Pedang Suci

Pedang Suci
Hubungan Aiko dengan seorang Pria


__ADS_3

Mendengar hal itu aku yang awalnya, saat itu hendak meninggalkan tempat tersebut, langsung merasa geram dengan tindakan pria itu. Tapi saat ku ingin berpaling ke arah aiko, aku langsung teringat kata-katanya yang mengatakan bahwa ia sendiri tak butuh bantuan dari siapapun, ia bisa menyelesaikan semua masalahnya sendiri. Tapi yang kulihat saat ini bahwa ia seperti sangat membutuhkan bantuan dari seseorang. Aku bingung harus berbuat apa, apakah mengikuti kata-katanya untuk tidak mencampuri semua urusannya ataukah mengikuti kata hatiku untuk pergi menolongnya.


"Ciih…! Masa bodoh dengan perkataannya,yang ku lihat saat ini dia benar-benar membutuhkan pertolongan seseorang." Ucap Kazuta.(Sambil memikirkan ucapan aiko kepadanya).


Aku pun mencoba menghampiri aiko yang saat itu di tarik paksa kedalam mobil oleh pria itu.


"Hei kau, lepaskan tangannya sekarang juga." Ucap Kazuta(Dengan nada yang keras).


"Oh....!" Ujar Pria tidak dikenal itu.


"Berhentilah menarik-nariknya, bukankah dia merasa kesakitan?". Ucap Kazuta kepada pria itu.


"Memangnya kau siapa, berani-beraninya menggangu urusanku dengannya." Ucap pria itu dengan nada suara yang mengancam.


"Yahh....!, aku memang bukan siapa-siapa." Ujar kazuta(Sambil menoleh kearah aiko).


"Tapi, aku sama sekali tidak bisa tenang. Saat seseorang yang aku kenal berada dalam bahaya." Ucap Kazuta (Kepada pria itu dengan tegas).


"Lagi modus kayaknya dia nih!" Ucap Aiko.


"Ho....! Begitu rupanya, kau teman dari aiko." Ucap pria itu dengan nada sinis.


"Asal kau tahu saja, saat ini kau tidak tahu sedang berbicara dengan siapa?" Ucap pria itu.


"Ya...! Memang aku tidak mengenalmu, tapi bisa kutebak kau pasti kakak atau paman dari aiko." Ucap Kazuta(Dengan santainya menjawab pertanyaan dari pria tersebut).


"Jadi kumohon maafkan dia, jika ia cerewet atau susah untuk diatur." Ucap Kazuta(Sambil menundukkan kepalanya untuk meminta maaf).

__ADS_1


"Haa....,kau sedang menghinaku dasar bodoh." Ucap pria itu, sembari mengeluarkan ludahnya ke tanah.


"Biar lebih kuperjelas lagi, sebenarnya aku adalah calon suami dari aiko dan kami akan melansungkan pernikahan p saat aiko telah lulus dari sekolahnya." Ucap pria itu(Berbisik-bisik di telingaku).


"Jadi sekarang kau sudah tahu siapa aku, jadi jangan pernah ganggu kami lagi." Ucap pria itu dengan ekspresi tersenyum di wajahnya.


Pria itu akhirnya berhasil membawa aiko masuk ke dalam mobilnya, aku sangat terkejut setelah mendengarkan penjelasan dari pria itu tentang hubungannya dengan aiko. Sampai-sampai aku sama sekali tidak bisa berkata apa-apa dan tak bisa berbuat banyak untuk membantu aiko. Aku hanya memandangi aiko yang tengah di bawa secara paksa kedalam mobil yang diduga bahwa ia adalah calon suaminya dan akan melakuakan pernikahan 2 bulan lagi atau lebih tepatnya setelah aiko lulus sekolah.


Aku pun pulang ke rumah dengan perasaan bertanya-tanya, apakah benar pria tadi adalah calon suami dari aiko.jika benar bukankah itu bertentangan dengan apa yang ia inginkan selama ini, selama ini ia terus mengatakan padaku bahwa ia mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolahnya ke universitas ternama yang ada di kota ini dan kupikir itu adalah hal mudah baginya karena ia merupakan murid dengan nilai terbaik di sekolah.namun setelah aku mendengar perkataan dari pria tadi, aku agak sedikit ragu dengan impian yang ingin di capai aiko.


Lalu saat aku tengah berfikir tentang aiko, tiba-tiba ken berbicara denganku lewat jam tangan yang kupakai.


"Hmm...!Kazuta apa yang sedang kau pikirkan saat ini?" Ucap ken yang penasaran dengan apa yang dipikirkan Kazuta.


