PELET PENAKLUK

PELET PENAKLUK
Cemburu


__ADS_3

Riko sedang memutar otak mencari cara agar Rina tidak tahu tentang keberadaan Yuli


"bunda dan anak-anak sudah makan belum? ayo kita makan sekalian jalan-jalan, mumpung kalian disini"


"wah kebetulan, kami memang belum makan, anak-anak dari tadi tidak mau makan sebelum bertemu ayah, mereka benar-benar kangen"


"iya ayah, Amel belum makan, ayo kita cari makanan yang enak" kata Amel sambil bergelayut manja pada ayahnya


"iya Rio juga, mau makan yang enak, yang tempat makannya ada mainannya yah" kata Rio yang tak kalah manja dengan Amel


"iya Amel juga mau"


"ok, ayo kita berangkat" kata Riko merasa lega bahwa anak dan istrinya akan segera menjauh dari rumah


"tunggu ayah, bunda harus taruh dulu barang bawaan bunda didalam, karena ini lumayan berat loh"


Yuli yang sedari tadi mengintip dari balik jendela panik dan langsung berlari kecil menuju kamar


"ah jangan bunda, ayah baru ingat kalau kunci rumah dibawa Vendi, tadi ia meminjam kunci untuk mengambil laptop yang tertinggal dirumah, dan sekarang ia belum mengembalikannya, taruh saja dulu dimobil, mungkin sepulang makan nanti vendi sudah mengembalikan kuncinya" Riko mencari alasan dengan panik


"Vendi sepupumu? dia ada disini juga?"


"iya baru awal bulan ini dia mendapatkan pekerjaan disini"


"oh begitu, baiklah kita makan saja dulu"


"kau dan anak-anak duluan saja ke mobil ini kuncinya, aku harus menelepon vendi dahulu untuk mengingatkannya tentang kunci rumah"


"jangan lama-lama ya, kasian anak-anak sudah lapar"


setelah Rina menjauh Riko segera menghubungi Vendi


"hallo vend, aku perlu bantuanmu, ini penting"


"sepenting apa sih? kau sampai terdengar panik seperti itu" Vendi tampak penasaran


"Rina tiba-tiba kemari dengan anak-anak, aku belum siap jika Rina harus tahu tentang Yuli sekarang"


"ck ck ck.. akhirnya badai datang juga" Vendi menggeleng-gelengkan kepala


"aku mohon hanya kau yang bisa membantuku"


Riko memohon dengan pasrah


"iya, iya, apa yang bisa ku bantu?"


"tolong kau suruh Yuli mengemasi barang-barangnya, dan kau pesankan ia kamar hotel, untuk sementara waktu sampai Rina kembali, aku berharap Yuli mau untuk tinggal dihotel, tolong kau lakukan secepatnya, sebelum aku kembali sepulang makan bersama Rina dan anak-anak, aku mohon hanya kau yang bisa menolongku"

__ADS_1


"baiklah, kau tidak usah khawatir"


selang beberapa menit Vendi telah sampai didepan rumah Riko, ia mengetuk ngetuk pintu, Yuli yang tengah bersembunyi didalam kamar semakin panik, Vendi bingung kenapa tidak ada yang membukakan pintu


"Yuli.. ini aku Vendi"


mengetahui bahwa yang diluar adalah Vendi, Yuli bergegas keluar membukakan pintu


"Riko sudah menceritakan semuanya padaku, kau bergegaslah kemasi barang-barangmu"


"memangnya aku harus kemana?" Yuli merasa bingung


"kau akan tinggal dihotel sementara sampai istri dan anak-anak Riko kembali"


"baiklah, tunggu sebentar"


Yuli bergegas mengemasi barang-barangnya, untung saja barang miliknya tidak terlalu banyak sehingga cukup hanya dengan ransel, Vendi segera memacu motor sportnya membelah jalanan yang ramai, Yuli dibelakang memeluk pinggang Vendi dengan erat


sesampainya dihotel Vendi langsung memesankan sebuah kamar untuk Yuli


"tugasku sudah selesai, ini kunci kamarmu, pelayan itu yang akan mengantarkanmu ke kamar"


"terimakasih banyak, oh iya, kapan mas Riko akan kemari?"


"entahlah, mungkin jika urusannya telah selesai"


...----------------...


Setelah selesai makan Riko dan Rina kembali ke rumah, Riko terdiam sejenak didepan pintu


apa Yuli sudah pergi ke hotel? Vendi sedari tadi belum memberikan kabar


"ayah kok bengong? kuncinya belum ada ya?" tanya Rina mengagetkan Riko


terdengar suara handphone berbunyi, Riko buru-buru melihat handphonenya, ada sebuah pesan masuk dari Vendi, Riko bergegas membukanya, didalam pesan tertulis "sudah beres ya" Riko tersenyum dan membalas "terimakasih"


Riko mengeluarkan kunci dari kantong dan membuka pintu, Rina mengerutkan kening


"itu kunci sudah ada dikantongmu mas?"


