Pedang Suci

Pedang Suci
Kedatangan Sarah


__ADS_3

Aku pun langsung mencatat namanya di buku daftar tamu undangan dan mengajak sarah yang mengenakan gaun berwarna kuning yang sederna namun terlihat tetap canik untuk masuk melihat serta menikmati suasana perayaannya.


"Oke, aku sudah selesai mencatat namamu.sekarang ayo kita masuk untuk melihat perayaan pestannya." Ucap Kazuta(Sambil memegang tangan sarah lalu mengajaknya masuk kedalam).


"Ohh....baiklah." Jawab sarah(Dengan perasaan gugup karena tiba-tiba tangan nya dipegang oleh Kazuta).


"Apa kau pernah datang ke acara perayaan orang lain sebelumnya?" Tanya Kazuta(Penasaran akan sarah yang terlihat tidak percaya diri untuk masuk kedalam acara).


"Hmm...., tidak." Ucap sarah.


"Ohh...benarkah." Jawab kazuta (Dengan ekspresi terkejut).


"Bukan kah kau termasuk anak dari seorang yang terpandang di dunia asalmu?" Ucap kazuta (Sambil mengajak sarah untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk para tamu).


"Iya benar, namun aku dilarang oleh ayahku untuk pergi ke acara perayaan manapun." Ucap sarah(Menceritakan tentang masa lalunya).


"Hmm....kalau dilihat dari penjelasamu, ayahmu sepertinya orang yang sangat disiplin." Ucap Kazuta (Menjelaskan karakteristik ayah sarah, sesuai yang dijelaskan oleh sarah).


"Kau mau minum sesuatu, sarah?" Tanya Kazuta (Menawarkan sesuatu untuk diminum).


"Tidak, terima kasih." Jawab sarah (Menolak dengan sopan dan halus).


"Hmm....baiklah kalau begitu." Ujar Kazuta menuruti perkataan sarah.


"Lalu seperti yang kukatakan kemarin, kau bisa tinggal dirumahku untuk sementara waktu."


"Sampai kamu memiliki tempat tinggal sendiri, bagaimana apa kau mau?" Ucap Kazuta(Menanyakan pertanyaan yang sama seperti yang ia katakan kemarin).


"Ya tentu saja, aku sudah menanyakannya kepada orang tuaku dan mereka semua setuju akan hal itu." Ujar Kazuta kembali.


"Emm....baiklah aku terima tawaranmu." Jawab sarah Menerima ajakan yang diberikan oleh kazuta.


"Hmm....baiklah kalau gitu, aku senang mendengarnya."


"Jadi, ngomong-ngomong barang bawaan mu ada dimana?" Kazuta menanyakan barang bawaan sarah.


"Aku tak memilikinya." Jawab sarah sambil menundukkan kepalanya.


"Haa...apa makusudmu, sarah?" Ujar kazuta (Sambil terkaget mendengar hal itu dari sarah)


"Seperti yang aku katakan barusan, aku tak memiliki apapun untuk bisa di bawa." Ujar sarah, menjelaskannya pada alasannya pada Kazuta.


"Hee.....!" Ucap Kazuta(dengan ekspresi yang sangat terkejut).


"Lalu, jangan bilang kalau kau lupa membawa perlengkapan apapun sebelum datang ke dunia ini?" Tanya Kazuta dengan ekspresi penasaran dengan jawaban sarah.

__ADS_1


"Masalahnya bukan begitu, aku dikirim ke dunia ini secara mendadak oleh ayahku." Ujar sarah(Menceritakan asal mula ia di kirim ke dunia ini)


"Waktu itu ayahku memanggilku untuk menanyakan sesuatu yang amat penting, lalu tiba-tiba ayahku mengirimku kemari dengan tujuan menemukan pemilik 2 senjata sihir legendaris itu." Ucap sarah (Menjelaskannya)


"Hmm....jadi artinya kau kemari hanya membawa pakaian yang kau kenakan saja." Ucap kazuta mengenai penjelasan sarah.


Lalu sarah pun menjawabnya, "Iya."