"Ternyata kau ken, kau membuatku terkejut saja." Ucap Kazuta kepada ken.


"Tidak ada apa-apa kok, saat ini aku tidak sedang memikirkan apa pun." Jawab Kazuta sembari menyembunyikan yang ia pikirkan tentang aiko pada ken.


"tapi pertanyaannya, apakah kau mampu menyelamatkannya dari masalah tersebut atau tidak?" Tanya ken kepada Kazuta.


"Sial, dia pandai membaca pikiran orang lain." Ucap Kazuta(Berbicara dalam pikirannya).


"Ya baiklah aku jujur, aku memang saat ini sedang memikirkan tentang seseorang, orang tersebut mengalami suatu masalah yang nampaknya tak bisa ia selesaikan sendiri dan aku ingin sekali membantunya, namun aku tak bisa berbuat apa-apa selain hanya diam." Jawab Kazuta(Mengatakan pada ken apa yang baru saja ia lalui).


"Hmm....! Terkadang tidak mencampuri urusan orang lain adalah keputusan yang bijak, namun dalam kasusmu ini terkadang perasaan menuntunmu untuk melakukan sesuatu di luar dari batasan aturan yang sudah ditentukan." Ucap ken kepada Kazuta.


"Walaupun begitu, menurutku kau sama sekali tidak bersalah meskipun telah melanggar aturan yang telah dibuat sekalipun karena kau telah mengikuti perasaanmu yang menurutmu benar." Ujar ken(Menjelaskan bahwa apapun yang Kazuta pilih, ia harus menerima semua konsekuensinya).

__ADS_1


"Terima kasih ken atas semua dukunganmu padaku selama ini, tak kusangka kau sungguh perhatian." Jawab Kazuta(Memuji ken).


"Lalu, kenapa kau sangat mengkhawatirkannnya sampai-sampai terus saja memikirkannya."


"Apa kau memiliki perasaan suka terhadapnya?" Uap ken(Menanyai tentang perasaannya terhadap aiko).


"Ahh....! Kau sedang bercanda ken, mana mungkin aku menyukai gadis sepertinya." Ucap Kazuta, dengan menyembunyikan perasaan cintanya pada aiko dari ken.


"Tapi yang kurasakan sebaliknya Kazuta, aku bisa merasakan getaran dihatimu, amarah yang meluap-luap pada saat gadis itu menderita karena suatu masalah yang sedang dihadapinya." Ujar ken(Merasakan perasaan yang dirasankan Kazuta).


"Haa,sepertinya mustahil bagiku menyembunyikan sesuatu hal darimu, ken?" Ucap Kazuta kepada ken.


"Ya kau memang benar, entah kenapa tiba-tiba hatiku dan juga pikiranku kacau setelah kejadian tadi. Aku berpikir kalau semua yang kulihat dan kudengar tadi hanyalah sebuah mimpi." Ujar Kazuta.(Sambil meneteskan sedikit air matanya).


"Dasar bodoh, meski bodoh ternyata kau selalu saja memikirkan tentang perasaan orang lain. Saking bodohnya sampai-sampai kau tak memikirkan perasaanmu sendiri." Ucap ken dengan sinis.


"Itulah yang kurasakan tentangnya saat ini." Ujar ken pada Kazuta.


"Jika kau ingin menghinaku, merasa ini bukan yang tepat untuk dibicarakan." Ucap Kazuta(Dengan sedikit kesal)


"Namun sebagai roh terkontrakku kau bisa memahami tentang perasaaan manusia, ken?" Tanya Kazuta, yang penasaran dengan ken.


"Ha...,walaupun aku seorang roh tapi hatiku bisa memahami, apa yang sedang dialami oleh tuanku." Ucap ken dengan nada suara sinis.


"Haa...! jadi begitu, sepertinya roh sama sekali tak ada bedanya dengan manusia." Ujar Kazuta, yang terkejut dengan perkataan ken.


"Pokoknya kau tak perlu risau, jika kau sedang dalam masalah dan sangat membutuhkan bantuanku. Katakan saja, sebagai roh pelayanmu kupastikan aku akan selalu menerimanya." Ucap ken(Dengan senang hati akan membantu).

__ADS_1


Aku pun terkejut mendengar semua kata-kata itu dari seorang roh seperti ken, walau pun terkadang ia sangat menyebalkan tapi disuatu sisi ia mengerti tentang apa yang kurasakan dan selalu meberikan bantuan pada masalah yang sedang kuhadapi.


Aku pun akhirnya mengerti apa yang akan kulakukan selanjutnya, setelah memahaminya dari ken.


__ADS_2