Peluk Cium Terakhir Mama

Peluk Cium Terakhir Mama
Episode 18


__ADS_3

Risa...a...a...a


Teriak Ibu Pasti dan juga Haris secara bersamaan .


Betapa terkejut nya mereka saat melihat kondisi Risa.Pak Karim hanya bisa menundukkan wajah sedih melihat kondisi putri nya itu.


Risa yang saat ini duduk di pojok tempat tidur dengan rambut acak-acak an.Dan tangan nya saat ini sedang memeluk boneka.Ibu Pasti,Pak Karim juga Haris sangat terpukul oleh kejadian ini.


Hari ini kelakuan Risa begitu aneh layak nya seperti orang gila.Ibu Pasti mencoba mendekati Risa.Namun Risa meringkuk seolah-olah dia sangat ketakutan sambil memeluk erat boneka itu.


"Jangan mendekat."


"Jangan ambil anak ku lagi."


"Tolong."


Jerit tangis Risa .


"Nak..anak kamu udah ngak ada sayang.Kamu harus kuat yah nak."


Ucap Ibu Pasti di sela-sela isak tangis nya.


"Ngak..anak ku masih hidup."


"Anak ku belum mati."


"Anak ku masih ini dalam pelukan ku."


Risa menunjukkan boneka yang di pelukan nya itu.


"Dek...itu boneka bukan anak kita."


"Anak kita sudah tenang di alam sana."


Ucap Haris sambil mendekat pula.


Wajah Risa pun terlihat begitu sangat ketakutan saat melihat Ibu Pasti dan juga Haris mendekat ke arah nya.


"Pergi...i...i...i"


"Jangan mendekat."


"Kalian pasti mau ambil anak aku lagi kan."


"Ngak akan ku biarkan anak ku di ambil oleh kalian lagi."

__ADS_1


Teriak Risa.


"Sayang kamu tenang yah.Mama akan selalu melindungi mu."


"Mama tidak akan membiarkan orang-orang jahat itu mengambil mu dari mama."


"Kamu jangan nangis lagi yah sayang."


Ujar Risa sambil menimang-nimang boneka yang pelukan nya layak nya seperti menimang-nimang bayi yang sedang menangis.


"Ibu bagaimana ini.Haris ngak sanggup melihat Risa terus-terus an seperti ini."


Ujar Haris kepada ibu mertua nya.


"Ibu juga ngak tau lagi nak.Ibu ngak nyangka Risa akan sampai seperti ini frustasi nya."


"Ini semua karena ibu."


"Seandainya aku bencus menjaga Pandu,hal ini tak alan pernah terjadi."


Ibu Pasti terduduk di lantai sambil menyesali keteledoran nya.


"Ibu jangan bicara seperti itu."


"Yang terjadi biarlah terjadi."


Pak Karim mencoba menenangkan Istrinya.


"Iya bu...ibu ngak boleh selalu nyalahin ibu sendiri.Ini semua udah takdir kami bu."


"Kami sudah di takdirkan yang Kuasa harus secepat ini kehilangan anak."


Timpal Haris lagi.


"Ya sudah kita coba ikuti kemauan Risa saja.Kita pura-pura setuju kalau boneka yang di pelukan nya itu adalah anak nya."


"Nanti perlahan-lahan kita akan bicara kepada nya.Sekarang yang penting kita harus jaga kesehatan Risa agar kondisi nya cepat membaik."


Usul Pak Karim dan di anggukkan oleh Haris dan Ibu Pasti.


"Ya Sudah ..kamu saja yang bicara sama istri kamu.Ibu sama bapak akan menunggu di ruang tamu."


"Ingat jangan berbicara dengan nada keras."


Ibu Pasti mengingatkan menantu nya itu.

__ADS_1


"Baik bu."


Ucap Haris.


Pak Karim dan Ibu Pasti pun keluar dari kamar itu menuju ruang tamu.Sementara Haris mencoba mendekat ke arah Risa.


"Jangan mendekat."


"Kamu mau ambil anak ku lagi yah."


Ucap Risa yang lagi-lagi memeluk erat boneka itu.


"Sayang...ini Haris suami mu."


"Masa kamu lupa."


"Itu kan juga anak aku."


Ucap Haris berpura-pura sambil menunjuk ke arah boneka Risa.Tiba-tiba Risa pun mulai tersenyum.


"Oh iya..Risa lupa bang."


"Risa takut soalnya bang anak kita di ambil orang jahat lagi."


"Iya kan sayang."


Ucap Risa sambil mencium boneka itu.


Haris tak sanggup menahan air mata nya.Ia menangis melihat keadaan Risa yang secepat ini mengalami frustasi yang sangat berat.


"Abang kok nangis,,,jangan nangis ."


"Nanti anak kita jadi ikut sedih."


"Sayang kamu lap air mata papa kamu yah."


"Dia cengeng kan sayang."


Risa melap air mata Haris dengan tangan boneka yang ada di pelukan nya.


***Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan juga rate yah readers


Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di setiap author update episode terbaru,readers tidak akan ketinggalan.

__ADS_1


Terima kasih.


I love you readers 😘😘***


__ADS_2