Pedang Suci

Pedang Suci
Hadiah Perayaan


__ADS_3

Aku lalu mengajak sarah menemui adikku yang waktu itu memakai gaun berwarna merah, yang jika aku lihat dari jauh maupun dekat maka aku bisa melihat ke imutan serta paras cantik dari wajahnya.


"Ayo, sekarang aku akan mengajakmu untuk menemui adikku!"


Aku pun menghampiri adikku yang pada saat itu hendak memotong kue nya yang sudah disiapkan untuk acara perayaannya, aku ingin melihat dari dekat proses pemotongan kue nya sambil memperkenalkan sarah kepada keluargaku.


"Kakak.....!"


Ibuku yang saat itu mendampingi adikku merasa terkejut karena aku membawa seorang gadis kedalam acara perayaan. Ibuku mengira bahwa sarah adalah pacar ku karena ibuku tahu bahwa aku tak pernah sekalipun membawa teman sekalipun itu acara penting seperti saat ini.


"Oh Kazuta, siapa gadis yang disebelahmu itu?"


"Apakah dia pacarmu?"


"Tentu saja bukan, bu. Ibu bisa saja kalau bercanda!" Aku berhasil meyakinkan ibuku bahwa aku dan sarah sama sekali tidak memiliki hubungan yang spesial. Namun nampaknya ibuku tidak mempercayaiku 100%, itu bisa dilihat dari ekspresi wajahnya yang sedikit tersenyum kepadaku.


"Bisakah kau perkenalkan dia pada ibu, Kazuta?"


Aku pun memberitahukan siapa gadis yang ada disebelahku ini pada ibuku, agar tidak ada salah paham lagi diantara kami.


"Perkenalkan, namanya adalah sarah."


"Ia temanku, yang tidak lama ini kukenal!"


Entah mengapa aku merasa gugup pada saat memperkenalkan sarah, namun untungnya ibukku dan mayumi mempecayainya.


"Hmm...."


"Jadi namanya sarah, ya?"

__ADS_1


Lalu dari arah para tamu undangan, terdengar suara sorak-sorakan dan tepuk tangan untuk mayumi agar mayumi mempercepat proses pemotongan kue nya. Mayumi segera mungkin memotong kue perasaannya untuk dibagikan kepada para tamu undangan yang ada.


"Oke....!"


"Sekarang, aku akan memotong kue nya?"


Potongan kue pertama, ia berikan kepada ibuku dan kemudian ayahku. Lalu potongan selanjutnya ia berikan kepadaku dan terakhir ia bagikan kepada semua tamu undangan yang hadir. Melihatnya senang dengan menggunakan gaun yang amat indah membuatku pun turut merasa bahagia, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali kami merayakan kebahagian ini bersama-sama sebagai sebuah keluarga yang harmonis. Hal ini membuatku turut bahagia sampai-sampai membuatku mengeluarkan air mata.


"Cih...."


"Mengapa, aku bisa sampai mengeluarkan air mata begini?"


Sarah yang memperhatikanku menangis, kemudian mendorongku dengan pelan dan menertawakanku. Lalu ia berkata "Dasar pria cengeng, kau mempermalukan adikmu sendiri di acara perayaannya." Aku tak terlalu peduli mau aku di bilang apapun, yang kutahu saat ini adalah perasaanku yang amat bahagia hingga membuatku menangis atau bisa dibilang ini merupakan air mata kebahagiaan.


Setelah acara pemotongan kue berakhir, selanjutnya akan diadakan pembagian hadiah oleh masing-masing para tamu undangan yang nantinya akan di serahkan kepada mayumi. Aku sudah mempersiapkan hadiah yang sangat spesial untuk adikku yang imut. Inilah momen yang sudah kutunggu tunggu sejak kemarin, akan kubuat senyuman tiada akhir pada wajah adikku walaupun nantinya perayaan ini akan berakhir.


"Hmm....jadi kau membawa kotak hadiah juga?"


"Kukira, kau sudah lupa dengan hadiahnya!"


Dengan ekspresi wajah yang agak kesal, sarah datang menghampiriku dan mempertanyakan semua ucapanku terhadapnya.


"Apa yang kau katakan?"


"Tentu saja, aku harus membawa sesuatu di acara yang sangat penting bagi sesorang, kan"


"Hal mendasar seperti itu, kau kira aku tidak akan mengerti, kau tidak mengerti pengorbanan yang kulalui untuk mendapatkan semua ini!"


