
aku dan ayahku mempersiapkan meja dan kursi untuk tamu-tamu yang datang dan untuk hiasan ruangannya aku menambahkan berbagai jenis bunga dan lampu hiasan warna-warni dia atasnya agar terlihat indah bagi para tamu yang melihatnya.untuk selanjutnya tinggal pencatatan tamu undangan yang datang yang akan dilakukan oleh aku sendiri di halaman depan.
"oke, ayah lampu dan bunganya sudah aku siapkan".
"sekarang tinggal kita tata,ayah?".ucap Kazuta.
"baiklah, kau tata lampu-lampu itu di berbagai sudut ruangan. biar ayah yang menata setiap bunga di atas meja?".ucap ayah.
"baiklah,ayah".jawab Kazuta.
"asyik, ini akan menjadi ya hari yang membahagiakan bagiku dan juga aku".
"aku akan melihat senyum bahagia diwajah adikku pada saat dia memakai gaunnya".ucap Kazuta.
"itu adalah momen dimana seorang kakak akan merasa bahagia, ketika melihat adiknya terlihat cantik dan imut".ucap Kazuta.
tidak terasa waktu cepat berlalu dan sekarang adikku akan memulai kehidupan belajarnya yang baru di smp.
lalu pada saat bersamaan ayahku menyuruhku untuk membeli lilin tambahan dikarenkan lilin yang disediakan kemarin habis.aku pun tanpa berpikir panjang langsung pergi supermarket untuk membeli lilin beserta alat-alat dekorasi yang kurang menggunakan sepeda.sesampainya aku di supermarket aku pun mencari-cari barang yang ingin kubeli,tapi sudah hampir 30 menit aku mencarinya namun barang itu tak bisa kutemukan. pada akhirnya aku memutuskan untuk menanyainya ke kasir dimana tempat lilin dan benda-benda yang ingin ke beli berada.
"maaf, letak lilin disimpan dimana ya".ucap Kazuta.
"oh, kau sedang mencari lilin, sini biar kuantar kau ketempat penyimpanannya".ucap si kasir.
lalu kasir itu pun mengantarku ke tempat penyimpanan lilin berada, dan ternyata tempatnya tak jauh dari tempat terakhir kali aku mencari-carinya.
"ini dia, tempat disimpan lilin-lilinnya".ucap si kasir.
"oh ya,terima kasih banyak atas bantuannya".ucap kazuta
"sama-sama".ucap si kasir.(sambil mengangguk)
lalu aku pun segera menaruh lilin-lilin dengan jumlah yang dibutuhkan kedalam keranjang belanjaan dan aku pun tinggal mencari alat-alat untuk demokrasinya. tak membutuhkan waktu lama seperti tadi, akupun dengan cepat langsung menemukannya.
disaat aku tengah menaruh barang-barang belanjaku kedalam keranjang, aku secara tidak sengaja melihat aiko sedang melihat barang-barang dan sepertinya hendak membeli sesuatu, aku pun memalingkan wajahku agar tak diketahui olehnya.namun sepertinya ia sudah menyadari keberadaanku.
"bukan kan kau Kazuta, sedang apa kau kemari?"tanya aiko(sambil menghampiri mendekati Kazuta).
"yah..., aku ketahuan, padahal kukira tadi bisa lolos".ucap Kazuta(berbicara dalam hatinya, sambil menoleh ke arah aiko yang sedang memanggilnya).
__ADS_1
"hai aiko! kau juga sedang apa kemari?".tanya Kazuta(bertanya balik ke aiko).
"aku, aku sedang membeli beberapa perlengkapan memasak dan sayur-sayuran untuk keperluan di dapur".ucap sarah(sambil memperlihatkan barang bawaannya).
"wah..., ternyata kau senang memasak juga. kukira kau anak yang hanya menyuruh pembantunya untuk melakukan segala hal".ucap Kazuta.
"Kau anak yang mandiri, ya aiko?".ucap kazuta(seakan terkejut bahwa aiko adalah anak yang mandiri).
"apa-apaan kata-katamu tadi, kau mengatakan seolah aku anak yang pemalas sepertimu".jawab aiko(menanggapi pernyataan yang Kazuta katakan).
"ah, maaf-maaf aku sedang bercanda".ucap Kazuta(sambil tersenyum).
"lalu, kau sendiri sedang apa kemari?".tanya aiko(mengulang kembali pertanyaanya yang tadi).
"aku kemari, untuk membeli beberapa barang untuk dekorasi ruangan".ucap kazuta.
"dekorasi ruangan, memangnya akan ada acara apa?"tanya aiko.
