Pedang Suci

Pedang Suci
Ruang Rahasia


__ADS_3

Pada waktu ku perhatikan gerakan langkah kakinya, yang nampaknya ia hendak memasuki sebuah ruangan. Setelah ku perhatikan lebih dekat ternyata ruangan tersebut ialah sebuah kamar yang amat mewah.


"Apa yang dilakukan iqbal, hingga menyewa sebuah kamar mewah di apartemen yang semegah ini."


"Aku harus segera menyelidikinya?"


Melangkah lebih dekat dengan iqbal, sembari memperhatikan setiap langkahku agar tidak terdengar olehnya.


Langkah demi langkah dan sampailah aku diruangan yang ingin ia tuju, ruangan itu nampaknya sangat rahasia, itu tampak terlihat jelas dikarenakan iqbal menyembunyikan ruangan itu menggunakan kode yang hanya dapat diakses oleh dirinya sendiri.


"Untuk apa dia sampai membuat ruangan rahasia di dalam kamarnya, aku semakin penasaran?" Mencoba untuk mengikuti iqbal masuk kedalam ruangan itu, namun tiba-tiba sebuah alarm berbunyi ketika aku hendak ikut masuk, nampaknya ruangan itu sudah dipasangi semacam alat penganalisa.


Sepertinya alat itu mampu mendeteksi keberadaanku walaupun aku telah menggunakan sihir penyamaran agar tak terdeteksi oleh sihir apapun namun nampaknya sihirku tak bekerja alat pendeteksi tersebut. Melihat alat pendeteksiannya berbunyi, iqbal secara spontan lalu mencari orang yang menjadi pemicu alatnya hingga berbunyi.


"Sial...! Kenapa keberadaanku bisa terdeteksi oleh alat itu." Ujar Kazuta, dengan perasaan khawatir dan juga kesal karena posisinya dapat diketahui.


Iqbal terpaksa keluar dari ruangan rahasia tersebut, untuk mencari keberadaan seseorang yakni diriku.


"Siapa yang telah berani-beraninya, mencoba masuk kedalam ruanganku." Ujar Iqbal sambil memperhatikan alatnya yang sedang menyala untuk segera dimatikannya.


"Ciihh...! Sial ada yang telah mengikutiku sampai kemari."


"Tapi kiri-kira siapa orangnya, aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaannya disekitarku bahkan dengan sihirku sekalipun." Tegas Iqbal, dangan rasa heran bercampur dengan rasa penasaran kepada orang yang berhasil mengelabuhinya.


Sementara iqbal terus saja mencariku, aku berusaha untuk keluar terlebih dahulu dari kamarnya dengan tujuan agar iqbal tak curiga dengan keberedaanku saat ini. Aku tetaplah harus berhati-hati meskipun iqbal belum menyadarinya.


"Lebih baik aku keluar dulu, sebelum iqbal benar-benar menyadarinya."


"Lalu menunggu momen yang tepat tuk kembali." sembari keluar dari kamar tersebut, Kazuta memilih menunggu diluar kamar sampai iqbal masuk kembali ke ruangan rahasia itu.

__ADS_1


Aku berencana untuk menghancurkan alat pelacak itu terlebih dahulu, sebelum nantinya aku akan mengikuti iqbal dari belakang untuk bisa masuk ke ruangan yang berada didalam kamarnya tersebut. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya iqbal nampaknya berencana untuk berhenti mencariku, lalu memutuskan untuk masuk kembali kedalam ruangan tersebut.


"Aku tidak melihat maupun merasakan hawa keberadaan seseorang disekitar sini?"


"Aneh kenapa tiba-tiba alat ini berbunyi?" Sembari memegang alat pelacak di tangannya.


"Mungkin alat ini rusak ataupun alat ini bahkan bisa mendeteksi serangga yang tadi tidak sengaja ikut terbawa masuk bersamaku."


"Akan kuperbaiki alat ini nanti, lebih baik aku segera masuk sebelum benar-benar ada orang yang mencurigaiku." Berencana kembali masuk kedalam ruangan rahasia itu sembari menaruh alat melacaknya ketempatnya semula.


Momen yang ditunggu-tunggu olehku tiba juga saatnya, Iqbal akhirnya masuk kedalam ruangan itu dan aku tanpa sepengetahuannya mengukuti dirinya dari belakang, Namun sebelumnya aku merusak alat pendeteksi yang menempel di sela-sela pintu masuk ruangan itu.


