
Disebuah desa di kota P terdapat sebuah keluarga sederhana.Namun kebahagiaan selalu menjadi milik mereka.Kenapa tidak???Pasangan suami istri itu memiliki anak dengan jumlah 11 orang .5 orang laki-laki dan 6 orang perempuan.
Anak 1 laki-laki ,anak ke 2 laki-laki,anak ke 3 perempuan ,anak ke 4 laki-laki,anak ke 5 perempuan,anak ke 6 perempuan ,anak ke 7 perempuan,anak ke 8 laki-laki,anak ke 9 perempuan,anak ke 10 perempuan,anak ke 11 laki-laki.
Keluarga itu memang hanya bekerja sebagai petani di desa itu.Namun bukan berarti mereka tidak bahagia.Mereka begitu bahagia menjalani kehidupannya.
Yah Pria itu adalah Bapak Nahel dan istri nya yang bernama Ibu Namsia.Dengan keadaan yang tidak mewah namun Bapak Nahel dan istrinya berusaha untuk menyekolahkan anak-anak nya sekuat semampu mereka.
Banyak memang keluarga Bapak Nahel yang kehidupannya lebih dari cukup yang meminta agar ia menyekolahkan anak-anak nya.Tapi Bapak Nahel tidak mengijinkan itu.Dia selalu berkata
"Sekuat semampu ku biar aku yang menyekolahkan anak-anak ku"
"Akan ku lakukan segala upaya untuk anak-anak ku meskipun aku harus memiliki banyak utang"
"Yang penting anak-anak ku selalu berada di dekat ku"
Itulah yang selalu menjadi Prinsip Bapak Nahel.Dia seorang pekerja keras ,tidak kenal lelah.Apapun dia kerja kan demi membutuhi kebutuhan anak-anak nya.
Dari kecil hingga anak-anak nya Bapak Nahel beranjak dewasa ,mereka selalu bersama.Hingga saat anak-Anak sudah beranjak dewasa ,disitu lah Pak Nahel mulai memberi kebebasan kepada anak nya untuk merantau.
Anak-anak bapak Nahel mulai merantau ke beberapa kota.Begitu juga lah yang terjadi kepada anak Bapak Nahel yang kedua .Anak nya bernama Haris.Dia merantau ke kota T masih di provinsi yang sama dengan keberadaan orang tua nya.
Di sana ia bekerja sebagai serabutan.Ia bekerja dengan tekun dan pantang menyerah .
Di kota T itu juga terdapat sebuah keluarga yang tak kalah harmonis dengan keluarga Bapak Nahel .Yah keluarga itu adalah keluarga Bapak Karim dan Istrinya yang bernama Pasti .
Mereka memiliki 6 orang anak yang mana terdapat 4 perempuan dan 2 laki-laki.3 orang anak Bapak Karim berada di depan sanak saudara nya.
Hanya 3 orang anak bapak Karim yang berada bersamanya yaitu Tino,Risa dan Nindi.Bapak Karim dan istrinya sangat menyayangi anak-anak nya.Namun Rasa sayang Bapak Karim dan Ibu pasti kepada Putri nya yang bernama Risa bisa di katakan 2 kali lipat di bandingkan rasa sayang nya kepada anak-anak yang lain.
Kehidupan mereka bisa dikatakan cukup.Mereka memiliki beberapa hektar tanah dan memiliki peternakan bebek.Jadi Tino ,Risa dan Nindi memiliki keseharian bekerja mengumpulkan telur bebek.
Risa sebagai anak yang paling di sayang i di keluarga memiliki sikap yang bisa di katakan bandal dan tomboy.Dia sering sekali mencuri telur bebek milik ayah nya dan menjual nya kepasar.Uang nya dia pakai untuk nonton opera.
Tino sebagai Abang yang sangat menyayangi adik-adik nya hanya bisa menegur tapi tidak berbuat kasar.
