
Akhirnya kami telah selesai membersihkan semua piring serta gelas yang kotor. Kami berdua memutuskan beristirahat menghilangkan rasa penat setelah seharian beraktivitas.
Tak lama setelah kami berdua beristirahat di ruang keluarga sambil menonton acara televisi, terdengar bunyi bel di area pintu depan rumah. Aku pun bergegas untuk membukakan pintu, ternyata yang membunyikan bel adalah ibuku dan mayumi yang baru datang dari mengantarkan kue-kue ke tetangga yang ada sekitaran rumah.
"Oh ibu....kalian rupanya yang datang?"
Akhirnya datang juga waktu yang tepat dimana aku bisa membicarakan tentang sarah kepada ibuku, kali ini dipastikan ibuku kalau perkataanku yang kemarin bukanlah lelucon belaka melainkan aku mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
"Ibu ada sesuai yang ingin kubicarakan denganmu, berdua saja?"
"Aku mohon, ini sesuatu yang amat penting."
Ibuku akhirnya setuju untuk berbicara denganku berdua, setelah kami menemukan tempat yang agak jauh dari sarah ataupun mayumi. Ibuku menanyakan hal yang ingin kubicarakan denganya. Aku pun mengatakan tentang hal mengenai sarah kepada ibuku.
"Ini tentang hal yang kemarin telah kubicarakan dengan ibu?"
"Aku ingin mengatakannya dengan sungguh-sungguh, apa boleh ibu mengizinkan sarah untuk tinggal di sini untuk sementara waktu sampai aku bisa membantunya mendapatkan rumah baru baginya!"
"Aku mohon......"
Ibuku mendekatiku, Lalu secara tiba-tiba ia memelukku dengan erat, sambil menampakan ekspresi senyum di wajahnya.
"Oh.....Jadi begitu!"
"Sepertinya kau juga telah tumbuh menjadi pria dewasa yang baik, Kazuta?"
Aku yang mendengar hal itu dari ibuku, Lalu berkata, "Bukankah aku memang bukan anak kecil lagi ibu, Jadi tolong jangan peluk-peluk aku seperti ini. Aku bisa malu jika sampai ada orang lain yang melihat."
"Lalu apa jawaban ibu, tentang pertanyaan ku barusan."
Seketika ibuku melepaskan pelukannya dariku Lalu berkata, "Baiklah kau boleh mengizinkannya untuk tinggal di sini, tapi ada satu syarat?"
__ADS_1
"Syarat apa itu, bu?" Penasaran dengan syarat yang diajukan oleh ibuku kepadaku.
"Kau tidak boleh berbuat yang macam-macam pada gadis itu!"
"Nampaknya ia gadis yang sangat baik."
"Tenang saja, kalau itu bu aku tidak akan menyakitinya apalagi berbuat macam-macam padanya!" Dengan ekspresi senang, aku juga tak lupa mengucapkan terima kasih pada ibuku karena sudah memahami keadaaan sarah saat ini.
Aku mengajak ibuku untuk sekali lagi menemui sarah, agar ia bisa lebih saling mengakrabkan diri dengannya.
Pada saat itu sarah bersama mayumi sedang menonton acara televisi, Aku bersama ibuku menghampiri sarah dan memperkenalkannya pada sarah. Aku juga mengatakan padanya bahwa ia bisa tinggal disini untuk sementara waktu sampai ia bisa mendapatkan rumah baru.
Ibuku mengatakan ia bisa tidur di kamar mayumi berdua, mayumi pun tidak keberatan jika harus tidur berdua dengan sarah. Ibuku juga menambahkan syarat baru kepadaku agar sarah bisa tinggal disini, Ibuku kemudian berbisik-bisik padaku dan berkata.
"Aku menambahkan syarat lagi padamu, Kazuta?"
"Dengan kedatangan gadis itu dirumah ini, jangan sampai kau lupa dengan ujian akhir di sekolahmu."
"Aku tidak hanya mengusir gadis itu dari rumah ini namun aku akan memberimu hukuman yang amat berat padamu, ingat baik-baik itu Kazuta!"
Aku langsung terkejut mendengar bisikan itu dari ibuku dan berfikir bahwa "Apakah itu semacam ancaman dari ibuku kepadaku, ataukah cara agar aku bisa memperbaiki prestasi di sekolah yang selama ini mempunyai reputasi yang buruk!"
