PELET PENAKLUK

PELET PENAKLUK
Adijaya Gunawan


__ADS_3

Asih dan beny yang melihat kejadiaan yang menimpa Yuli langsung turun dari lift menghampiri Yuli


"Maafkan saya pak, dia karyawan baru di sini, ini hari pertamanya bekerja jadi dia belum tahu apa-apa" beny meminta maaf sambil membungkuk


Pria dingin itu melirik ke arah Yuli, memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki kemudian tersenyum sinis


"tak kusangka kemampuan hotel ini dalam menyeleksi karyawan sungguh merosot drastis" kata pria itu sinis dan langsung menuju lift


"itu dia orangnya" beny berbicara pelan pada Asih agar tak terdengar pria tadi karena pintu lift belum benar-benar tertutup


Asih melirik pria tadi


tampan


batin asih


tak lama Asih dan Beny kembali menaiki lift, kali ini Asih tak lupa menggandeng Yuli agar kejadian tadi tak terulang lagi, beny menekan angka 6 di tombol lift, tak berapa lama pintu lift terbuka dan mereka sampai di lantai 6, Yuli masih terpukau dengan mewahnya hotel tersebut


waaah ternyata diatas juga luas ya


Yuli dan Asih mengikuti beny ke sebuah ruangan


"gantilah bajumu" beny memberikan sebuah seragam hotel


"a apa aku akan bekerja di sini? di hotel mewah ini?" Yuli nampak sangat senang


aku tidak menyangka ternyata ibu baik sekali, dia memberikan pekerjan padaku


"Asih tak memberitahumu?" kata Beny heran melihat reaksi Yuli


"sudah sana cepat ganti bajumu" Asih memotong pembicaraan


Asih bergegas menuju ke toilet yang ada di ruangan itu


"aku benar-benar heran dengan permintaanmu, kau menyuruhku mencarikan pengusaha sukses yang tidak punya pasangan dan tidak suka bermain wanita, sebenarnya sangat susah mencarinya bahkan sangat jarang, yah mungkin keberuntunganku saja bisa menemukan pak Adi, tapi ada beberapa selentingan yang kurang baik tentang pak Adi, apa kau yakin anakmu bisa menarik perhatian pak Adi, pertemuan pertama saja pak Adi sudah bersikap seperti itu?" Beny bertanya heran pada Asih


"kita lihat saja, Ada pepatah yang bilang dari benci jadi cinta kan? aku gak peduli selentingan apa tentang dia, yang pasti dia kaya kan?" jawab Asih cuek


"siapa yang tidak tahu pak Adijaya Gunawan dia seorang pengusaha muda yang sukses, mungkin hanya kau yang tak tahu dia" kata Beny mencibir

__ADS_1


"aku terlalu lama di luar negeri, jadi aku hanya kenal pengusaha di sana, yah aku akan mulai berkenalan dengan beberapa pengusaha di sini, aku akan sering-sering minta tolong padamu" kata Asih tersenyum licik


"apa kriterianya masih sama? agak sulit menemukan pengusaha sukses yang belum punya pasangan, kenapa kau cari yang seperti itu?"


"kau ini bodoh ya? ya supaya aku tidak punya saingan, kalau begitu kan uangnya hanya akan mengalir padaku hahaha" Asih tertawa licik


Yuli keluar dari toilet dengan mengenakan seragam hotel


"nanti kau akan mengantar makanan dan minuman, aku akan menyuruh pegawai sini menemanimu, tugasmu hanya menuangkan minuman saja" kata Beny pada Yuli


"baiklah" kata Yuli


Asih mendekat pada Yuli dan berbisik di telinga Yuli


"gunakan pelet penakluk itu pada pria yang tadi kau temui di depan lift" bisik Asih


pria dingin tadi? kenapa aku harus melakukannya? aku tidak pernah sembarangan menggunakan pelet itu, yang pertama karena aku mencintai mas Riko, yang kedua kepada Vendi itu karena untuk membalas mas Riko, tapi pria dingin itu aku tak punya alasan untuk melakukan pelet itu padanya


"kau mengerti?" Asih menegaskan perkataannya sambil mencengkram kuat lengan Yuli


"kenapa aku harus melakukannya?" kata Yuli sambil berusaha melepaskan cengkraman Asih, tapi usahanya sia-sia karena cengkraman Asih sangat kuat


"lakukan apa yang aku perintahkan jika kau tak ingin busukmu aku sebarkan di kampung dan membuat nenekmu malu punya cucu sepertimu" Asih semakin kuat mencengkram lengan Yuli, Yuli nampak kesakitan


"baguslah" Asih menyeringai


...----------------...