"Ken, bisakah dengan sihirmu kau merusak alat yang menempel itu?" mengarahkan pandangannya pada alat pendeteksi suhu tubuh yang menempel disela-sela pintu.


"Itu hal mudah bagiku, tapi?" secara tiba-tiba ken memberhentikan pembicaraannya dengan Kazuta sejenak.


"Tapi, apa ken?" Merespon tanggapan ken yang tiba-tiba mendadak terhenti.


"Maaf! Masih sedikit yang bisa aku pelajari tentang teknik dasar sihir."


"Kau bisa saja mati, jika pada saat tertentu terdapat pertarungan sihir yang mengharuskannya untuk menggunakan kekuatanmu." Nada bicara ken yang terlihat agak cemas dengan kemungkinan yang akan dihadapi oleh Kazuta nantinya.


"Aku mengerti! Karena itulah aku berusaha keras untuk dapat mempelajari semua proses tahapan teknik sihir dengan baik." Ujar Kazuta, dengan ekspresi yang penuh semangat.


"Baiklah, untuk kali ini aku akan membantumu."


"Aku akan mengajarinya beberap sihir yang menurutku sangat efisien dalam pertempuran..." Ken menerima permintaan tolong dari kazuta.


"Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku ken." Kazuta merasa dirinya sangat dikhatirkan.

__ADS_1


"Apa yang pikirkan, aku hanya tidak ingin aku kalah dengan sangat mudah." Ujar ken, menolak untuk menganggap dirinya khawatih terhadap Kazuta.


"Ehh, apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Kazuta terhadap pernyataan yang dikatakan oleh Ken.


"Lebih tepatnta, jika kau kalah dalam pertempuran maka itu akan berimbas padaku sebagai roh pedang."


"Aku akan dianggap lemah karena tak mampu memberikan kekuatan yang kuat pada penggunaku, padahal kau tahu sendiri dirimulah yang tak bisa mempelajari sihirku." Mementingkan reputasinya sendiri sebagai salah satu dari roh pedang terkuat dengan memanfaakan Kazuta.


"Hmm, kau pintar sekali beralasan ya ken." Ujar Kazuta Menyangka bahwa ken telah beralasan kepadanya, hanya agar ia tidak diremehkan olehnya.


"Siapa yang beralasan, dasar bodoh."


"Ya baiklah, aku tidak peduli tentang yang kau katakan, aku akan membuat perkataanku ini benar dihadapanmu." Ujar Ken, tak terima dengan yang dikatakan oleh Kazuta terhadapnya.


Lalu ken pun menghancurkan alat pendeteksi itu dengan menggunakan sihirnya. Kami pada akhirnya berhasil melewati pintu tersebut tanpa ada gangguan apapun, menyusuri masuk kedalam ruangan rahasia itu menjadikanku semakin penasaran apa yang sebenarnya disembunyikan oleh iqbal.


Setelah melewati lebih jauh kedalam mengikuti setiap langkah yang dilewati iqbal, aku sedikit heran dengan ruangan yang amat sangat indah didalamnya. Didalam ruangannya sendiri terdapat bunga mawar maupun melati diatas sebuah meja yang ditaruh kedalam vas bunga yang memiliki desain sangat indah.


"Hmm, apa yang ia lakukan sampai repot-repot menghiasi ruangan tersembunyinya dengan hiasan bunga berwarna-warni."


"Aku tau kalau dia anak orang kaya, tapi kegemarannya ini terbilang sangat aneh." Sembari semakin menambah rasa penasaran Kazuta terhadap ruangan tersebut.


Lalu aku terus saja mengikuti iqbal, sampai pada akhirnya aku berhenti di suatu tempat. Tempat tersebut memiliki keunikannya sendiri dibanding ruangan-ruangan sebelumnya yang sudah pernah kulewati.


Setelah aku melihat sekeliling ruangan itu, lalu menyimpulkan teoriku.


"Menurutku ruangan ini, nggak mirip dengan sebuah ruangan melainkan mirip dengan sebuah surga." Menurut kesimpulan yang dapat ditarik oleh Kazuta mengenai tempat tersebut.


Aku melihat iqbal sedang menggendong seseorang, setelah kulihat lebih jelas orang tersebut ternyata aiko yang selama ini sedang kucari, "Bukankah itu aiko, jadi ternyata selama ini aiko disekap disini."

__ADS_1


Aku merasa senang karena akhirnya berhasil menemukan lokasinya.


__ADS_2