kecoa itu dalam waktu singkat. "
"Hah..! Kau pikir dapat menang melawan tuan Iqbal, Kau pasti bermimpi." Ujar angga seraya tertawa.
Secara tiba-tiba iqbal mengeluarkan gelombang elektromagnetik Kejut dari tangannya yang dia tujukan pada Kazuta, Kazuta pun hingga terlempar beberapa meter jauhnya karena terkena efeknya gelombang sihir yang dikeluarkan Iqbal.
" Bagaimana sekarang, jika kau memohon ampun dan bersujud di kakiku sekarang makan aku mungkin saja akan berubah fikiran dan mengmpunimu."
Kazuta berdiri kembali dan memerintahkan Ken agar dapat mengeluarkan sebuah pedang panjang untunya,
Ken merespon dan segera merubah dirinya menjadi pedang yang berwarna hitam.
"Maaf saja, tapi aku bukanlah tipe orang yang memohon ampun kepada orang lain semudah itu."
"Lagipula, kita tidak tahu siapa yang akan menang diantara kita."
"Ternyata omong kosongmu boleh juga."
Iqbal melangkah mendekati Kazuta dengan secara bersamaan merubah kristal sihir legendaris miliknya menjadi 3 senjata yang berbeda, Yaitu Kapak, Panah , dan tombak.
__ADS_1
Ketiga senjata itu secara bergantian dia gunakan untuk menyerang Kazuta.
"Pecundang sepertimu, seharusnya cukup duduk diam dan lihat saja."
Senjata pertama yang digunakan Iqbal Ialah Tombak, Tampak dia ingin memancingku untuk berduel. Terlihat dia sangat mahir dalam penggunaan senjatanya.
Saat menggunakan Tombak Dia sangatlah gesit, terbukti aku kesulitan untuk mengimbangi kecepatannya.
Namun selanjutnya ia beralih senjata menjadi kapak, Saat menggunakan senjata ini aku melihat kecepatannya sedikit menurun.
Tapi yang lebih mengerikan dari semua itu bukanlah kecepatannya, melainkan tekanan dari kapak yang dia gunakan semakin lama kapaknya semakin terasa berat Ketika senjataku saling bersentuhan dengan kapak itu.
"Sial...! Dia terlalu kuat."
"Hah, Ada apa Kazuto! Bukankah sebelumnya sudah kupringatkan untuk menyerah, kau tidak akan mungkin menang melawan ku."
Melenturkan pedangku lebih jauh dari kapak miliknya, hal ini bertujuan menghindari serangan lanjutan darinya. Yang terlihat Iqbal berusaha meraih tombak miliknya kembali.
"Sedikit banyak aku telah mengetahui kelebihan dan juga kekurangan dari senjata-senjata miliknya yang ia pakai."
"Hanya tinggal yang belum dia pakai, ya itu panah."
Aku mulai kehabisan akal untuk menghadapi senjata miliknya, ditambah ada satu senjata lagi yang masih belum ku ketahui daya kekuatannya seperti apa.
"Sejujurnya aku ingin segera mengambil Aiko dan menghindari pertarungan ini."
__ADS_1
"Pastinya itu takkan mudah."
Iqbal melemparkan selembar poiso