"Mengenaskan sekali." Dengan rasa prihatin, kazuta menanggapinya(Berbicara didalam pikirannya)


"Ehh....lalu, bagaimana dengan gaun yag kau kenakan saat ini. kalau boleh tanya darimana kau mendapatkannya?" Tanya Kazuta dengan rasa penasaran.


"Sebenarnya gaun ini aku menemukannya beberapa hari yang lalu, di seberang jalan dekat dengan toko roti saat waktu itu kita bertemu." Ujar sarah dengan tatapan menunduk kearah bawah(Menjelaskan secara detail pertama kali dia menemukan gaun itu)


"Haa.....,jadi kau memungutnya." Jawab kazuta Kazuta dengan rasa terkejut setelah mendengarnya.


"Astaga, apa keputusanku waktu itu salah, deengan mencegahnya untuk kembali ke dunia asalnya." Ujar Kazuta( Berbicara di dalam pikirannya)


"Separtinya aku harus benar-benar bertanggung jawab atas apa yang menimpanya saat ini." Ucap kazuta(berbicara didalam pikirannya sambil menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi pada sarah).


Untuk saat ini aku pun merasa lega, dikarenakan sarah menerima tawaran untuk menginap dirumahku. Jadi aku bisa sekalian menebus kesalahanku yang telah menghalanginya untuk kembali kedunianya karena mulai saat ini ia akan tinggal dirumahku untuk beberapa hari kedepan sampai aku bisa membantunya memberikannyq tempat tinggal atau mungkin suatu hari nanti aku harus merelakan ia untuk kembali ke dunia asalnya.


Aku pun mengajaknya jalan-jalan kedalam acara untuk menemui keluargaku dan melihat beberapa hal menarik yang ada pada acara perayaan itu, di sana kami pun bertemu dengan ayahku dan beberap temannya yang sedang asyik mengobrol.


"Hei Kazuta, kemarilah?" Ucap ayah Kazuta( Sambil asyik berbincang-bincang dengan beberapa temannya)


"Hee...siapa gadis yang ada disebelah itu, Kazuta?" Tanya ayah Kazuta tantang sarah.


"D-dia...! Dia adalah temanku, yah." Jawab Kazuta dengan nada sedikit agak gugup.


"Oh...., jadi begitu kau mengundang temanmu juga untuk menghadiri acara ini, lalu mana temanmu yang lain?" Tanya ayah Kazuta(Menanyai teman Kazuta yang lainnya)


"Ehh.....temanku yang lain." Ucap Kazuta(kebingungan untuk mencari alasan)


"Ya, benar dimana mereka sekarang?" Ucap ayah kazuta, menanyakan pertanyaan yang sama kepada kazuta


"Meraka baru saja mengirimku pesan lewat handphone bahwa mereka tidak bisa datang kesini karena masih ada urusan keluarga yang harus mereka hadiri." Jawab kazuta (beralasan agar tidak dicurigai oleh ayahnya yang padahal kazuta tidak pernah sekalipun mengundang temannya karena di sekolah Kazuta tak memiliki teman sama sekali)


"Oh, jadi begitu ya." Ucap ayah Kazuta(Mempercayai perkataan Kazuta)


"Ehh...., benar ayah." Ujar kazuta(sambil tertawa kecil karena telah berhasil mengelabuhi ayahnya)


"Laluu siapa meraka ini, yah?" Tanya Kazuta, sambil memperhatikan beberapa orang yang ada disekitar ayahnya.


"Oh, mereka semua ini teman kantor ayah." Ucap ayah Kazuta menjelaskannya kepada Kazuta.

__ADS_1


"Hmm... lalu dimana mayumi, aku tidak melihatnya sejak acaranya dimulai?" Tanya kazuta, sambil memperhatikan orang-orang yang ada disekelilingnya


"Dia sedang bersiap-siap dengan gaunnya, diruang ganti." Jawab ayah kazuta.


"Kalau begitu, kami permisi dulu." Ujar Kazuta berpamitan kepada ayahnya.


