PELET PENAKLUK

PELET PENAKLUK
Suara itu


__ADS_3

Sepulang dari rumah makan Yuli langsung merebahkan tubuhnya dikasur, dia masih berfikir tentang kejadian diwarung makan, apakah ilmu turun temurun itu memang tidak ada? mengapa tidak terjadi apapun pada Riko? Yuli menghela napas dan memutuskan untuk mandi, karena seharian ini cuaca cukup panas, dia butuh menyegarkan diri.


ketika dikamar mandi Yuli mendengar ada yang memanggilnya


Yuuuu...Liiiiii....


Suara itu terdengar pelan dan seperti berbisik


Yuli terdiam dan mendekat ke pintu kamar mandi, menempelkan telinganya dipintu untuk memastikan benar ada yang memanggilnya atau tidak. Tapi suara itu tak terdengar lagi.


selepas mandi Yuli merebahkan diri di kasur, melepaskan lelah karena seharian bekerja, mata Yuli semakin berat, ia memeluk guling dan tertidur.


beberapa saat kemudian, Yuli merasa dikakinya seperti ada sesuatu, seperti ada yang sedang menahannya dan membuat kaki Yuli sulit digerakkan. Yuli melihat ke arah kakinya. Yuli terbelalak dan kaget melihat kakinya dipeluk oleh sosok berambut putih dan panjang.


Yuli terbangun membuka mata.


apa itu tadi? apakah aku bermimpi? tapi terasa jelas sekali, aku bisa melihat dengan jelas walau mataku tertutup.


Yuli merubah posisi tidurnya telentang sambil menatap langit-langit, ia mencoba untuk menenangkan diri, dan kembali tidur. Belum lama ia memejamkan mata, lagi-lagi ia merasa ada sesuatu yang menduduki perutnya, ia memberanikan diri untuk melihat, ia melihat lagi sosok berambut putih yang tadi memegangi kakinya, kali ini terlihat begitu jelas, rambutnya putih panjang terurai, memakai kebaya hitam dan kain sarung lusuh, tubuhnya hanya terbungkus kulit yang pucat, kukunya panjang dan hitam, wajahnya rusak dan mulutnya menyeringai lebar meneteskan cairan hitam.


apakah ini mimpi? sama seperti tadi?


Yuli memberanikan diri untuk memastikan apakah ini mimpi atau bukan. ia menjulurkan tangannya untuk menyentuh makhluk tadi. Yuli menyentuh wajahnya.


kkkhheeekk.. Aaa..kuu... kkkhhkkk aaammmm...biiiil ... kkkhhheeekk


tangan Yuli terhisap dan menempel pada wajah makhluk itu


"aaaaaahhhh,,, ti tidaaaaakkk" Yuli berteriak sambil mencoba melepaskan tangannya dari wajah makluk itu, tapi usahanya sia-sia, tangan Yuli semakin menempel pada wajah seram itu. Yuli menangis ketakutan.


kheekk..kkkhheeekk.. kheeeekkkk


dari mulut makhluk itu keluar cairan hitam yang semakin banyak mengalir ke tangan Yuli dan seluruh tubuh Yuli


"tidaaaaaaaaakkkk,,,aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah"


Yuli membuka mata, dan langsung terduduk, seluruh tubuhnya basah dengan keringat

__ADS_1


apa tadi itu? apakah mimpi? kenapa terasa begitu nyata


Yuli menatap ke arah jendela, terlihat matahari sudah mulai terbit, ia bergegas menuju jendela dan membuka gorden, ia kembali teringat mimpinya yang menyeramkan, kakinya lemas dan ia jatuh terduduk


tok.. tok.. tok..


"Yuli, sudah bangun? boleh bibi masuk?"


kaki Yuli masih terlalu lemas untuk bangun dan membukakan pintu


"iya masuk saja Bi"


Bi Anah masuk dan kaget melihat Yuli yang terduduk dilantai, ia langsung menghampiri Yuli dan membantunya berdiri


"Bibi memang sempat berfikir kalau kau sakit, karena biasanya kan kau bangun awal, tapi ini sampai siang kau belum juga bangun, makanya bibi khawatir, ternyata benar saja, apa kau mau ke dokter?" Bi Anah merebahkan tubuh Yuli dikasur