Pada suatu hari saat Pak Karim dan istrinya sedang bekerja di ladang.Dia menitipkan peternakan bebek kepada anak nya yang paling sulung yaitu Tino.
__ADS_1
"Tino tolong nanti kamu ambil telur bebek dari kandang "
"Besok biar mama yang jual ke pajak"
Ucap Bu Pasti kepada anak sulung nya.
"Ia ma"
Jawab Tino dengan patuh.Tino memang anak yang patuh kepada orang tua.Beda hal nya dengan adik nya Risa.Risa yang memiliki sikap tomboy sering sekali mengabaikan nasehat orang tuanya .
"Sekalian titip adek mu,".
Ucap Bu Pasti lagi sambil meninggalkan rumah menuju ladang nya.
Belum jauh orang tua nya meninggalkan rumah .Risa langsung keluar dari keluar dari kamar.
"Bang ,orang mama udah pergi kan".
Ucap Risa dengan nada santai nya.
Jawab Tino lagi.
"Ngak apa-apa ,aku ikut yah sama abang ambil telur bebek tapi telur yang aku ambil jadi milik ku sendiri".
Ucap Risa seenaknya sambil cengengesan.
"Jangan dek itu besok mau di bawa mama ke pekan biar ada beli keperluan kita sehari-hari".
Ucap Tino dengan nada tidak menyetujui rencana adek nya.
"Ah abang ini pelit kali sih,kan Risa ambil nya ngak banyak .Cuma beberapa butir saja."
"Cuma untuk uang nonton opera saja pekan nanti".
Ucap Risa pura-pura memasang wajah cemberut dan hampir menangis.
Tino yang sangat menyayangi adek ny tidak tega saat melihat adik ny hendak meneteskan air mata .
__ADS_1
"Iya ...iya nanti kamu boleh ambil nya tapi ingat jangan banyak-banyak .Cukup untuk uang nonton opera saja."
Di kala itu untuk menonton opera tidak lah butuh biaya banyak.Tidak seperti saat ini.
"Terima kasih abang.Engkau lah abang terbaik ku".
Ucap Risa sambil memeluk abang nya.
Begitu lah mereka saling menyayangi satu sama lain.Jarang sekali mereka berselih paham.Karena Tino yang sebagai anak sulung selalu berusaha pengertian kepada kedua adik nya terlebih Risa.Karena Risa yang memiliki sikap yang lebih aktif di bandingkan Nindi.
Akhirnya mereka pun menitipkan rumah kepada Nindi.Nindi yang memiliki sikap pendiam sering sekali mendapat tugas di rumah.Sementara Risa dan Tino pergi ke kandang bebek mereka yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka.
Tino sudah mengambil bakul untuk tempat telur nanti,sementara Risa hanya mengambil plastik dengan ukuran yang lumayan besar dan di beri sedikit jerami .Jerami itu berfungsi agar telur bebek yang di masukkan ke dalam plastik itu tidak pecah.
Setelah mereka sampai di kandang sudah banyak telur bebek yang berserak di sana.Dengan wajah sumringah Risa mulai buru -buru mengumpulkan telur bebek agar ia mendapatkan banyak telur.Ia lupa janji nya kepada abang nya untuk mengambil beberapa butir telur saja.
Tino yang sedang asik mengumpulkan telur tidak memperhatikan plastik adik nya yang hampir penuh oleh telur.Setelah Risa merasa cukup ia pun pamit pulang kepada abang nya.
"Abang Risa pamit pulang duluan yah"
Ucap Risa sambil mengikat plastik nya yang sudah penuh dengan telur itu.
"Bantuin abang lah dek ngumpulin nya.
"Biar kita nanti sama-sama pulang ".
Jawab Tino sambil mengumpulkan telur bebek itu .
"Risa sudah capek bang,mau istirahat"
"Abang saja lah yang memgumpulkan"
Ucap Risa penuh dengan alasan.
"Ya sudah lah ,kamu pulang saja"
Jawab Tino saat mendengar Adik nya Risa berkata sudah capek.
__ADS_1