"akan diadakan acara perayaan kelulusan adikku sebagai dia di ternak di sekolahnya di rumahku".jawab Kazuta.
"hee....,tak kusangka adikmu jauh lebih pintar dari pada kakaknya".ucap aiko(menyindir Kazuta).
"apa katamu, ngajak berantem".ucap Kazuta.(terpancing emosinya).
"sikap kekanak-kanakanmu itu, selalu saja membuatku jengkel".ucap aiko.
"bisakah kau berhenti, bersikap seperti anak kecil".ucap aiko.(merasa resah).
"ha...kau mengataiku bersikap seperti anak kecil, kau juga sama dasar nenek sihir".ucap Kazuta(merespon perkataan dari aiko).
"apa katamu, dasar bodoh".jawab aiko(dengan ekspresi kesal).
lalu seseorang datang satpam yang tiba-tiba mendekati kami untuk menyuruh kami keluar, jika kami terus -menerus membuat keributan di supermarket. kami pun pada akhirnya meminta maaf kepada satpam itu dan berjanji akan segera keluar setelah kami mengambil semua barang-barang yang ingin kami beli.lalu setelah kami berdua minta maaf, satpam itu pun lalu pergi untuk melanjutkan tugasnya menjaga area depan supermarket tersebut.
kami pun melanjutkan kembali berbelanja untuk membeli barang - barang yang kami inginkan.lalu kami pun keluar dari supermarket setelah menyekesaikan transaksi pembayaran.
"ini semua, berapa totalnya".ucap Kazuta(menanyakan harga keseluruhan barang yang ia beli).
"semua totalnya 100 ribu".jawab pertugas kasir.
__ADS_1
"oh iya sebentar mbak".ucap Kazuta.
"ini uangnya".ucap Kazuta.
"terima kasih, telah membeli di sini".ucap petugas kasih(dengan ramahnya dan juga sopan).
sesampainya aku di luar, lagi-lagi aku bertemu aiko yang sedang menunggu jemputan dari orang tuanya.
"hmm bukankah itu aiko,dia mungkin sedang menunggu jemputan.karena ia termasuk orang kaya mungkin dia akan dijemput mengendarai mobil".ucap Kazuta(berbicara dalam pikirannya).
"ah...!kau lagi kau lagi, nasibku sepertinya selalu saja buruk".ucap aiko.
"seharusnya aku yang berkata begitu, aku selalu dihantui oleh nenek sihir sepertimu".ucap Kazuta.
"apa kau bilang".ucap aiko(dengan perasaan yang sedikit kesal).
"ha....!hari ini adalah hari yang sangat bahagia bagiku, jadi aku tidak ingin mencari keributan dengan anak yang sikapnya kekanak-kanakan sepertinya".ujar aiko(sedikit lebih menahan amarahnya karena hari ini merupakan hari yang spesial baginya).
"hee...! memangnya akan ada apa, kenapa sampai-sampai sekarang merupakan hari spesial buatmu".ucap kazuta(penasaran).
"kau tidak perlu tahu,hari ini akan ada apa. bukankah ini adalah urusanku".ucap aiko(merahasiakannya).
"hmm...!".ucap Kazuta.
setelah itu, tiba-tiba datang sebuah mobil berwarna hitam berhenti di dekat aiko.di dalam mobil itu keluar seseorang pria yang entah siapa dia mendekati aiko, ia seperti mencoba menyuruh aiko untuk masuk ke dalam mobilnya.namun ternyata aiko menolaknya karena ia tidak suka dijemput olehnya.
"apa-apaan kau, kenapa malah kau yang menjemputku bukan ayahku. dimana ayahku?".tanya aiko.(dengan nada bicara marah dan menolak).
"maaf, beliau sekarang sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor. karena itu beliau menyuruh saya menjumputmu aiko".ucap pria yang baru saja keluar dari mobil itu.
"bukan kan sudah kubilang berkali-kali, kalau jangan mendekatiku lagi".ucap aiko(berbicara seolah-olah ia sama sekali tidak ingin pria itu mendekatinya).
"apa maksudmu, aiko?.bukankah kau sudah menjadi milikku".ucap pria itu(sambil memegang tangan aiko).
"cih....! lepaskan tanganku".ucap aiko(tak ingin tangannya terus di pegang).
"ayahmu, sudah menghendaki hubungan kita. lalu apa lagi masalahnya?".ucap pria itu.
"cepat lepas, jika tidak aku akan melapor pada ayahku, bahwa kau sudah menyakitiku dan kau akan menyesal dengan perbuatannya nanti".ucap aiko (mengancam).
__ADS_1
"hmm....!gadis yang cukup agresif,itu yang kusukai selama ini darimu".ucap pria itu.