"tidak usah bi, hanya sedikit lemas saja, istirahat sebentar juga cukup, mungkin aku tidak bisa ke rumah makan dulu"


"iya tidak apa-apa, kau istirahat saja, bibi akan siapkan sarapan dan obat sebelum bibi berangkat"


"terimakasih Bi"


"ada apa dengan diriku? kenapa seperti ini? perasaan apa ini?" Yuli bingung dengan apa yang terjadi, mengapa banyak hal aneh yang terjadi padanya


"apa mungkin karena aku belum mandi ya? sebaiknya aku mandi saja dulu"


Yuli beranjak dari kamar tidur dan menuju ke kamar mandi. Selesai mand"i dan berpakaian ketika Yuli tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk terdengar suara bel ditekan


tingtong,,, tingtong,, tingtong,,


Yuli bergegas keluar kamar dan membukakan pintu. Alangkah terkejutnya Yuli melihat siapa yang datang


"mas Riko"


"aku mencarimu di rumah makan, tapi kau tidak ada, makaY aku ke sini, aku ingin bicara denganmu"


"masuklah" Yuli masih bingung dengan sikap Riko, tapi ia merasa senang

__ADS_1


Yuli mempersilahkan Riko duduk diruang tamu. Tiba-tiba rasa panas tadi muncul kembali, mulai menjalar dari ujung kaki Yuli dan menjalar dengan pasti keseluruh tubuh Yuli.


"aku ingin minta maaf dengan segala perkataanku, aku menarik kembali semua yang pernaah aku katakan padamu, aku,, aku menyukaimu Yuli, aku mencintaimu, hatiku tak menentu jika mengingatmu, ternyata aku salahmengenali perasaanku padamu, aku,, aku tak yakin bisa menjalani hidup ini jika tanpamu"


Riko memegang tangan Yuli dan bersimpuh dikaki Yuli


"aku mohon hiduplah bersamaku, aku mencintaimu"


Yuli sangat senang mendengarnya, tapi konsentrasinya terkacaukan karena rasa panas ditubuhnya, tubuhnya mulai kegerahan, wajahnya mulai memerah


"Yuli aku mohon maafkan aku, tolong jawab aku, aku mengaku salah dengan segala perkataan dan perbuatanku padamu"


"ta, tapi mas, mhhhh,,, kau,, mmhhhh telah beristri, aku tak mhhh,,, berharap lebih,, cukup seperti dulu saja,, mmmhhh kau,, jangan mengacuhkanku,, hhmmmma itu sudah cukup" Yuli merasa kacau, ia berkata sambil menahan rasa aneh ditubuhnya


"aku tidak mau seperti dulu lagi, aku ingin memilikimu, jika kau minta, aku rela meninggalkan anak istriku"


"secinta itukah kau padaku mas" Yuli meneteskan air mata


"aku mencintaimu dengan seluruh jiwaku, hatiku, kau adalah segalanya bagiku" Riko mencium tangan Yuli


Yuli menangis terharu, apa yang diangankannya terwujud, mereka larut dalam suasana, mereka mulai berciuman, menyampaikan perasaannya masing-masing melalui sentuhan, Riko membelai rembut Yuli, badan Yuli semkain bergetar dan panas, entah kegilaan apa yang merasuk pada Yuli, ia melepaskan satu persatu kancing baju Riko, Riko menidurkan Yuli disofa, Yuli menarik badan Riko dan menciumnya dengan penuh nafsu, mereka larut dalam dalam ciuman yang menggairahkan. Mereka tak memikirkan apa-apa lagi selain menumpahkan rasa cinta mereka, pakaian mereka mulai terlepas satu persatu, dan mereka terus terjerumus masuk kedalam gairah yang menggebu.


Selesai melampiaskan hasratnya, Riko berkata pada Yuli


"Lusa aku berangkat keluar kota, ikutlah denganku"


"iya mas, bawa aku, aku ingin bersamamu"


"aku akan meminta izin pada paman dan bibimu, aku akan menikahimu"


"sungguh mas?" Yuli memeluk Riko dan mereka berciuman kembali


"nanti malam aku akan menemui paman dan bibimu"


"iya mas, aku akan memberi tahu Paman dan Bibi kau akan datang"


khhhkkkkeekk... kheehkk... kheeeekkkk

__ADS_1


mereka tak sadar makhluk itu dari tadi terus mengawasi.


__ADS_2