
Eh maaf..maaf.
Ucap haris gelagapan saat dia ketahuan memandangi Risa.
"Oh ya rumah Risa dimana?"
Tanya Haris lagi.
"Rumah Risa ngak jauh dari tempat kerja abang itu."
Jawab Risa lagi.
"Oh berarti kapan-kapan abang boleh donk datang ke rumah Risa."
Ucap Haris sambil tersenyum.
Deg ...jantung Risa seakan berhenti sejenak saat mendengar ucapan Haris.Orang yang Risa celakai malah hendak bertamu ke rumah nya.
"Ini betul ngak yah dia udah maaf in aku.Atau jangan-jangan dia mau ngaduin aku lagi sama mama makanya dia mau datang ke rumah ku."
Guman Risa dalam hati.
Dia masih belum percaya kalau Haris sudah memaafkan nya.
"Eh kok malah bengong sih dek.Abang ngak boleh yah bertamu ke rumah adek."
Tanya Haris lagi saat melihat wajah Risa seakan-akan tidak menyakinkan.
"Boleh kok bang.Tapi..."
Ucap Risa sambil menggantung pembicaraan nya.
"Tapi apa dek?"
Tanya Haris lagi dengan nada penasaran.
"Abang datang ke rumah Risa betul hanya untuk bertamu kan bang?"
Tanya Risa sambil menatap lekat ke arah Haris.
"Yah iya lah dek.Maksud adek mau ngapain lagi.Mau ngajak nikah gitu.He..he..he."
Ujar Haris sambil tertawa.Dia merasa lucu saat mendengar ucapan Risa.
"Bukan gitu maksud Risa bang.Risa takut nanti abang ke rumah Risa untuk ngadui Risa ke orang tua Risa."
Jawab Risa dengan jujur.
Mendengar perkataan Risa ,Haris tak bisa menahan tawa.Ia tertawa terbahak-bahak.Ucapan Risa menurut nya bagai lawak komedi.Namun Risa semakin bingung dan khawatir melihat tingkah Haris.Yang ada dalam pikiran Risa berarti ucapan nya tadi itu benar.
"Dek..berati adek belom percaya yah kalau abang sudah maaf in adek."
Tanya Haris masih sambil tertawa.
"Percaya sih bang,cuma Risa takut kenapa tiba-tiba abang mau bertamu ke rumah Risa."
Ucap Risa sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
"Ha..ha..ha.."
"Abang datang ke rumah adek bukan untuk ngaduin adek.Abang cuma ingin sekedar bertamu saja."
Ujar Haris menyakinkan Risa.
"Tapi janji yah bang ngak ngadui ke mama papa aku."
Ucap Risa sambil mengacungkam jari kelingking nya ke arah Risa.Haris pun juga mengacungkan jari kelingking nya pertanda ia juga menerima janji itu.
"Ya sudah deh bang,kaki Risa sudah mendingan kok.Risa pamit ke pancur dulu yah bang buat mandi."
Ucap Risa.
"Apa perlu di antar i."
Jawab Haris dengan nada sedikit menggoda.
"Ha..ha..ha."
"Ngak perlu bang. Kan kaki Risa sudah baikan."
Ucap Risa sambil berdiri.Ia berdiri di bantu oleh Haris.Akhirnya Risa pun berjalan menuju air pancur.Sementara Haris kembali ke tempat kerja nya.
Sesampainya di pancur Risa melihat adiknya Nindi sedang mencuci pakaian di sana.Risa langsung menghampirinya.
"Hallo adik kaka yang paling baik sejagat raya,yang pandai,suka menabung dan tak sombong."
Ujar Risa menggoda adik nya sambil terkekeh.
"Apa an sih kak,ganggu saja."
"Yah sudah cuci yang bersih yah adik manis.Kakak mu yang paling cantik ini mau mandi dulu."
Ucap Risa lagi sambil mencubit dagu adiknya.
Risa pun langsung menuju air pancur yang lain.Disana ia langsung memakaikan sarung dan bersiap untuk membersihkan badan nya.Di air pancur itu terlihat beberapa wanita yang juga sama dengan Risa .Mereka sebelum mandi harus mengenakan sarung terlebih dahulu untuk menutup badan mereka.
