
Risa menjerit sekuat-kuat nya. Begitu pula dengan anak-anak nya Fyza dan Ridho.
Para tetangga yang mendengar teriakan Risa pun satu persatu mulai berdatangan ke rumah Risa. Mereka terkejut melihat Risa dan anak-anak nya sedang menangis i Haris. Sebab para tetangga Risa belum ada yang tau tentang kejadian yang menimpa Risa dan keluarga nya kecuali pak RT.
"Ris... bang Haris kenapa?? "
Tanya salah seorang tetangga Risa.
"Papa sudah ngak ada tante sebab kata mama semalam papa makan ikan yang di pancing dari sungai x itu. "
Jawab Fyza sambil terisak-isak.
Para warga yang ada di rumah itu terkejut saat mendengar kata Sungai X. Karena mereka sudah pada tau bahwa di sungai itu ada penghuni nya.
"Bang... bangun bang... "
"Jangan tinggalkan aku sama anak-anak. "
"Mereka masih terlalu kecil untuk menanggung penderitaan ini bg. "
"Tolong buka mata mu bang. "
"Lihat aku, anak kita sangat sedih jika harus kehilangan mu. "
"Bangun bang. "
Teriak Risa sambil memeluk tubuh Haris yang sudah membeku. Tiba-tiba salah seorang tetangga Risa pun masuk ke rumah Risa membawa seorang dokter dan juga pak RT.
Dokter itu pun langsung menghampiri tubuh Haris dan memeriksa denyut nadi nya. Dia kembali meletakkan jari tangan nya di bawah hidung nya namun sudah tidak ada nafas lagi.
Dokter pun langsung memberi suntikan formalin ke tubuh Haris.Karena sesuai informasi dari Risa, bahwa jenazah Haris akan di bawa pulang ke kampung halaman nya yaitu kota P.
Sebelum Risa dan anak-anak nya membawa Haris ke kota P, pak Rt beserta para warga sekitar melakukan acara singkat .
Beberapa saat kemudian setelah acara singkat selesai dilakukan jenazah Haris pun di masukkan ke dalam peti dan peti itu di masukkan ke dalam ambulance.
Mobil ambulance yang membawa jenazah Haris dan keluarga pun mulai meninggalkan kota T menuju ke kota P. Waktu yang perlukan untuk sampai ke kota P kurang lebih sekitar 4 jam.
Di dalam mobil ambulance Risa dan anak-anak nya tak kunjung berhenti menangis.
__ADS_1
Meski perjalanan nya memakan waktu yang cukup lama, namun Risa tak bisa memejamkan mata nya sedetik pun.
Dia selalu memeluk peti yang berisi jenazah suami nya itu.
"Bang... kenapa engkau tinggalkan kami secepat ini. "
"Pada siapa kami akan mengadu bang. "
"Kami sudah tak punya siapa-siapa lagi. "
"Begitu cepat engkau buat anak kita ini tak memiliki seorang bapak. "
"Tega kau bang.... tega... a... a"
Teriak Risa sambil memukul-mukul peti itu.
"Pa.. pa... kenapa papa tinggalkan kami pa"
"apa papa sudah ngak sayang lagi sama kami. "
"Kami salah apa pa makanya papa ninggalin kami. "
uwiw... uwiw... uwiw... uwiw...
Mobil ambulance yang membawa Jenazah Haris dan keluarga nya pun mulai memecah jalanan. Bunyi sirine mampu membuat para pengendara menepi sejenak dan memberikan jalan untuk ambulance itu.
Hingga tak sampai memakan waktu 4 jam mobil ambulance itu pun sudah sampai di kota P kota kelahiran Haris.
Keluarga Haris pun sudah berkumpul menunggu jenazah Haris. Disaat mobil ambulance nya sudah berhenti para warga yang sedari tadi sudah di tempat kediaman Haris beserta keluarga nya langsung saling tolong menolong mengangkat peti yang berisi jenazah Haris.
Jenazah Haris pun di bawa ke dalam rumah dan peti nya kembali di buka karena acara keluarga akan segera di mulai.
Perlahan-lahan peti itu mulai terbuka. Sedikit demi sedikit wajah Haris yang sudah membeku mulai terlihat. Orang tua Haris sangat histeris saat anak nya pulang tinggal nama.
Mama dan papa nya Haris memeluk tubuh anak nya yang kini sudah membeku.
"Haris... kamu kenapa nak. "
"Kenapa secepat ini kamu tinggalkan kami nak. "
__ADS_1
"Kenapa secepat ini kamu tinggalkan anak istri mu. "
"Anak-anak ku masih terlalu kecil. Mereka tidak akan mampu menghadapi ini semua nak. "
"Bangun nak... bangun.. "
Teriak Ibu Namsia mama nya Haris.
Air mata ibu Namsia jatuh menetes tepat di bola mata Haris yang sudah tertutup itu. Semakin lama air mata itu semakin tumpah dengan begitu banyak nya.
Entah keajaiban apa yang datang tiba-tiba Haris yang sudah di nyatakan meninggal dari kota P kini mulai menggerakkan tangan nya secara perlahan.
Risa yang sedari tadi menangis tiba-tiba terdiam saat melihat tangan Haris terus bergerak walau secara perlahan-lahan.
"Mama... tangan Haris ma. "
Teriak Risa pada ibu mertua nya itu.
"Tangan Haris bergerak bu. "
Teriak Risa lagi.
"Haris...... s... s... s"
Teriak Ibu Namsia dan tiba-tiba ibu Namsia tergeletak tak sadarkan diri.
***Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rate yah readers...
Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru, Teman-teman ngak akan ketinggalan an.
1 jangan lupa mampir di karya author yang berjudul AKU GADIS PENEBUS UTANG. Tinggalkan jejak dan tunggu feedback dari aku.
Mari saling mendukung
Terima kasih...
I love you***...
__ADS_1