"Oh, kalian sudah mau pergi, apa kalian tidak ingin ikut bergabung bersama kami?" Ujar salah satu rekan kerja ayah Kazuta.


"Terima kasih untuk rawarannya, Tapi aku masih ada hal lain yang ingin aku tunjukkan pada sarah?" Jawab Kazuta(Ingin mengajak sarah berkeliling melihat acara perayaannya)


"Oh..begitu, baiklah." Jawab salah seorang teman ayah kazuta.


Aku dan sarah pun pada akhirnya melanjutkan melihat suasana di tempat acara utamanya dimulai yakni tempat pemotongan roti oleh mayumi nanti, aku juga ingin memperkenalkan sarah dengan adikku mayumi. Namun hal tak terduga terjadi, aku secara tidak sengaja bertabrakan denga seorang wanita dewasa yang ternyata ia adalah guru wali kelasku yakni guru kiyomi. Aku tak menduga kalau di akan datang kemari, lalu aku berpikir siapa yang mengundangnya kemari padahal seingatku aku tidak mengundangnya, siapa orang yang telah mengudangya selain diriku hal itu terus-menerus terbayang di dalam pikiranku.


"Oh.....kazuta, ternyata kau!" bu kiyomi yang terkejut melihat Kazuta.


"Ehh....bu kuyomi, sedang apa kau kemari?" Tanya Kazuta mengenai alasan bu kiyomi.


"Tentu saja, menghadari perayaan?" Jawab bu guru kiyomi dengan senyuman kepada Kazuta.


Aku berpikir bahwa ada seseorang yang sengaja mengundang guruku untuk datang kemari,namun aku tak tahu orangnya. Lalu aku pun bertanya pada bu kiyomi.


"Kalau boleh tanya, siapa orang yang telah mengudang anda kemari, bu kiyomi?" Tanya Kazuta dengan rasa penasaran.


Bu kiyomi menjawab bahwa dia kemari, atas undangan yang diberikan oleh ibunya ibukku. Ibukku mengirim pesan kepadanya untuk datang ke upacara perayaan kelulusan adikku kemarin. Aku berpikir untuk apa ibukku repot-repot mengundang wali kelas ku untuk datang ke perayaan putrinya.


Lalu bu kiyomi bertanya padaku "Siapa yang ada di sebelahmu itu, kazuta?" Tanya bu kiyomi sambil melihat pada gadis disampingku.


Aku pun menjawab, "Dia adalah sarah, dia merupakan teman masa kecilku".


Sembari tersenyum kecil karena telah berhasil membuat bu kiyomi percaya terhadapku, aku lalu meminta izin meninggalkannya untuk mengajak sarah menemui adikku di saat acara utamanya dimulai.


"Baiklah...."


"Kau pergilah, bersenang-senanglah semoga harimu menyenangkan!"


Kami berdua pun pergi untuk melihat acara utamanya dimulai, akhirnya kami pun sampai di tempat acara utamanya berlangsung. Disana, mayumi baru saja datang dari ruang ganti pakaian. Aku berpikir bahwa pakaian yang kenakan adikku saat ini sangat indah, sama seperti wajahnya yang cantik, melihat aku melamun saat sedang memandangi mayumi sarah pun meberikan cubitan yang amat sakit dibagian tanganku.


"Ah....! Apa yang kau lakukan sarah,mengapa kau tiba-tiba mencubitku?"


"Aku tidak ingin ada pria siscon didekatku, dasar menjijikkan!".jawab sarah dengan tatapan sinis terhadapku.


Aku pun hanya bisa tersenyum melihat tatapan sinisnya kepadaku.


"Kau ini bodoh, ya."

__ADS_1


"Padahal aku mencubitmu, tapi kau malah tersenyum?" Dengan nada suara sinisnya sarah mengatakan itu kepadaku.


Melihat ekspresi dan sikapnya itu, dia mengingatkanku pada seseorang yang kemarin kutemui yaitu aiko. Aku masih tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya waktu itu, mungkin aku akan menemuinya besok di sekolah.


__ADS_2