
Kazuta pun masuk kedalam rumahnya, ia pun sambut oleh adik perempuan dan juga ibunya sedangkan ayahnya sedang pergi bekerja.
"Ibu...!aku pulang."
"selamat datang Kazuta."
ibuku menyambutku dengan senyuman.
"Selamat kembali, kak Kazuta." adikku ayumi juga ikut menyapaku.
"Hari ini bagaimana dengan pelajaranmu Kazuta." tanya ibuku.
"Em..baik, hanya saja aku terkena sedikit masalah gara-gara temanku di kelas."
"hmm....! Benarkah tapi baru saja gurumu berkata lain tentangmu, ia berkata kau dihukum dan menerima remidi di kelasmu." ucap ibuku.
"A-apa...guru kiyomi datang kerumah tadi, ibu."
Aku terkejut setelah mendengar nya dari ibu dan menunjukan rasa kekhawatiran yang tinggi.
"tidak, ia menelpon ibu tadi."
"Kazuta, kau seharusnya lebih serius lagi dalam belajar.kalau tidak ibu akan marah lho." jawab ibuku dengan nada suara marah.
"Kazuta, kau juga harus belajar untuk mempersiapkan ujian masuk universitas, jika tidak aku akan marah saat ini juga."
"b-baik....bu?."
"bagaimana aku bisa konsentrasi belajar disekolah, jika setiap hari aku terus-terusan di ganggu oleh iqbal dan lainnya."
Hal ini seharusnya tak terjadi
"baiklah, aku akan memikirkannya dikamarku." ucap Kazuta.
"pastikan kau belajar kazuta, jika tidak kau tidak aka dapat jatah makan malam untuk malam." ucap ibu Kazuta.
"a-apa, tunggu tidak boleh begitu."
"itu sudah kesepakatannya."
"sejak kapan aku membuat kesepakatan semacam itu dengan ibu." ucap Kazuta.
"sejak kau mendapat nilai buruk terus di kelasmu, ingat baik-baik ibu sudah muak lho dengan nilai burukmu ini."
"jadi, sebaiknya kau segera pergi kemarmu dan cepat belajar sana." ucap ibu kazuta.(dengan ekspresi marahnya).
"b-baik.....ibu." ucap Kazuta (dengan nada terbata-bata).
setelah itu Kazuta pun masuk ke kamarnya dan merenung memikirkan apa yang akan ia lakukan sembari membuka isi tasnya untuk mengambil buku yang akan ia gunakan untu belajar.
"pokoknya aku harus fokus saja untuk ujian akhir, lagi pula ini akan menjadi ujian terakhirku di sma."
"ngomong-ngomong sekarang tanggal berapa, sudah lama aku tidak melihat kalender."
"tangal 25 februari, apa...!."
"kalau tidak salah ujian akhirnya dimulai tanggal 1 april, itu berarti ujiannya tinggal 2 bulan lagi."
"ini gawat, bagaimana aku bisa belajar dalam waktu 2 bulan."
"aku harus nge gass nih buat belajar."
3 jam setelah Kazuta belajar, ia tidak kuat untuk belajar selama itu ,lalu tiba-tiba ia tertidur.Disaat tertidur Kazuta bertemu dengan sosok gadis berpakaian hitam yang tak lain adalah sosok roh dari pedangnya sendiri.
"anu...siapa kau?."
"aku, aku roh yang ada di pedang yang saat ini kau pegang."
"lalu, tempat apa ini."
"ini, didunia roh. dimana roh dan pemiliknya akan saling mengikat kontrak." ucap roh itu.
"apa, aku akan mengikat kontrak denganmu."
"iya benar,namun sebelum itu kau harus melewati beberapa ujian untuk bisa mengikat kontrak denganku."
"apa ujian lagi, bukankah sebelum nya aku sudah menjalani ujuannya?."
"tidak, itu hanya ujian awal agar kau bisa bertemu denganku dan membuktikan apakah kau pantas mejadi tuanku." ujar roh itu.
"apa...jadi masih ada beberapa ujian lagi untuk dilewati." ucap kazuta.
"iya, benar."
"tadi gadis misterius lalu sekarang sosok roh."