"iya aku lupa ternyata Vendi sudah mengembalikan kuncinya"


"kenapa bisa lupa begitu? ayah yerlalu lelah bekerja ya? maaf ya bunda tidak disamping ayah, apa bunda pindah saja ya menemani ayah?"


"hah? ti tidak usah bun, toh ayah juga hanya sementara disini, akan repot jika pindah, kasihan anak-anak jika harus beradaptasi dengan lingkungan baru" Riko panik


"iya juga sih, ya sudah kita masuk dulu, bunda akan siapkan air hangat untuk ayah mandi"

__ADS_1


...----------------...


Dihotel Yuli sedang merebahkan diri ditempat tidur


kira-kira berapa lama Rina akan tinggal disini? kenapa mas Riko belum juga menyelesaikan pernikahannya dengan Rina, kalau mas Riko sudah bercerai kan aku tidak berlu repot-repot bersembunyi seperti ini


Yuli mengetik pesan dihandphonenya


Kau harus segera menyelesaikan masalah ini, aku tidak mau jadi seperti penjahat yang selalu bersembunyi


Yuli menghela nafas


sekarang mas Riko sedang apa ya? apa yang akan ia lakukan bersama Rina? status mereka masih suami istri dan mereka sudah lama tidak bertemu, apa mereka akan..


tanpa pikir panjang Yuli segera menelepon Riko, tetapi sia-sia hanya operator yang menjawab


sial! awas kau mas jika kau melakukannya


...----------------...


Rina tengah bersandar dipundak Riko sambil menonton TV, tangannya bergelayut mesra dilengan Riko seolah tak ingin melepaskannya


"mas" Rina dengan lembut memanggil Riko


mendengar cara memanggil Rina padanya, ia teringat pada Yuli, Rina hampir tidak pernah lagi memanggilnya mesra seperti tadi, Rina selalu memanggil Riko dengan sebutan Ayah mengikuti panggilan anak-anak padanya


"ya" Riko menjawab pendek


"apa selama disini kau kesepian?" Rina memandang wajah Riko


"sedikit, aku cukup sibuk dengan pekerjaan, jadi tidak terlalu kupikirkan"


Rina mempererat dekapannya dilengan Riko


"selama jauh, aku tidak bisa menjalankan kewajibanku sebagai istri, aku tahu sebagai pria kau pasti tidak bisa lama-lama menahannya, aku takut kau akan macam-macam, makanya aku menyusul kemari"


"itu tidak mungkin kan" Riko menjawab gelagapan


"iya aku tahu kau suami yang sangat baik, selama berumahtangga denganmu kau tak pernah menyakitiku sedikitpun, kau suami terbaik di dunia ini"


Riko merasa malu mendengar ucapan Rina


"bolehkah aku menjalankan kewajibanku sebagai istri mas?" Bisik Rina lembut ditelinga Riko


"anak-anak bagaimana?"


"mereka sudah tidur" Rina tersenyum dan bangkit dari duduknya, menarik manja tangan Riko menuju kamar, Riko mengikuti Rina seperti terhipnotis, dia kembali mengingat perasaan betapa ia mencintai istrinya

__ADS_1


"mas aku beruntung memiliki suami sepertimu" Rina mengalungkan tangannya pada leher Riko dan mulai mencium lembut bibir Riko, Riko merasakan sebuah kerinduan pada bibir yang lembut itu, ia membalas dengan hangat, ia mengangkat tubuh Rina dan meletakkannya dengan lembut diatas kasur tanpa melepaskan ciumannya, tubuh Rina memang mungil, sehingga dengan mudah Riko mengangkatnya, keduanya tenggelam dalam ciuman yang mesra, Riko tanpa sadar mulai membanding-bandingkan kemampuan berciuman Rina dan Yuli, Rina terkesan lebih lembut tapi bisa membawa Riko tenggelam dalam pesonanya, sedangkan Yuli lebih agresif, kemampuannya dalam berciuman membuat Riko sangat bergairah, Rina mulai membuka pakaiannya, membuat Riko kaget dan membuyarkan pikirannya seketika, lagi-lagi ia membandingkan Rina dan Yuli, ketika memadu cinta sepanjang malam pun pikiran Riko tak berhenti membandingkan kemampuan Rina dan Yuli, mungkin karena Yuli lebih muda, Riko merasa kemampuan Yuli lebih baik dari Rina yang memang hanya berbeda 5 tahun lebih muda dari Riko, selesai memadu kasih, Rina terlelap disamping Riko, Riko masih terbangun dan menatap langit-langit, dia mengingat bagaimana ia dulu begitu mencintai dan menyayangi istrinya, tapi sekarang bayangan Yuli tidak pernah beranjak dari pikirannya, ia merasa bimbang, ia memandangi wajah Rina yang terlelap, ia merasa kasihan dan mengelus lembut rambut Rina sambil berkata lirih, maafkan aku.


__ADS_2