Pedang Suci

Pedang Suci
Akhir dari Acara Perayaan


__ADS_3

Pada akhirnya pesta berakhir, aku sangat senang bisa memengadaka pesat yang sangat meriah ini bersama keluargaku serta mengucapkan terima kasih bagi orang-orang yang sudah datang ke acara pestanya mayumi. Kini saatnya bagiku untuk membereskan semua kursi-kursi serta perlengkapan acara yang lain.


"Oke-oke, sekarang kita bereskan kembali semua perlengkapan ini, ayah?"


Aku beserta ayahku menaruh kembali peralatan-peralatan nya ketempat gudang penyimpanan barang, sedangkan ibuku dan mayumi mebereskan semua peralatan dapur. Tiba-tiba ada suara langkah kaki sedang mendekatiku, setelah kulihat siapa yang sedang menghampiri ternyata ia adalah sarah. Sarah menawarkan bantuan kepadaku, ia ingin ikut membantu membereskannya juga.


"Bisakah, aku juga ikut membantumu?"


Lalu aku mengizinkannya untuk membantuku, aku menyuruhnya membersihkan sampah-sampah yang ada diatas meja dengan lap kain dan semprotan anti kuman yang sudah aku siapkan sebelumnya. Sarah lalu langsung melakukan apa yang kuperintahkan tadi dan mulai membersihkan seluruh meja yang kotor. Aku juga tak ingin bersantai-santai dan melanjutannya apa yang harus dilakukan seorang laki-laki yakni menaruh semua kursi serta dekorasi lainnya yang digunakan pada saat acara untuk ditaruh ke gudang penyimpanan, sedangkan kursi yang sudah kami sewa akan diangkut untuk selanjutnya dikembalikan ke toko penyewaan kursi menggunakan mobil box yang sudah ayahku sewa dari salah satu temannya.


Hari-hari yang amat melelahkan memang, namun hal itu dapat terbayar dengan kesenangan yang kami rasakakan pada saat acara perayaan. Aku telah selesai merapikan semua kursi serta meja ke dalam mobil box, yang selanjutnya tinggal kami antar kembali ke tempatnya semula. Ayahku menyuruhku untuk ikut bersamanya untuk mengantarkan semua kursi dan mejanya, namun aku menolaknya karena masih banyak hal yang harus kukerjakan di dalam rumah. Pada akhirnya ayahku mengantarnya sendirian, sedangkan aku melanjutkan kembali pekerjaanku membereskan dekorasi hiasan ruangan yang akan disimpan di gudang penyimpanan barang.


Pada saat aku sedang mengambil beberapa dekorasi yang berada di salah satu dinding, aku dikagetkan dengan suara pecahan kaca di bagian ruangan dapur. Setelah ku cek apa yang sedang terjadi, ternyata itu mayumi yang secara tidak sengaja menjatuhkan sebuah piring, lalu ibuku menyuruhku untuk sekalian membersihkan pecahan beling yang berserakan di lantai.


"Kazuta, tolong kau bersihkan pecahan belingnya, ya?"


Aku pun lalu membersihkan pecahan belingnya yang berserakan dilantai sesuai perkataan ibuku, aku yang sedang membersihkan pecahan belingnya melihat mayumi yang sedang melihat ke arahku dan ia "meminta maaf" karena telah membuatku kerepotan lagi, aku sendiri juga tidak terlalu mempermasalahkannya karena lagipula yang menjatuhkahkannya sudah memberiku banyak keceriaan malam ini.


"Sudahlah, aku tidak akan marah."


Aku sesegera mungkin membuang pecahan beling itu ke tempat sampah, untuk melanjutkan pekerjaanku tadi yang sempat tertunda. Saat aku kembali ke tempat acara untuk mengambil beberapa dekorasi agar disimpan di gudang, aku melihat sarah yang sedang duduk dilantai dan sepertinya dia sangat kelelahan karena telah menyelesaikan tugas yang kuberikan tadi. Aku lalu memutuskan untuk mengambil sebuah botol minuman yang ada di kulkas untuk di berikan kepadanya.


"Hei... sarah bangunlah, aku ada minuman buatmu, minumlah?"


Sarah yang terbangun dari tidurnya, lalu menerimanya dan mengambil botol air yang kupegang.


"Terima kasih, minumannya?"


"Oke!" aku pun menjawabnya.


"Apa ada hal lain lagi yang bisa kubantu?"


Tiba-tiba, aku memikirkan sesuatu yang nampaknya bisa dia lakukan lagi. Namun nampaknya itu mustahil dilakukannya dengan kondisinya yang kelelahan seperti saat ini. Jadi aku memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu

__ADS_1


"Lebih baik kau beristirahatlah terlebih dahulu?"


"Tunggu sebentar, aku akan mengambilkanmu kursi agar tidak duduk dilantai."


Setelah aku mengambilkan sarah kursi, aku kembali membereskan dekorasi yang masih terpasang di dinding-dinding rumahku.


