Peluk Cium Terakhir Mama

Peluk Cium Terakhir Mama
Episode 11


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa lama,akhirnya Risa dan Nindi sampai di rumah.Setelah itu mereka langsung kembali melanjutkan altivitas nya setiap sore yaitu memasak.Mereka membagi tugas agar pekerjaan nya cepat selesai .Setelah bagian dapur selesai mereka berdua menghidangkan masakan ala mereka di atas meja.Sembari menunggu orang tua dan abang nya pulang ,mereka kembali melanjutkan cerita yang selalu berujung tawa.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.00.Pak Karim dan Ibu Pasti pun sudah pulang dari ladang.Mereka lama sampai ke rumah karena terlebih dahulu mandi di air pancur.Setelah sampai di rumah mereka beristirahat sejenak sembari melepas lelah akibat aktivitas hari ini di ladang.


Di saat jam makan malam pun tiba ,keluarga itu langsung berkumpul di meja makan.Mereka pun makan malam bersama.Di saat makan ,tak ada perbincangan di antara mereka.Hingga tak butuh waktu lama ,makanan mereka habis tak bersisa.


Seperti biasanya selesai makan ,Risa dan Nindi sebagai anak gadis di rumah itu tak bisa langsung duduk santai sehabis makan.Karena membereskan meja makan dan piring-piring kotor itu adalah sudah menjadi kewajiban mereka.Disaat semuanya sudah rapi dan bersih ,Barulah mereka ikut nimbrung bersama mama,papa juga abang nya.


Mereka kembali bercerita tentang kegiatan hari ini.Tak lupa di setiap kumpul-kumpul seperti ini,Pak Karim dan Ibu Pasti selalu menyisipkan beberapa didikan kepada anak-anak nya.


Disaat mereka sedang asik bercerita dan bersenda gurau ,Tiba-tiba terdengar ketukan pintu.


"Tok..tok...tok.."


Mendengar ketukan itu,Tino sebagai anak tertua dan anak laki-laki langsung berdiri dan berjalan menuju pintu.Ia segera membuka pintu .


"Malam bang."


Ucap tamu di malam hari itu.


"Malam..maaf kamu siapa yah??"


"Dan cari siapa"


Ucap Tino mengintrogasi tamu malam itu.Dia khawatir kalau orang yang di hadapan nya itu adalah orang jahat.Jadi sebelum tamu itu masuk,ia harus memastikan terlebih dahulu.Karena Tino ngak mau ada orang jahat yang hendak melukai keluarga nya.Dan Tino sebagai anak laki-laki yang paling besar mempunyai kewajiban melindungi keluarga nya dari marabahaya.


"Maaf bang ,saya bertamu malam-malam"


"Saya Haris ,Teman nya Risa."


Ucap Tamu malam yang ternyata adalah Haris itu.Ia memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan nya ke arah Tino.


"Tino ,saya abang nya Risa."


Tino membalas uluran tangan dari Haris.


"Risa...kemari sebentar."


Tino memanggil adik nya memastikan kalau orang yang di hadapan ini benar-bemar teman adik nya.


"Iya bang,,sebentar"


Sahut Risa dari dalam rumah.Ia segera menghampiri abang nya yang berdiri di depan pintu.Risa begitu terkejut melihat tamu malam ini.


"Bang Haris..s..s"


Ucap Risa gugup melihat sosok tamu yang ada di depan nya.


"Kamu kenal dia dek."


Tanya Tino setelah mendengar adik nya menyebut nama sosok pria yang ada di depan nya itu.


"Iya bang,Risa kenal .Abang ini pekerja bangunan yang lokasi nya tidak jauh dari rumah kita ini.Kalau ngak salah bangunan itu milik keluarga Pak Jack ,warga baru di kampung ini."


Risa menjelaskan kepada abang nya.

__ADS_1


"Oh baiklah ,kalau memang dia teman kamu.Ya sudah kita ngobrol di rumah saja."


Ajak Tino kepada Haris dan juga Risa.Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah dan ikut bergabung bersama dengan yang lain nya.


"Haris pak"


"Haris Bu"


Haris menyalam dan memperkenalkan diri kepada orang tua nya Risa dan juga Nindi.


"Baiklah nak Haris ,duduk lah"


Pak Karim mempersilahkan tamu nya untuk duduk.