"Ahh! Entahlah, apapun itu asalkan aku mendapatkan izin dari ibu. Aku akan menurutinya."
"Baik bu....." Dengan nada yang agak canggung Kazuta menjawab tambahan syarat baru yang diajukan oleh ibuku.
Aku yang pada saat itu sangat lelah, lalu pergi meninggalkan mereka yang sedang asyik menonton acara televisi, untuk segera pergi tidur.
*****
Keesokan paginya, aku lagi-lagi harus bangun kesiangan. Padahal kemarin sebelum tidur diriku sudah mengatur alarm agar tidak terlambat pergi ke sekolah. Namun kenyataannya aku masih belum bisa bangun awal.
__ADS_1
"Kriek....!" Bunyi seseorang membukakan pintu kamarku, yang nampaknya orang itu ialah ibuku sendiri yang datang ke kamarku dengan ekspresi seperti orang yang sedang marah akan tetapi dengan sedikit senyum terlihat diwajahnya. Aku pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan badan.
Setelah aku selesai mandi sekaligus berganti pakaian, Lalu aku melanjutkan pergi ke dapur untuk sarapan pagi. Pada saat di dapur aku sama sekali tidak melihat sarah, di sana aku hanya melihat mayumi yang telah selesai sarapan pagi dan hendak pergi ke sekolahnya. Aku khawatir sekali jika ibuku sampai mengusirnya hanya karena aku gagal masuk lebih awal.
"Mayumi, apa kau melihat sarah pagi ini!"
Belum sempat aku menanyakan lebih lanjut mengenai lokasi sarah kepada mayumi. Tiba-tiba ibuku muncul bersama dengan sarah.
"Dari mana saja, ibu pergi bersama dengan sarah pagi-pagi begini?"
"Ibu baru saja pergi ke pasar untuk membeli beberapa Ikan dan Sayuran, jadi ibu sekalian saja mengajak sarah berkeliling agar ia tidak bosan di rumah!" Menjawab kata-kataku barusan sambil memperlihatkan barang belanjaan yang ibuku pegang dengan sarah.
"Baiklah, kalau begitu ceritanya. Aku akan sarapan pagi dulu!"
Sehabis selesai sarapan pagi aku bergegas pergi ke sekolah menggunakan sepeda kesangangku, yang selama ini telah menemaniku pergi ke sekolah semenjak aku smp.
Aku akhirnya tiba di sekolahku, untungnya gerbang sekolah belum ditutup dan satpam sekolah juga tidak kelihatan di pintu gerbang, aku sesegera mungkin masuk ke sekolah sebelum satpam penjaga sekolah datang. Namun nampaknya semua itu hanyalah jebakan, yang disiapkan oleh satpam penjaga sekolahku untuk menangkapku, sesaat sebelum aku melangkahkan kakiku ke arah pintu masuk gerbang, ternyata satpam penjaga sudah ada di posnya yang lokasinya tak jauh dari pintu gerbang namun ia bersembunyi dibalik pintu ruangan pos satpamnya seolah-olah ia tidak terlihat olehku yang hendak masuk melewati pintu gerbang sekolah.
"Kriek.....!" Suara bunyi pintu ruangan pos satpam yang tiba-tiba terbuka, dan ternyata yang keluar adalah satpam penjaga yang selama ini sudah menunggui didalam sana.
"H-ha.....!" satpam itu menghampiriku dengan memegang sebuah tongkat satpam di tangan kanannya sambil di ayun-ayunkan ke tangan kirinya.
"Kau terlambat lagi nak Kazuta!"
"Bapak sudah mendengarkan, bahkan ribuan alasanmu selama ini."
"Jadi saat ini, bapak tidak akan mendengarkan penjelasan lagi darimu, sekarang kau harus ikut bapak ke ruang BK."
"Ayo......" Sambil memegang tanganku, Lalu menyeretku ke ruangan BK untuk menerima skorsing dari guru BK yang bertugas.
Aku yang diseret oleh satpam penjaga, sempat menjelaskan alasanku sampai terlambat hari ini, namun satpam itu tidak menggubris pembicaraanku sama sekali dan tetap membawaku ke ruangan BK. Aku pada akhirnya pasrah untuk menerima Skorsing atas keterlambatanku hari ini.
__ADS_1