
Vendi menghentikan motornya tepat di samping Yuli yang tengah duduk dengan tatapan kosong di sudut taman kota
"akhirnya ketemu juga" kata Vendi sambil melepaskan helmnya
Yuli masih diam tak bergeming
"aku dan Riko sudah panik mencarimu semalaman, ayo kita pulang" Vendi meraih tangan Yuli mengajaknya beranjak dari taman kota
"tidak mau" Yuli menepis tangan Vendi
"haaaaah merepotkan sekali sih" Vendi menghela nafas sambil menggerutu
"ok baiklah, aku akan membiarkanmu di sini"
Vendi mencari akal
"kemarin aku dengar di ujung taman sana terjadi pembunuhan"
Yuli mulai melirik Vendi
berhasilkah? Vendi tertawa dalam hati
"katanya sih korbannya seorang wanita"
Yuli mulai terlihat tidak tenang
benar ternyata berhasil
"dia dirampok dan diperkosa ramai-ramai"
"tubuhnya digantung di pohon dengan tanpa sehelai baju pun" Vendi mulai jail merasa Yuli sudah terkena tipuannya
"lehernya tercekik, matanya melotot dan..." tangan Yuli membekap mulut vendi
"bawa aku kembali ke hotel" terlihat jelas bahwa Yuli ketakutan
Vendi berusaha menahan tawanya
"ok baiklah, aku pikir kau mau bermalam disini, hampir saja aku meninggalkanmu, untung aku belum keburu pergi jadi.... aww" Vendi berteriak kesakitan karena Yuli naik ke belakang motor sambil mencubit pinggang Vendi
"kau itu cerewet" Yuli nampak kesal karena terpaksa harus kembali ke hotel, padahal ia sedang tak ingin bertemu Riko
Vendi memacu motornya dengan tiba-tiba, sampai Yuli kaget dan memeluk Vendi dengan erat
"setakut itu ya kau dengan cerita tadi? sampai peganganmu kuat sekali, hati-hati jangan sampai aku yang berbaik hati mau mengantarkanmu ini cidera karena tenagamu yang tidak seperti wanita" Vendi tertawa mengejek
Yuli jengkel dan semakin mengencangkan pelukannya, tanpa sadar Yuli mencium aroma parfum yang mempel ditubuh Vendi
harum
"hei kalau aku sesak nafas bagaimana?"
"apa mas Riko ada di hotel?"
"tidak, ia sudah pulang"
__ADS_1
"rupanya ia benar-benar tidak perduli padaku" Yuli nampak sedih
"bukan begitu, tadi Riko mencarimu dengan panik, ia mencarimu kemana-kemana, tapi tadi ia menerima kabar kalau anaknya sedang sakit, jadi dia tidak bisa meneruskan mencarimu dan meminta tolong padaku untuk mencarimu"
Yuli tersenyum sinis
ternyata benar keluargamu tetap yang terpenting , aku bukanlah apa-apa untukmu
sesampainya di hotel vendi mengantar Yuli sampai di pintu kamar
"ok tugasku sudah beres, aku harus pulang, karena besok pagi aku masih harus bekerja, kau tenanglah di sini, jangan kemana-mana lagi, diluar berbahaya tahu"
kkhhhkkkkk... khhhhkkkk... khhhkkk
sebuah suara terdengar ditelinga Yuli, badan Yuli mulai memanas
"kau tidak tahu kan di luar itu bisa terjadi hal-hal yang tidak pernah kau perkirakan" Vendi terus mengomel menasehati
tubuh Yuli mulai bergetar, tubuhnya merasa kegerahan hebat, nafasnya terengah-engah, wajahnya memerah
"hei kau tidak apa-apa?"
kkkhhhkk... kkhhhkkk.. kkhhkk
suara itu terus menerus terdengar dan berputar-putar di kepala Yuli
benar, aku harus membalas perlakuan mas Riko padaku
Yuli memegang tangan Vendi, menatap matanya dalam, dan mulai merapalkan pelet penakluk
Vendi seperti terhipnotis, dia mengikuti langkah Yuli yang mengajaknya masuk ke kamar
Yuli sedikit berjinjit untuk mencapai bibir Vendi, terasa lembut dan manis
Vendi kaget hati, pikiran dan logikanya mulai berdebat, ia sadar Yuli adalah istri dari saudara sepupunya, tapi kenapa ia tidak bisa menolaknya, pikirannya semakin rumit ketika Yuli mulai memeluknya
perasaan apa ini? kenapa aku begitu bahagia dipeluk Yuli, perasaan ini seperti seseorang yang sudah lama tidak bertemu kekasih yang dicintainya, sejak kapan aku mempunyai perasaan ini? sejak kapan aku mulai mencintainya?
