Pedang Suci

Pedang Suci
Volume 10 - Asal usul sarah


__ADS_3

Entah mengapa aku sangat keberatan , jika ia sampai pergi ke dunia tempat asalnya dan tak bisa bertemu dengannya lagi.meskipun kita tak lama ini saling bertemu, aku juga sangat mengerti alasannya untuk kembali ke dunia asalnya.lagipula aku tidak punya kehendak atas dirinya untuk tidak meninggalkan dunia ini.Tapi jika aku membiarkannya pergi sekarang maka penyesalan akan datang dimasa depan bagiku.maka satu-satunya cara untuk sekarang adalah dengan berbicara dengannya apapun itu alasannya.


"sarah, sebenarnya ada satu hal penting yang ingin kutanyakan lagi?".ucap Kazuta.


"apa itu?".ucap sarah.


"apa kau benar-benar yakin untuk pergi meninggalkan dunia ini sekarang".ucap Kazuta.(dengan penuh rasa keseriusan).


"apa yang kau bicarakan, apa saat ini kau sangat merindukanku.sampai-sampai ingin melarangku untuk pergi ke dunia asalku".ucap sarah.


"hu....(sambil menghela nafas), jika itu benar. memangnya kenapa?".ucap kazuta


"hmm.....kau benar-benar pria yang berani, mengatakan hal itu kepadaku".


"memangnya, apa alasanmu ingin menghentikanku untuk pergi meninggalkan dunia ini dan kembali ke dimensi duniaku berasal".ucap sarah.


"tidak!".jawab Kazuta.


"ha....".ucap sarah


"aku tak perlu alasan apa pun untuk bisa menghentikanmu, memang aku tidak berhak mengatakan semua itu padamu".ucap Kazuta.


"kau....!".(sarah hanya terdiam dan mendengarkan penjelasan dari kazuta).


"tapi, tolong izin kan aku mengatakan sesuatu permintaan padamu dan dengarkan permintaanku ini dengan baik-baik".ucap Kazuta.


aku pun lalu memberanikan diri, untuk mengatakan semua hal yang selama ini tersimpan di pikiranku dan melakukan segala cara agar ia membatalkan niatnya untuk meninggalkan dunia ini.


"aku mohon, tolong jangan tinggalkan dunia ini".ucap kazuta


"kata-kata yang najis, untuk dijadikan sebuah permohonan".jawab sarah


"berisik, kau hanya perlu mendengarkan perkataanku saja kali ini".


"jadi akan kuulangi perkataanku tadi, dimohon tinggallah lebih lama lagi di dunia ini?".ucap Kazuta.


"hmm....kalau soal itu,aku masih akan mempertimbangkan keputusanku tadi.jadi aku memerlukan waktu untuk memikirkannya".


"oh....syukurlah kau masih memikirkanya,


"baiklah, selama kau masih memikirkannya akan ku perlihatkan sisi indah di dunia ini padamu".ucap Kazuta(dengan percaya diri).


"hmm....oke, akan kupegang janjimu itu dan untuk selanjutnya tunjukkan padaku sesuatu yang indah".ucap sarah.


"ha...!baiklah, aku berjanji".jawab Kazuta.


"ngomong-ngomong untuk apa kau membeli kue?".tanya sarah.


"ha....ini, aku membelinya untuk hadiah atas keberhasilan adikku lolos dengan nilai baik di sekolahnya".ucap kazuta


"adikmu, ternyata pintar juga ya".ucap sarah.


"ha....itu benar".jawab Kazuta.


"berbeda dengan kakaknya yang bodoh".ucap sarah

__ADS_1


"hmm....!kau ingin menyindirku atau mengejekku".ucap kazuta


"dua-duanya sama-sama bagus tuh".ucap sarah.


aku dan sarah berjalan bersama dari toko kue tadi, hingga kami tak menyadari bahwa kami pun telah berada di depan rumahku.


"tidak terasa, ternyata aku sudah sampai depan rumah".


"ngomong-ngomong, selama ini kau tinggal dimana?".tanya Kazuta.


"tinggal, apa maksudmu rumahku".


"iya benar, soalnya kita belum lama ini bertemu kan, jadi aku belum mengetahui sama sekali rumahmu tinggal".ucap Kazuta.


"rumahku, jika kau bertanya tentang rumahku. maka alam lah selama ini rumahku".ucap sarah


"ha...,apa yang kau bicarakan tadi.aku sama sekali tidak mengerti yang kau maksud?".tanya Kazuta(tidak mengerti tentang perkataan yang dibicarakan oleh sarah).


"dasar bodoh, maksudku aku bisa saja tidur dimana saja selama itu bisa membuatku istirahat sejenak".jawab sarah.


"itu lebih mirip seperti gelandangan dari pada rumah untuk beristirahat?".