Karena di tempat itu tidak seperti kamar mandi yang sekarang yang memiliki pintu dan juga atap.Di air pancur itu lempang tanpa atap dan pintu.Jadi bagi kaum wanita diwajibkan menutup tubuh nya dengan sarung kalau ingin mandi.
Setelah Risa selesai membersihkan badan nya,ia kembali lagi menghampiri adik nya yang sudah hampir selesai mencuci pakaian.
"Adik kaka yang baik hati,numpang dong baju kotor kaka."
Ujar Risa dengan nada sedikit memelas.
"Ngak mau ah.Cuci saja sendiri,aku sudah mau pulang."
Jawab Nindi tanpa melihat lawan bicaranya.
Namun bukan Risa nama nya jika ia tak mampu menaklukkan hati lawan bicara nya.
Dia perlahan-lahan duduk di depan adik nya dengan wajah pura -pura sedih.
"Dik kaki kaka sakit.Tadi tersandung kayu besar."
"Jadi ngak bisa jongkok untuk mencuci."
__ADS_1
Ucap Risa sambil memegangi lututnya dan pura-pura meringis kesakitan.
"Kenapa bisa tersandung kak.?
Tanya Nindi pura-pura prihatin dengan kondisi kakak nya.
"Ia dik ,tadi kakak berjalan cepat-cepat karena sudah sangat gerah.Makanya kaka sampai ngak lihat kayu nya.Jadi tersandung deh."
Jawab Risa dengan wajah sok imut nya.
"Tersandung apa tersandung kak.??"
Tanya Nindi lagi sambil tersenyum.
"Yah tersandung benar an lah dik.Masa sudah luka begini di bilang tersandung bohong an sih."
Jawab Risa dengan wajah bingung mendengar pertanyaan adik nya.
"Maksud nya apa sih dek .Kakak ngak ngerti deh."
Tanya Risa lagi saat melihat adik nya hanya tersenyum-senyum.
"Sini deh kak,Nindi mau nanya,Kakak tersandung karena jalan buru-buru atau karena jahil in orang."
Tanya Nindi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Yah kakak jatuh karena jalan buru-buru lah dek.Mana mungkin kakak jahil i orang sih."
Jawab Risa sambil berbohong.
"Ah masa sih kak..Jadi siapa tuh tadi yang Nindi lihat jatuh abis jahil i orang."
Tanya Nindi lagi.Seketika wajah risa langsung merah merona karena tingkah nya yang usil itu di ketahui oleh adik nya.
"Jadi."
Sebelum Risa melanjutkan omongan nya.Nindi sudah terlebih dahulu memotong pembicaraan nya.
"Jadi tadi pas Nindi mau ke air pancur,dari kejauhan Nindi melihat seorang anak gadis sedang melempari batu ke sebuah bangunan.Lalu tidak berapa lama Nindi melihat para pekerja bangunan nya keluar .
Mungkin karena gadis itu takut dia ketahuan,gadis itu pun buru-buru hendak meninggalkan tempat itu.
Tapi sayang,rencana licik nya tidak berhasil dengan baik saat sebuah kayu besar menghantam kaki nya.Kini kaki gadis itu luka akibat perbuatan nya sendiri.
Sungguh malang nasib anak gadis itu."
Ucap Nindi sambil pura-pura bersedih.Risa tau kalau gadis yang di maksud adik nya itu adalah dia sendiri.Dia langsung segera menutup mulut adik nya itu dengan tangan nya .Ia takut orang-orang yang ada di air pancur itu mendengar nya.
"Apa an sih kak..Nindi kan cuma cerita saja.Kenapa mulut Nindi malah di tutup sih."
Ucap Nindi sambil berusaha melepaskan tangan kakak nya dari mulut nya dan tertawa terbahak-bahak.
***jangan lupa like,coment dan vote yah readers😊
Terima Kasih😊😊
I love u readers😘
__ADS_1
#fb_Vhera Putri Bungsu***