
Risa pun pulang dengan badan merah-merah akibat gigitan semut.Di sepanjang jalan mulut nya selalu komat-kamit.Dia tak henti-hentinya menyalahkan semut yang menggigit nya.Sementara badan nya merah-merah adalah ulah nya sendiri.
Sesampainya di rumah Risa langsung langsung mengambil handuk untuk segera mandi.Dia sudah tidak tahan dengan gatal karena gigit an semut itu.Keluarga Risa tidak memiliki kamar mandi pribadi.Jadi mereka kalau untuk mandi atau mencuci pakaian harus ke sebuah tempat yang sering mereka sebut Air pancur.Disitu lah keluarga Risa dan teman sekampung untuk mencuci dan juga mandi.
Air pancur itu terletak tidak jauh dari rumah Risa.Risa langsung berjalan meninggalkan rumah nya menuju air pancur.Sebelum ia sampai ke air pancur ,Risa harus melewati sebuah ruko yang lagi di bangun.Dan di tempat itu pula lah Haris bekerja serabutan.
Bukan Risa nama nya jika ia tidak jahil.Disaat Risa melihat banyak pekerja bangunan sedang sibuk dengan aktivitas nya,ia malah sibuk juga menjahili.Ia mengambil beberapa batu kecil dan mulai melempari ke arah bangunan itu.Hal itu pula lah yang membuat para pekerja kaget bukan kepalang.Namun para pekerja tidak bisa melihat sosok yang melempari mereka karena terhalang oleh batu yang menjulang tinggi.
"Siapa disana,,jangan rusuh deh."
Ucap Haris dari dalam bangunan.
"He..he..he"
Risa ketawa kecil ,namun tangan nya tak berhenti melempari batu .Tiba-tiba
"Tok.."
Terdengar sebuah suara yang cukup keras.Itu membuat Risa berhenti sejenak .
"Aduh ...sakit sekali."
"Kepala ku kena lempar batu."
Ucap Haris kepada teman nya yang lain sambil memegangi kepala nya yang bengkak akibat lemparan batu dari Risa.
"Aduh gawat ini ...malah kena kepala nya lagi."
Gerutu Risa dalam hati.
"Parah sekali sih itu orang."
"Tunggu sebentar aku cek siapa orang yang sengaja menjahili kita."
"Sampai aku bisa menemukan nya habis dia di tangan ku."
Ucap salah seorang teman Haris.
"****** aku kalau sampai ketahuan mereka."
"Lebih baik aku kabur saja deh ,dari pada entar mereka menemukan aku.Bisa mati aku."
Ucap Risa sambil beranjak dari tempat persembunyian nya.Namun lagi-lagi nasib sial menghampiri nya .Ia tersandung oleh sebuah kayu besar.Ia tidak memperhatikan karena ia buru-buru.
"Auw...sakit."
Jerit Risa .Dia lupa kalau kondisi nya saat ini sedang di cari oleh orang yang telah di jahil i.
"Ah..itu dia orang yang melempari kita."
Ujar seorang pekerja kepada teman nya yang lain.
"****** aku ...pakai acara menjerit segala sih.."
__ADS_1
"Ini semua karena kayu yang tak tau di untung ini nih."
"Aku jadi ketahuan kan."
Guman Risa sambil memegang lutut nya yang berdarah akibat tersandung itu.Sementara orang yang di jahil i nya kini sudah berada di depan nya.
"Hey ,,kami masalah apa sama kamu?"
"Makanya kamu sampai melempari kami."
Ujar salah seorang pekerja yang lebih tua di antara mereka.Dia bertubuh tinggi ,tegap rambut kriwil dan kulit hitam.Melihat penampilan nya nyali Risa pun langsung menciut.Jangan kan menjawab ,menatap mereka pun Risa sudah tidak mampu.
"Kamu lihat ngak akibat perbuatan mu ini,,Kepala Haris yang jadi korban."
Ucap pria yang tampang seram itu.
"Oh berarti nama orang yang jadi korban kejahilan ku ini adalah Haris."