__ADS_1
"sepertinya hariku benar-benar buruk sekarang."
"jadi apa saja ujian yang harus aku lewati."
"lalu apa aku boleh tanya sesuatu?." tanya kazuta
"apa,itu?."
"apa kau memiliki sebuah nama?."
"tidak, aku sama sekali tak memilikinya." jawab roh tersebut.
lalu roh tersebut mengatakan beberapa hal yang harus Kazuta jalani untuk bisa melakukan kontrak dengannya.salah satunya adalah harus melawan roh itu sendiri.
"apa, aku bertarung malawan roh, kau sudah gila ya. mana mungkin aku bisa menang melawan sesosok roh." ucap Kazuta.
"kau menyerah, sebelum melakukannya."
"memangnya ada masalah jika aku menyerah sekarang." ucap kazuta.
"tentu saja, jika kau menyerah atau pun kalah denganku di tempat ini.kau akan tertidur selamanya yang artinya kau akan mati didunia nyata."
"a-apa, serem banget kata-katanya." ucap Kazuta.
"apa ada ujian lainnya yang lebih mudah, yang bisa aku jalani lebih dulu."
"tidak, hanya itu." ucap sang roh
"a-apa bukankah kalau begitu ujiannya cuma ada satu." ucap Kazuta
"baiklah, apa kau siap berhadapan denganku." ucap si roh.
"oke, apa boleh buat."
"pilihannya hanya melawan, jika aku menyerah atau pun kalah itu sama saja."
"jadi, ayo kita mulai pertarungannya.aku yang akan mulai menyerang lebih dulu." ucap Kazuta.
mereka berdua pun memulai pertarungannya.Kazuta terlebih dahulu melakukan serangan kepada sosok roh itu dengan tinjuan di tangan kanannya, namun roh tersebut dengan mudah menghindarinya.roh itu seperti mempermainkan Kazuta dengan tidak adanya serangan sama sekali dari roh itu,ia hanya menghindari serangan Kazuta.
"ahh.....ini percuma, roh itu dengan gampangnya menghidari serangannya."
"ini seperti bumi melawan langit, hampir mustahil bagiku untuk mengalahkannya." ucap Kazuta.
"bukan hampir, tapi kesempatanmu untuk menang dariku cuma nol." ucap roh itu.
"ya, memang aku hanya manusia yang tak memiliki kekuatan apapun,lagipula dari tadi kau sama sekali tidak menggunakan kekuatanmu sama sekali."
"memangnya kenapa, apa jangan-jangan kau tak bisa membunuhku." ucap Kazuta(dengan nada mengejek).
"jangan bercanda,kekuatanku saat ini jauh diatasmu.aku saat ini hanya ingin bermain-main denganmu." ucap roh itu kepada Kazuta.
"bermain-main ya, sekarang cobalah melawanku dengan serius dan tunjukkan semua kekuatanmu." ucap Kazuta.
"jika aku menggunakan kekuatanku padamu itu sama saja penghinaan bagiku." ucap roh itu.
"oh ya, kalau begitu akan kubuat kau tak terhina dalam pertempuran melawannya." ucap Kazuta.
"kau masih saja keras kepala,kau masih belum paham juga tingkat perbedaan diantara kita."
"kalau tidak kucoba, mana bisa aku tahu."
"seekor semut kecil pun mampu melawan gajah yang ukuran kekuatanya lebih besar daripada dirinya."
"jika seekor semut pun mampu, aku pun pasti bisa mengalahkanmu."
"kau, ingin bermain kata-kata denganku."
"kalau begitu akan ditunjukkan kekuatanku."
"Dark emperior........"
roh itu mengeluarkan sihir yang berupa enegi hitam kegelapan ditanganya,lalu ia mengarahkannya kearah Kazuta, Kazuta yang menerima serangan mendadak itupun langsung tersungkur.
"ahh....cih, kuat sekali serangannya dan juga cepat".ucap Kazuta."
"aku harus memikirkan cara untuk mengalahkannya."
"pasti roh ini memiliki sebuah kelemahan?."
kazuta pu berduri, bersiap untuk membalas serangannya
"baiklah......"
