Pedang Suci

Pedang Suci
Volume 6 - Pertentangan Cinta


__ADS_3

Setelah itu Kazuta pun akhirnya membiarkan wanita itu untuk tidur di kasurnya sedangkan ia sendiri harus rela tidur di kursi belajarnya.


keesokan harinya, Kazuta pun bangun dan sesegera mungkin untuk mengecek kondisi wanita itu.Kazuta melihat wanita itu sudah sadar dan menanyakan kondisinya apakah baik-baik saja.lalu wanita itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa.ia mencoba untuk berdiri namun dengan kondisinya sekarang aku menyuruhnya untuk tetap istirahat sampai kondisi nya stabil.


ia seperti menolak perkataanku namun kukatakan padanya.


"kau sebaiknya tidak usah memaksakan diri, kondisimu saat ini sedang buruk." ucap Kazuta.


wanita itu akhirnya berbicara untuk pertama kalinya setelah ia sadar.


"aku baik-baik saja,kau tidak perlu mencemaskanku."


aku mendengarkan nada suara yang berbeda dari wanita itu dengan wanita yang pertama aku temui di depan rumah,aku bahkan sempat berpikir bahwa ia bukan wanita yang kutemui pada saat itu.


di saat aku tengah berpikir tentang wanita itu tiba-tiba ibukku memanggilku.aku pun bingung harus berbuat apa dengan wanita itu ada dikamarku,lalu aku mempunyai ide untuk menyuruhnya bersembunyi di kolong tempat tidur agar tidak ketahuan.setelah ia bersembunyi aku pun langsung membukakan pintu untuk menemui ibukku.Ibuku menyuruhku segera mempersiapkan diri untu pergi ke sekolah,aku sampai lupa waktu bahwa saat ini sudah jam 6 pagi,lagi-lagi aku mengalami insiden buruk dengan berangkat tergesa-gesa.aku pun sarapan bersama keluargaku dan setelah itu pergi ke sekolah, tanpa mengingat bahwa ada wanita yang sedang menunggu panggilannya untuk bisa keluar dari rumahku.


"gawat-gawat aku lagi-lagi bangun jam 6 pagi, padahal aku maunya berangkat lebih pagi." ucap Kazuta.


dengan mengayuh sepedanya, Kazuta berangkat ke sekolah dengan perasaan khawatir terlambat.


sedangkan di rumah Kazuta,wanita itu tidak tahan untuk menunggu Kazuta terlalu lama ia sedikit mengintip dari arah bawah tempat tidur,melihat suasana apakah sudah aman untuk dia keluar, merasa sudah aman wanita itu pun memberanikan dirinya untuk keluar, memeriksa keadaan diluar kamar apakah tidak ada siapapun.


"kriek...."(bunyi pintu terbuka pelan-pelan).


"hmmm, aku rasa disini sudah aman."


"sebaiknya aku keluar saja sebelum ada orang lain yang melihatku." ucap wanita itu.


ia pun keluar dari rumah Kazuta tanpa diketahui keluarga Kazuta.


"akhirnya, aku berhasil juga keluar dari rumah pria itu."


di sekolah, Kazuta akhirnya sampai di depan gerbang, sambil melihat jam di tangan kanannya. waktu tersisa 10 menit hingga bel pertama berbunyi.


"untunglah aku selamat, kukira tadi aku akan terlambat." ucap Kazuta.


dengan rasa percaya diri kazuta masuk menuju ke kelasnya, namun saat ia hendak masuk ke kelas ia melihat aiko sedang mengobrol dengan teman-temannya.ia tidak berani untuk mendekatinya karena ancaman dari iqbal.


"sebaiknya, mulai sekarang aku harus menjauhinya." ucap Kazuta(berbicara dalam hatinya).


aku pun lalu masuk ke dalam kelas,tak lama bel masuk berbunyi,para siswa lansung mempersiapkan alat tulisnya.tanpa muda dari ada yang telah melemparku dengan kertas.


"siapa yang telah melemparku dengan kertas ini?." ucap Kazuta (sambil menoleh di sekitarnya).


setelah aku menoleh di sekitarku, aku melihat iqbal sedang menatapku dengan ekspresi mengancam.aku pun membuka isi kertas itu dan membacanya, tulisanya adalah ia ingin aku untuk pergi ke gudang tua itu lagi sehabis istirahat jika aku tidak datang maka teman-temannya akan menghabisi aiko.kalau dilihat baik-baik dari tulisannya ia sama sekali tidak main-main.aku pun tidak tau apa yang iqbal inginkan dariku sampai ia harus mengancamnya.aku pun membulatkan tekadku untuk setuju pergi kesana.


bel istirahat pun berbunyi, menandakan aku harus segera menemui iqbal di gudang tua.


"sepertinya sudah saatnya, aku harus segera mungkin menemuinya sebelum mereka melakukan sesuatu terhadap aiko." ucap Kazuta.

__ADS_1


aku pun pergi ke gudang tua sesuai isi dari kertas itu, setelah aku sampai iqbal dan teman-temannya sudah menungguku.


"aku sudah datang, iqbal?." ucap Kazuta.


"aku sudah menunggumu,Kazuta troyard." ucap iqbal.