Ucap Risa dalam hati sambil melirik muka Haris.
"Oh itu dia ,lumayan ganteng juga sih.Tinggi ,mancung lagi"
Guman nya lagi sambil sesekali mencuri-curi pandang kepada Haris yang sedang sibuk mengelus-elus kepala nya.
"Sudah lah bos ..Lagian kepala ku udah ngak apa-apa kok."
Ucap Haris kepada Pria bertampang seram yang ternyata adalah bos nya itu.
"Sudah gimana maksud kamu.Ini wanita harus di kasih pelajaran."
"Sudah lah bos kita kasib kesempatan sekali lagi sama wanita ini.Lagian kasihan dia juga sudah kesakitan tuh karena tersandung tadi."
Ucap para pekerja lainnya.
"Iya bos..kasihan .Cantik cantik gini kasihan kalau harus di kasib pelajaran."
Ujar yang lainnya.
"Baiklah kali ini saya akan maaf i kamu.Tapi kalau sampai nanti kamu membuat ulah lagi kepada kami ,aku ngak akan memaafkan kamu."
Ucap pria bertampang seram itu.
"I...i...ya pak."
Ucap Risa dengan nada terbata-bata namun ia belum berani menatap mata lawan bicara nya.
"Ya sudah kamu pergi sana.Jangan sampai nanti keputusan saya berubah lagi."
Ucap Pria itu dengan nada sedikit mengancam.
"i..i..ya pak saya akan pergi."
Ucap Risa sambil buru-buru meninggalkan tempat itu.Walau kaki nya masih perih ,ia tetap menahan kan rasa sakit nya yang terpenting bagi dia ,dia harus segera meninggalkan tempat itu.Kalau tidak ia bisa. mati kena hukum.
__ADS_1
Disaat sudah agak jauh dari bangunan itu.Risa baru bisa bernafas lega .Karena kaki nya makin nyut..nyut an dia memutuskan untuk duduk sejenak untuk mengistirahat kan kaki nya.
Dia duduk di pinggiran jalan.Dia meluruskan kakinya yang sudah luka itu.Tanpa di sadari sepasang bola mata ternyata dari tadi mengikuti nya dari belakang.
Tiba-tiba ranting kering yang berada di belakang Risa berbunyi.
"Krek.."
Risa begitu terkejut .Dia langsung menoleh ke belakang .
"Eh kamu..ngapai kamu disini?"
Ucap Risa kepada sosok itu.
"Maaf yah kalau saya ngikuti kamu."
Ucap Pria itu.Ternyata pria yang mengikuti Risa itu adalah Haris.
"Ngak apa-apa kok bang.Tapi apa abang masih marah sama saya makanya abang ngikuti aku."
Ucap Risa masih sedikit khawatir.
"Oh bukan begitu ,saya tadi cuma khawatir.Kaki kamu kan tadi luka makanya saya ngikuti kamu untuk memastikan kalau kamu baik-baik saja."
Ucap Haris lagi.
"Aku baik-baik saja kok bang.Terima kasih udah khawatir sama aku .Sekali lagi maaf yah bang tadi Risa sudah jahil i abang."
Ucap Risa lagi sambil menundukkan kepala nya.
"Iya saya sudah maaf i kamu kok."
Ucap Haris lagi sambil duduk di samping Risa dan mengulurkan tangan nya
"Haris."
Ucap Haris sambil menatap wajah Risa.
"Risa bang."
Jawab Risa sambil menyambut uluran tangan Haris.
"Cantik juga cewek ini.Walau terlihat sedikit tomboy."
Ucap Haris dalam hati sambil menatap Risa yang berpenampilan seperti cowok itu.Dia tersenyum namun pandangan nya tak lepas dari Risa.Risa yang menyadari akan hal itu pun bingung melihat tingkah Haris yang tersenyum-senyum memandangi nya.
"Hey bang..kenapa lihat nya sampai segitu nya."
Tanya Risa dengan sedikit bingung
Jangan lupa like ,coment dan vote yah readers
Terima kasih
__ADS_1
I love u readers😗😗