"Kamu kerja dimana nak".


Ibu Pasti pun ikut bertanya.


"Saya hanya kerja serabutan bu,di bangunan Bapak Jack.Yang lokasi nya tidak jauh dari rumah ibu ini."


Ucap Haris menjelaskan.


"Ngak apa-apa nak yang penting berkah."


"Mau kerja serabutan yang penting hasil keringat kita sendiri."


Puji Pak Karim melihat kejujuran Haris.


"Jadi orang tua kamu dimana nak."


Tanya Pak Karim lagi.


Haris bercerita sambil menundukkan kepala nya.


"Yang sabar yah nak,semoga niat mu membuahkan hasil.Tetap semangat dan jangan pernah menyerah.Tuhan kita tidak pernah tidur ,dia selalu memperhatikan anak-anak nya yang berjuang sekuat semampu nya"


Timpal Ibu Pasti memberi semangat pada Haris.


Risa tersenyum-senyum melihat kejujuran dari Haris.Dia tidak menyangka kalau pria yang berada di hadapan nya itu adalah pria yang jujur dan pekerja keras.


"Oh iya pak,apa boleh saya berteman dan mengajak anak bapak dan ibu jalan-jalan"


Tanya Haris kepada orang tua Risa dengan sangat hati-hati.Dia takut kalau permintaan nya itu tidak direstui oleh orang tua Risa.


Pak Karim dan Ibu Pasti hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Nak ...selagi kalian berteman dengan baik ,Bapak sama Ibu pasti akan selalu merestui.Dan yang terutama itu adalah Risa nya.Jika Risa bahagia ,kami juga pasti akan bahagia."


Tutur Ibu Pasti sambil menepuk bahu Haris.


"Terima kasih yah bu,"


"Terima kasih yah pak"


Haris menundukkan kepala nya sebagai ucapan terima kasih nya.

__ADS_1


"Baiklah nak,kalian lanjutkan saja bicara nya,Bapak sama Ibu mau istirahat dulu".


Timpal Pak Karim sambil berdiri dan di ikuti oleh Ibu Pasti.Sementara Tino dan risa pun meninggalkan ruang tamu seolah-olah memberi angin segar kepada Risa dan Haris.


Setelah tinggal mereka berdua yang duduk di ruang tamu.Haris pun mulai membuka pembicaraan.


"Adek marah yah karena abang bertamu malam-malam"


Tanya Haris kepada Risa.


"Ngak apa-apa kok bang,Risa senang abang mau bertamu.Tapi yah seperti ini lah gubuk kami hanya apa ada nya."


Ujar Risa merendah.


"Dek jangan bicara seperti itu .Yang penting kita selalu bersama keluarga baik suka maupun duka.Adek masih enak tiap hari kumpul sama keluarga.Lah abang???


Berkumpul hanya sesekali."


Haris menceritakan sedikit tentang jalan hidup nya.


"Abang yang semangat yah."


Risa menyemangati Haris.


"Oh iya dek,kapan-kapan boleh ngak kita jalan-jalan"


Tanya Haris lagi.


Seketika itu juga jantung Risa seakan-akan berdegub kencang.Pipinya pun merah merona.Dalam seketika jiwa tomboy pun segera menciut .Dengan malu-malu Risa menganggukkan kepala nya pertamda ia mengiyakan ajakan Haris.


Haris pun terlihat bahagia saat ia mendapat persetujuan dari Risa.


"Tapi kita jalan-jalan kemana dek"


"Abang belum paham daerah sini"


Ucap Haris lagi.


Tiba-tiba Risa langsung mengingat kalau malam minggu ada opera di tanah lapang.


"Gimana kalau kita nonton opera saja bang.Acara nya malam minggu ini"


Ujar Risa dengan semangat.


"Ok..abang setuju"


Jawab Haris dengan mantap.


Malam pun semakin larut.Akhirnya Haris pun pamit pulang kepada Risa saja,karena orang tua Risa beserta saudara nya sudah masuk ke kamar masing-masing.


**Bersambung


***selalu dukung author dengan cara like,coment dan vote yah readers..


Terima kasih😊

__ADS_1


I love you readers😘


fb_Vhera Putri Bungsu***


__ADS_2