Aku yang mendengar hal tersebut pun sangat terkejut. Apakah selama ini, ia telah melalui banyak hal yang tak kuketahui untuk bisa ditunjukkan ke acara perayaan adikku. Aku pun merasa bersalah karena telah mengatakan hal yang tidak pantas terhadap sarah tadi, aku pun memutuskan untuk minta maaf terhadapnya karena telah mengatakan hal yang tidak-tidak kepadanya. Untungnya sarah tidak terlalu mempermasalahkannya, hanya saja ia merasa kalau usahanya yang cukup keras terlalu direndahkan olehku.

__ADS_1


Aku pada akhirnya mengatakan kepadanya dengan jujur bahwa yang ia dengar tadi hanyalah candaanku semata, yang dimana sebenarnya aku sangat kaget sekaligus senang melihatmu membawa hadiah untuk mayumi.


"Jadi, apa kau selama ini berkerja keras untuk bisa memberi mayumi sebuah hadiah di hari perayaannya?"


"Iya...." Jawab sarah sambil mengangguk. Mendengar hal itu darinya aku langsung merasa bersalah karena sudah menyakiti perasaannya. Lalu aku meminta maaf untuk yang ke sekian kalinya kepada sarah. Lalu ia berkata "Jika, kau bersikeras seperti itu aku pasti akan memaafkanmu, lagipula bukan kah aku baru saja sudah memaafkamu?". Tapi kurasa itu tidaklah cukup, dengan apa yang telah kuperbuat tadi. Jadi, jika kau butuh sesuatu dariku, tinggal kau katakan saja. Aku hanya tidak enak saja jika cuma harus minta maaf.


Nampaknya sarah menyetujui perkataanku, itu bisa kulihat dari ekspresi wajahnya.Lalu ia berkata "Baiklah, jika kau memaksa, aku ingin kau mengajakku berkeliling ke toko kue pada waktu kau membelikan kue untuk mayumi?" Aku belum pernah sama sekali berkeliling ke sebuah toko kue bersama dengan seorang wanita sebelumnya. Jika ini benar terjadi, maka ini kali pertama bagiku pergi ke toko kue bersama dengan seorang wanita.


"Hee......!"


"Apa yang kau maksud sarah?"


"Apa tidak ada permintaan yang lain lagi, kecuali ini?"


Sarah menolak untuk mengajukan pemintaan yang lain dan tetap menginginkan ke toko kue sebagai tanda maafnya, aku pun dengan terpaksa menyetujui permintaannya. Lalu kami pun berbaikan kembali dan melupakan masalah yang baru saja terjadi.


Sudah tidak terasa semua para tamu undang, telah selesai membagikan hadiah yang mereka bawa kepada mayumi, inilah saatnya bagiku untuk memberikan hadiah yang sudah ku siapkan kepada mayumi. Namun aku baru sadar bahwa masih ada satu orang lagi yang belum menyerahkan hadiahnya kepada mayumi, itu ialah gadis yang berada tepat didekatku yaitu sarah. Aku memberikan kesempatan untuk sarah agar ia memberikan hadiahnya terlebih dulu.


Sarah setuju, ia pun maju ke depan acara untuk memberikan hadiahnya kepada mayumi. Mayumi nampaknya senang menerima hadiah yang diberikan oleh sarah, mayumi berterima kasih dengan hadiahnya sarah. Setelah itu sarah kembali lagi ke tempat duduk para tamu. Baiklah, saatnya giliranku untuk maju kedalam acara dan memberikan hadiahku kepada adikku yang imut.


Aku pun maju ke depan acara untuk meberikan hadiahku kepada mayumi, mayumi agak terkesan karena aku memberikannya hadiah di bagian akhir acara. Mayumi merasa senang lalu memelukku secara tiba-tiba sambil menangis dihadapan banyak orang.


"terima kasih....."


"kakak....!"


Itu juga membuatku senang sekaligus bangga terhadapnya, Tak kusangka adikku yang saat itu masih kecil dan terus menerus selalu meminta bantuanku, kini telah menjadi gadis yang lebih dewasa (Membayangan kenangan dirinya dengan mayumi pada saat masih kecil hingga saat ini). Hal ini kembali membuatku meneteskan air kata untuk yang ke dua kalinya sejak saat acara ini dimulai. Mayumi penasaran dengan isi hadiahku didalamnya dan membuka hadiah pertamanya dalam acara ini. Mayumi terlihat terkejut pada saat mengetahui isi dari hadiahku, yang di dalamnya merupakan kue dengan tambahan kacang almond diatasnya. Aku tahu Mayumi sejak kecil memang sangat menyukai kacang almond, karena hal itu aku memiliki sebuah ide untuk memberikannnya kue yang juga makanan favoritnya dengan taburan kacang almond di atasnya.


lalu aku pun kembali ke tempat duduk untuk para tamu dengan perasaan senang.

__ADS_1


__ADS_2