Peluk Cium Terakhir Mama

Peluk Cium Terakhir Mama
Episode 2


__ADS_3

Setelah mendapat persetujuan ,Risa langsung bersiap-siap pulang ke rumah.Tiba-tiba Tino melihat plastik bawaan adik nya .Dia begitu terkejut saat melihat plastik besar Risa sudah penuh dengan telur bebek.


"Risa,tadi kamu janji sama abang kalau kamu hanya mengambil beberapa butir saja.Ini kenapa banyak sekali telur yang kamu ambil."


Tanya Tino sambil menunjukkan plastik yang di pegang oleh Risa.


"He...he...he..."


"Abang jangan marah."


"Nanti Risa bagi deh uang nya."


Jawab Risa seenaknya.


"Bukan begitu Risa,tapi nanti kan mama mau jual telur ini buat beli kebutuhan kita juga."


Ucap Tino kepada adik nya.


"Ayolah bang ,kali ini saja.Risa sama kawan-kawan mau nonton opera minggu depan."


"Abang ngak kasihan lihat Risa sendiri yang ngak ikut nonton."


Jawab Risa pura-pura cemberut.


Melihat wajah adiknya Risa yang sudah cemberut ,Tino langsung merasa iba dan kasihan.Dia tidak tega melihat adiknya sampai meneteskan air mata.


"Ya sudah abang ijinkan,tapi ini yang terakhir kali nya yah."


Ucap Tino lagi.


"Ok abang,,,Risa sayang sama abang."

__ADS_1


Jawab Risa setengah menggoda abang nya.


Akhirnya setelah Tino mengijinkan adik nya membawa telur itu.Risa pun langsung bergegas meninggalkan abang nya.Dia langsung berjalan menuju warung tempat ia dan keluarga nya sering menjual telur bebek.Pemilik warung adalah wak Torza.


Sesampainya di warung,Risa langsung memanggil pemilik warung itu.


"Wak...oh wak"


Teriak Risa sambil mencari keberadaan pemilik warung itu.Tiba-tiba wak Torza muncul dari belakang warung .


"Ada apa Ris kok teriak-teriak?"


Ucap Wak Torza saat mengetahui siapa yang memanggil nya.


"Ini wak..Risa mau jual telur bebek lagi."


Jawab Risa sambil menyerahkan telur bebek yang dia bawa di dalam plastik besar.


Tanya Wak Torza lagi.


"Risa lupa tadi hitung nya wak,Wak hitung lagi lah."


Ucap Risa lagi.


Wak Torza pun akhirnya menghitung telur yang di bawa oleh Risa.


"Semuanya 20 butir yah Ris,"


"Berarti uang nya 10.000."


Jawab Wak Torza sambil menyerahkan uang lima ribuan sebanyak 2 lembar.

__ADS_1


"Ok wak,Terima kasih."


"Tapi bagi napa wak es lilin nya ,satu saja."


"Risa haus kali loh wak,jalan jaub dari ladang bawa telur ini."


Ucap Risa dengan muka pura-pura kehausan dan kelelahan.


"Yah kamu beli lah Risa ,kan kamu sudah ada uang."


Jawab Wak Torza lagi.


"Wawak ko pelit kali lah,ini uang mau Riza tabung loh wak untuk nonton opera minggu depan."


Jawab Riza lagi.


"Ya sudah ini wawak kasih 2 es lilin nya."


"Tapi jangan sering-sering gini yah,Nanti wawak bangkrut".


Ucap Wak Torza di selingi dengan gelak tawa sambil menyerahkan 2 buah es lilin.


"Terima kasih wawak"


Ucap Risa sambil menerima es pemberian wak Torza.


Wawak Torza memang seorang yang baik hati.Ia seorang janda yang hidup sendiri di kota itu.Anak-anak nya sudah pada merantau ke kota-kota besar .


Setelah menerima es gratis Risa pun langsung meninggalkan warung itu sambil memakan es lilin itu.Dia menelusuri jalan yang begitu sejuk yang kanan kiri di tumbuh i pohon-pohon rindang.Sehingga orang yanv berjalan di jalanan itu tidak akan pernah merasa kepanasan.


Risa yang kini duduk di bangku SMA ,namun sikap Risa sungguh jauh dari kata feminim.Ia selalu bergaya layak nya seorang laki-laki.Pekerjaan laki-laki pun kerap ia lakukan.Bahkan perkara manjat pohon ia selalu bisa di andalkan

__ADS_1


__ADS_2