"gelandangan, apa itu?".


"heh…jadi kau tidak tau maksud dari gelandangan itu sendiri?".ucap Kazuta.


"ya, memangnya kenapa?jawab sarah.


"ahh… tidak apa-apa".


"hmm…sarah kalau aku boleh tahu, apa di duniamu kau bersekolah?".tanya Kazuta.


"ehh…kenapa kau tiba-tiba tanya begituan padaku".ucap sarah


"tidak apa-apa,aku hanya penasaran setelah kau bicara tadi".


"sial, dia termasuk orang yang bisa membaca pikiran orang lain".


"ah....,sebenarnya aku sedang bercanda, lagi pula siapa yang tidak tau tentang itu".ucap sarah.


"ha....bodoh sekali".ucap sarah.


"iya, memang, jadi kau sudah tau. lalu apa artinya?".tanya kazuta


"ehh....itu".ucap sarah(kebingungan menjawab pertanyaan dari Kazuta)


"hmm....,sudah kuduga kau berbohong".


"sudahlah, aku tahu kau tidak mengerti, lagi pula aku tidak akan memberitahu siapapun soal ini".ucap Kazuta.


"benarkah, janji".ucap sarah.


"iya,aku berjanji soal ini".


"ha...syukurlah".ucap sarah

__ADS_1


"lalu, apa di duniamu tidak ada sekolah untukmu belajar".ucap kazuta


"sebenarnya ada, tapi!".


"kenapa".ucap Kazuta (penasaran)


"tapi sebagai ahli sihir di keluarga kami, aku tidak diperbolehkan untuk bersosialisasi dengan dunia luar dan dituntut untuk memahami setiap sihir yang diajarkan secara turun temurun".jawab sarah.


"jadi, pasti berat juga menjadi keluarga ahli sihir apalagi penerusnya,itu pasti merepotkan".ucap Kazuta.


"sudahlah, kalau begitu aku mau mengundangmu di perayaan keberhasilan adikku nanti malam".


"bagimana, apa kau bersedia datang di perayaan adikku?"ucap Kazuta.


"anu, sebenarnya aku ada sedikit urusan. jadi, maaf aku tidak bisa datang".jawab sarah.


"oh....., jadi begitu.baiklah tidak apa-apa".


"anu, jika kau tidak keberatan kau bisa tinggal di rumahku untuk sementara waktu".


"ha!".ucap sarah.


"ya, ini sebagai tanda terima kasihku karena kau mempertimbangak ucanmu ultimatum tidak pergi dalam waktu dekat".


"bagaimana, aku mohon kau menerimanya".ucap Kazuta.


"hmm....aku tinggal di rumah seorang laki-laki".ucap sarah(sambil berpikir).


"tidak-tidak, mana mungkin aku satu atap di rumah seorang laki-laki".


"ha....!, tenang saja aku bisa membicarakan hal itu dengan orang tuaku dan kau bisa tidur sekamar dengan adik perempuanku".ucap Kazuta.


"bagaimana, kumohon terimalah".


"jika kau tidak menerimanya, aku akan merasa bersalah sekali kepadamu".ucap kazuta.


"hmm, baiklah aku terima tawarannya".ucap sarah.


"oke, syukurlah kau menerimanya".ucap Kazuta.


"tapi,saat ini aku masih ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan".ucap sarah.


"tenang saja, kau bisa kemari nanti malam".


"lagipula, acara perayaannya akan diadakan pada malam hari".ucap Kazuta.


"baiklah, aku akan pergi dulu kalau begitu".ucap sarah


"oke...,sampai jumpa nanti malam sarah".ucap Kazuta.


sarah pun pergi untuk pergi untuk menyelesaikan beberapa urusannya, sedangkan aku pergi membantu untuk mempersiapkan acara perayaannya di rumah.karena pada malam itu akan ada banyak tamu yang di undang oleh adikku termasuk teman-temannya di sekolah.


adik perempuanku bersama ibuku menyajikan hidangan pembuka maupun penutupnya di dapur, untuk hidangan utamanya yaitu berupa kue yang tadi sudah kubeli bersama dengan sarah bersama dengan hadiah kecil yang sudah aku siapkan untuk kejutan adikku nanti. sedangkan aku bersama ayahku mempunyai tugas mempersiapkan dekorasi ruangannya agar terlihat cantik saat acara perayaan nanti malam.


aku tidak sabar lagi melihat momen kebahagiaan adikku saat hari perayaan nanti dan aku sudah tidak tahan lagi melihat ekspresinya ketika aku meberikan hadiah kecil yang sudah kupersiapkan untuknya.karena itu aku membuat ruangan yang dihiasi lilin-lilin semua ini untuk adikku dan teman-temannya agar mereka bahagia bersama.

__ADS_1


__ADS_2