"kukira kau tidak akan datang,dan tetap berada di kelas seperti seorang pecundang."


"dan aku, bisa bersenang-senang dengan aiko." ucap iqbal.


"jangan pernah, kalian menyentuh apalagi menyakiti aiko,jika tidak?." ucap Kazuta.


"memangnya kenapa?." ucap iqbal.


"jika tidak, kalian akan tau sendiri akibatnya."


"haa....seorang pecundang lemah sepertimu mau mengancamuku, itu lelucon yang sangat lucu kazuta sampai membuat perutku sakit." ucap iqbal.


iqbal dan teman- temannya pun tertawa mendengar perkataan Kazuta.


"tapi kau tangguh juga berani datang kemari atau bisa di bilang kau ini bodoh."


"bodoh, dengan tidak tau level kekuatan diantara kita."


"aku memang bodoh, dengan aku datang kemari." ucap Kazuta.


"hmm.....kau berani juga berbicara menggunakan nada tinggi terhadapku."


"sudah cukup basa-basinya, kalian semua cepat hajar Kazuta?." ucap iqbal.


"dengan senang hati."


merekapun berniat untuk mengepungku dari segala sisi,aku sebaiknya menghindari meraka terlebih dahulu, sampai aku mendapatkan taiming yang pas untuk entering balik.


"hei kazuta, apa-apaan ini kau menghindar terus, kau ingin menjadi seorang pengecut ternyata." ucap iqbal.


"hee....memangnya apa bagusnya kalian menyerang tanpa bisa mengenaiku." ucap Kazuta.


"kurang ajar, Kazuta.....?."


aku pun lalu mencoba teknik serangan yang diajarkan ken waktu lalu, melihat sudah ada celah dari mereka untuk aku menyerang.ku buat beberapa teman iqbal berjatuhan, aku merasa seperti sudah berbeda akhir-akhir ini.aku sudah bisa melawan mereka yang sudah mem bully selama ini.melihatku sudah bisa sedikit melawan atas tindakan mereka,iqbal merasa kesal ia pun lalu menyuruh menyuruh teman-temannya yang lain untuk membawa sandra.


"oi, apa yang kalian bodoh.kenapa kalian bisa dipermainkan oleh anak cupu seperti dia."ucap iqbal(sambil merasa kesal).


"sial, ada apa ini. kenapa ia bisa melawan balik padahal ia cuma anak cupu."


"kalau aku sampai kalah itu sama saja penghinaan bagiku."


"oi,kalian yang sana cepat bawa sanderaku datang kemari."

__ADS_1


"oke... ,boss."


teman-teman iqbal pun membawa sandera mereka menuju kemari, aku pun terkejut setelah melihat sandera mereka ternyata adalah aiko, ternyata mereka selama ini telah menyekap aiko dan melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri.aiko seperti tak sadarkan diri saat mereka bawa,sepertinya aiko melakukan perlawanan saat akan dibawa kemari.


"bangsat,apa yang kalian lakukan."


"bukankah,kau sudah bilang tidak akan melakukan apa-apa terhadap aiko.asalkan aku mau datang sesuai janjimu." ucap Kazuta(dengan perasaan kecewa dan kesal).


"dan sekarang aku sudah datang sesuai janjimu."


"jadi cepat, lepaskan aiko sekarang."


"memang benar bahwa kau sudah datang sesuai janji."


"tapi maaf Kazuta,aku tidak bisa menepati janjiku kepadamu untuk tidak melibatkan aiko."


"karena ia adalah pacarku sekaligus cinta sejatiku, jika begitu siapa yang salah dan jahat disini aku atu kau?."


"bohong, kau pasti bohong mana mungkin dia pacarmu sedangkan aiko baru pindah ke sini 1 tahun lalu."


"jadi cepat, lepaskan dia." ucap Kazuta.


"hmm...., jadi kau sama sekali tidak mempercayai perkataan."


"biar kujelaskan sekali lagi,siswa populer sepertiku, sangat mudah untuk mendapatkan segalanya termasuk aiko.;


"bukankah wajar, jika wanita seperti aiko jatuh cinta terhadapku."


"aku tau betul aiko orang yang seperti apa, ya walaupun kami belum lama kenal."


"tapi ia sudah beberapa kali menyelamatkanku."


"jadi tidak mungkin orang baik seperti aiko, akan suka pada orang seperti kau."


"aku yakin kau sudah berbohong padaku." ucap Kazuta.


"wah-wah-wah, ternyata kepercayaanmu terhadap aiko besar juga."


"tapi itu sangat menjijikkan,sampai-sampai membuatku muntah, memangnya menurutmu kau pantas untuk berada di samping aiko."


"jika itu menurutku, aku memang lebih pantas berada di didekatnya dibanding dirimu."


"ha.....! jangan berkhayal kau."


iqbal yang saat itu tengah kesal, tiba-taba melepas dasinya yang terpasang dan merubahnya menjadi pedang sihir berwarna putih,aku yang melihatnya pun kaget mengapa iqbal bisa memilikinya.


"kenapa, iqbal bisa menggunakan sihir perubahan."


"ahh..., bukankah itu pedang sihir putih kenapa bisa ada padanya." ucap Kazuta(kaget)

__ADS_1


__ADS_2