Kazuta pun berlari sekencang mungkin kearah roh itu, agar bisa meraih wujudnya tersebut.
__ADS_1
"jika aku tidak bisa mengalahkannya dari jarak jauh, maka aku perlu memperpendek jarakku dengannya."
mengetahui hal itu si roh pun langsung kaget,dan mengubah arah serangannya.namun semuanya sudah terlambat karena Kazuta dengan cepat lansung memegang tangan dan menendang kaki roh itu hingga terjatuh.
"Mustahil aku bisa kalah oleh manusia sepertimu." ucap roh itu.
"hee...maaf ya, tapi kali ini aku lah pemenangnya." ucap Kazuta.
"Kenapa kau bisa mengalahkanku?."
"sudah kuduga, kau pasti akan bertanya begitu."
"aku hanya mencari saat yang tepat,pada saat kau lengah tadi?."
"di saat kau terlalu berfokus pada serangan jarak jauh, kau lambat merespon saat menerima serangan jarak dekatku.pada saat kau lengah itulah aku mencari kesempatan untuk menjatuhkanmu." ucap Kazuta.
"tidak mungkin."
"lagi-lagi kau bicara begitu,tapi bukan hanya itu saja yang membuatmu kalah tadi."
"melainkan kesepian itu juga yang membutmu kalah melawanku".ucap Kazuta."
"apa?." ucap roh itu.
"apa selama ini kamu pernah memiliki seorang teman."
"tidak."
"ehh...bukan kah pemilikmu yang sebelumnya adalah temanmu juga."
"tidak." ucap si roh (dengan wajah muram)
"ehh...."ucap Kazuta.
"tidak,dia bukanlah patnerku."
"ahh....kenapa?." ucap Kazuta.
"karena di belum menyelesaikan kontrak denganku." ucap gadis roh itu.
"maksudmu?".
lalu roh itupun menceritakan tentang sem masa lalunya,
"iya, aku dipaksa di gunakan oleh orang itu tanpa melalui kontrak yang seharusnya disetujui oleh roh pedang itu sendiri."
"orang itu,mengeluarkan seluruh kekuatan pedang itu secara paksa tanpa melibatkan roh yang ada didalamnya."
"dia memaksa pedang itu untuk tunduk padanya dengan sihirnya yang sangat kuat." ujar si roh.
"lalu terciptalah pedang hitam yang sama sekali tak memiliki roh didalamnya."
"jadi, sejak awal kau sudah tidak ada."
"tidak, lebih tepatnya aku segel didalam pedang itu."
"Dan sekarang setelah orang yang menyegelku itu sudah tiada, aku kembali menjadi diriku yang bebas menguasai pesan sihir tersebut."
lalu Kazuta teringat dengan kata-kata gadis misterius yang memberinya pedang ini,ia berkata bahwa ia harus menjalin kontrak dan memberi nama pada roh yang ada di dalam pedang tersebut.
"baiklah....aku mengerti masalahnya?."
"kau saat ini kesepian kan dan juga aku membutuhkan nama untuk memanggilmu, bukan kan begitu nona roh?."
"apa..,maksudmu?."
"baiklah...., sekarang aku akan menamaimu ken,bagaimana?."
"bagaimana menurutmu,bagus kan?."
"ken, namaku?."
"ya, karena kau hidup di dalam pedang hitam kegelapan jadi aku menamaimu. ken?."
"baiklah....." ucap ken sang roh
"sip..., akhirnya kau suka juga, terus bagaimana selanjutnya."
"apa..maksudmu." ucap ken
"ha .....maksudku bagaimana dengan kontraknya?."ucap Kazuta.
"bukankah, aku sudah menang dalam pertarungannya."
"oh itu, selanjutnya kau harus menyentuh tanganku untuk menjalin kontrak." ucap ken si gadis roh.
__ADS_1
"ha... cuma itu,hmm?." ucap Kazuta.
lalu Kazuta pun bersentuhan dengan si gadis roh yang sudah ia beri nama yaitu ken.seketika cahaya pun menyelimuti mereka, dan kontrak pun terjadi antara Kazuta dan ken si gadis roh.