Tak kusangka 2 jam pun berlalu dan aku telah membereskan semua dekorasi-dekorasi yang terpasang tadi untuk di simpan di gudang. Tak lama berselang ayahku juga telah datang dari mengantarkan kursi dan meja ke tempat penyewaan barang.


"Ayah! Apa semua barangnya sudah kau antar?"


Ayah berkata bahwa dirinya baru saja bertemu dengan teman masa kecilnya dulu, ia menceritakan kalau dirinya dari tadi masih mampir di warung setelah mengantar barang sewaanya hanya untuk sekedar meminum kopi hangat dan membicarakan tentang masa kecilnya dulu dengan temannya tersebut.


"Maaf telah membuatmu menunggu lama, Kazuta?"


"Bagaimana dengan dekorasinya, apa kau sudah menaruh semuanya di gudang penyimpanan barang?"


Aku mengatakan kalau dari sejak tadi, aku telah selesai membereskan semuanya termasuk semua meja dan kursinnya (Yang di maksud disini bukan meja dan kursi sewaan melainkan milik Kazuta sendiri).


"Baiklah kerja bagus, Kazuta?"


"Ayah lelah sekali dan ingin segera cepat tidur."


Lalu aku menceritakan pada ayah bahwa bukan cuma aku saja yang membereskan semua ruangannya melainkan sarah juga ikut membantuku, lalu aku pun meminta izin kepada ayahku agar sarah diperbolehkan tinggal di rumah sampai ia memiliki rumah sendiri. Tanpa kuduga ayahku memperbolehkan sarah untuk tinggal dirumahku, aku pun sangat senang mendengar hal itu dari ayahku. Namun ayahku bilang bahwa sebaiknya aku juga harus membicarakan hal ini pada ibuku.


"Sebaiknya kau juga memberitahu ibumu soal hal ini?"


Aku sangat yakin sekali bahwa ibuku akan meperbolehkannya karena ibuku baru saja bertemu dengan sarah pada saat acara perayaan berlangsung dan kemarin telah membicarakan soal ini pada ibuku, sekarang aku tinggal membuat persetujuan kedua dengannya.


"Baiklah ayah, aku akan segera menemui ibu dan membicarakan tentang ini padanya?"


Aku lansung pergi ke dapur untuk menemui ibuku, namun sesampainya di dapur aku hanya melihat sarah yang tengah mencuci gelas-gelas yang kotor sendirian tanpa melihat ibuku sama sekali.


"Sarah, dia mana ibuku?"

__ADS_1


"Bukannya, ia baru saja di sini."


Sarah mengatakan bahwa baru saja ibuku dan mayumi pergi mengantarkan kue-kue sisa acara tadi kepada tetangga sekitar rumah.


"Oh....jadi begitu!"


"Lalu, apa kau sudah sejak tadi ada disini?"


Lalu sarah mematikan kran air dan menaruh gelas yang sedang dibersihkannya untuk bisa membalas perkataanku.


"Ya, aku sudah dari tadi disini, sejak ibumu dan adik perempuanmu pergi untuk mengantarkan kue kepada tetangga sekitar."


"Lalu sebelum mereka berangkat, mereka menyuruhku untuk mengantikan mereka sebentar untuk membersihkan piring dan juga gelas yang kotor sampai mereka kembali."


"Memangnya ada masalah apa, Kazuta?"


Aku akhirnya mengatakan apa yang kubicarakan dengan ayahku tadi pada sarah, bahwa ayahku telah memperbolehkan sarah untuk tinggal disini. Sekarang aku tinggal mengatakan sekali lagi dengan ibuku, sebenarnya kemarin aku sudah membicarakan tentang ini pada ibuku, namun aku kurang yakin kemarin dia menanggapi perkataanku dengan serius. Mendengarkan hal itu dariku sarah merasa bersalah telah merepotkanku dan juga keluargaku.


"Aku tidak merasa direpotan kok keluargaku pun juga, buktinya meraka menerimamu disini!".


"Lagi pula sejak awal, aku lah yang seharusnya merasa bersalah karena melarangmu untuk pergi ke dimensi duniamu!."


Mengatakan hal itu kepada seorang gadis yang tidak lama ini kutemui, membuatku merasa ingin pingsan tapi kutekadkan agar ia bisa memahami perasaan maafku. Mendengar hal itu dariku, Sarah hanya meresponnya dengan ekspresi tersenyum.


"Aku sudah memafkanmu, Kazuta?"


"Aku berfikir bahwa mungkin inilah takdir bagiku, tinggal di dunia yang berbeda dengan duniaku."


"Lagipula hidup di dunia ini sungguh menyenangkan menurutku!"


"Ah..! Baiklah, sekarang aku harus melanjutkan pekerjaanku lagi sebelum ibumu datang."


Aku merasa senang, jika sarah juga merasa senang hidup di dunia ini. Lalu aku memutuskan untuk membantunya juga menyelesaikan pekerjaannya hingga selesai.

__ADS_1


...MOHON MAAF SAYA TERLAMBAT UPDATE DIKARENA SAKIT...


__ADS_2