Yuli menarik baju Vendi sampai tubuhnya membungkuk lebih rendah, Yuli ******* bibir Vendi dengan penuh gairah, gairah yang sudah menyiksanya karena sempat tertahan, Yuli mendorong Vendi ke tempat tidur, Yuli membuka seluruh pakaiannya, membuat Vendi tak mengedipkan mata karena terpesona melihat lekukan-lekukan yang indah, Yuli mulai membuka pakaian Vendi satu persatu, tak lupa kecupan-kecupan mesra ia daratkan pada tubuh Vendi, Vendi tak bisa berkutik dan mengikuti permainan Yuli semalaman
...----------------...
Pagi hari Vendi terbangun lebih dahulu, ia duduk di bibir ranjang sambil memandang wajah Yuli
gilaaaa, apa yang sudah aku lakukan? aku benar-benar sudah tidak waras, dia itu istri Riko
Vendi mengacak-acak rambutnya, dan terkejut ketika pinggangnya dipeluk dari belakang
"ternyata kau sudah bangun duluan ya?" Yuli mengecup bibir Vendi mesra, Yuli merasa sedang jatuh cinta lagi
Vendi hanya terdiam tak membalas, pikirannya kacau, dia sedang memikirkan harus menaruh wajahnya dimana ketika bertemu Riko nanti, dia benar-benar malu sudah melakukan hal seperti ini kepada istri sepupunya
"apa yang sedang kau pikirkan?" Yuli bergelayut manja
"apa yang sedang kita lakukan? bagaimana jika Riko tahu?"
__ADS_1
Yuli tertawa kecil
Vendi mengerutkan kening tidak mengerti mengapa Yuli tertawa
"yang tahu apa yang kita lakukan semalam itu kan hanya kita berdua, jadi kalau Riko tahu, itu berarti aku atau kau yang memberitahunya"
Vendi masih terdiam mencerna perkataan Yuli
"kalau aku sih tidak ada niatan untuk memberi tahu Riko, bagaimana denganmu?"
"a aku, memangnya aku sudah gila ya memberi tahu Riko hal gila ini"
"bagus, jika kita berdua tidak ada yang berniat memberitahu Riko, berarti kita bisa terus seperti ini" Yuli bergelayut manja dan mencium Vendi dengan bahagia
suara handphone Vendi berbunyi
Riko
"ha halo ko" Vendi terdengar gugup
"bagaimana semalam?"
"se semalam? a aku" Vendi panik
kenapa Riko bertanya tentang semalam? apa ia sudah tahu aku meniduri istrinya? celaka, mati aku
"iya, semalam apa kau sudah menemukan Yuli?"
"ooh,, haha jadi itu maksudmu, iya iya haha aku sudah menemukannya, aku sudah mengantarnya kembali ke hotel" Vendi tertawa bodoh
"benarkah? terimakasih kau memang bisa diandalkan, sepulang kerja aku akan menemuinya"
"baiklah temui dia dan berbaikanlah"
"tentu saja, sekali lagi terimakasih ya"
telepon ditutup
Vendi memandang wajah Yuli
cantik
"aku mau mandi, aku harus berangkat kerja, nanti sore sepulang kerja Riko akan ke sini"
"lalu kau kapan akan ke sini lagi?"
"jika Riko ke sini, aku tidak mungkin kesini juga kan"
"Riko pasti hanya sebentar, dia tidak mungkin menginap di sini, karena di rumahnya ada istri dan anak-anak yang menunggunya" Yuli menunjukan raut wajah sedih kemudian menatap wajah Vendi
"maukah kau menemaniku nanti malam?"
Vendi tampak ragu hati, pikiran dan logikanya kembali berdebat namun akhirnya mulai sepakat, ia tidak bisa menolak permintaan Yuli
"baiklah" jawab Vendi pelan
__ADS_1
"terimakasih" Yuli kembali memberikan kecupan hangat di bibir Vendi dengan gemas vendi mulai membalas
permainan mereka berdua tadi malam kembali berlanjut