Yuli berjalan di samping pegawai hotel yang membawa troli makanan, mereka menuju sebuah ruangan yang di depannya terdapat dua penjaga, salah satu penjaga membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk


lagi-lagi Yuli dibuat kagum melihat ruangan yang sangat besar, di dalamnya ada tempat tidur dan ruang tamu yang terpisah, nampak Adi dan kedua tamunya tengah mengobrol di ruang tamu, pegawai hotel dan Yuli mendekat untuk menyajikan makanan dan minuman, dengan cekatan pegawai hotel itu menyusun semuanya dengan baik di atas meja, Yuli hanya terdiam mengamati, setelah selesai pegawai hotel itu berdiri dai samping Yuli dan menyenggol lengan Yuli dengan sikutnya, Yuli kaget ia tahu itu kode jika ia harus menuangkan minumannya, Yuli merasa gugup, ia sedang mencari waktu yang tepat untuk menuruti keinginan ibunya, ia menuangkan minuman ke gelas Adi sambil melirik ke arah Adi, tapi pandangan mereka tak kunjung bertemu, Adi masih fokus mengobrol dengan kedua tamunya, setelah semua gelas para tamu selesai ia isi, ia masih berpikir bagaimana caranya agar Adi bertatapan dengannya


"kalian boleh pergi" kata Adi


a apa bagaimana ini, aku belum menggunakan pelet itu tapi sudah di suruh keluar


pegawai hotel sudah bersiap untuk pergi, tapi Yuli masih tidak beranjak ia masih bergelut dengan hati dan pikirannya


ka kalau gagal ibu akan, aku tidak mau menyusahkan nenek

__ADS_1


"hei ayo kita keluar" kata pegawai hotel menarik lengan Yuli


tapi Yuli tetap pada tempatnya


Adi bangkit dari duduknya dan mendekat pada Yuli


"dasar wanita sialan, sudah ku bilang pergi masih saja kau bertingkah, mau tetap di sini? kau mau merayu pria-pria? dasar wanita murahan, jadi itu hobimu? kau masih tidak mau pergi? biar ku suruh bodyguardku menyeretmu keluar"


Yuli yang sejak tadi tertunduk mengangkat kepalanya, pandangan mereka akhirnya bertemu,Yuli pun langsung merapalkan mantra peletnya


kkkhhhkk kkhhheeekkk kkkhhheeekkh


ada perasaan aneh yang menyelusup kedalam hati Adi.


begitu selesai Yuli langsung pergi dari ruangan itu dan kembali keruangan tempat Beny dan ibunya menunggu


"Bagaimana? kau sudah melakukannya?" tanya Asih memastikan


Yuli hanya mengangguk


"bagus, ok Beny jika pak Adi bertanya atau mencari tahu tentang Yuli, kau sudah tahukan harus bagaimana?"


"iya aku akan mengarahkan pak Adi untuk menghubungimu, tapi kau sungguh percaya diri sekali, kenapa kau bisa yakin jika pak Adi akan mencari Yuli"


"feeling saja, kau tunggu saja, paling lambat besok pagi pak Adi akan mencari Yuli"


...----------------...


sepanjang perjalanan pulang Yuli hanya diam, pikirannya sedang menerka-nerka apa yang sebenarnya direncanakan oleh ibunya


"apa yang ibu inginkan dariku?" Yuli memutuskan bertanya langsung walaupun tahu tidak akan semudah itu mendapatkan jawabannya


"Nyi Awuntah" jawab Asih singkat


Yuli mengerutkan keningnya mencoba memahami maksud ibunya


"maksud ibu?"


"kembalikan Nyi Awuntah padaku" Jawab Asih dingin

__ADS_1


"jika memang bisa dikembalikan, aku akan mengembalikannya pada ibu, lagipula aku tak butuh ini"


"kalau begitu berusahalah, cari caranya, kalau tidak kau selamanya harus menuruti perintahku"


__ADS_2