
Haris dengan mertua nya sudah mencari Risa kemana-mana tapi tak kunjung jumpa.
Haris merasa bersalah karena tidak dapat menjaga istri nya dan melindungi istrinya saat-saat seperti ini.
"Risa kamu dimana dek. "
"Jangan buat kami khawatir seperti ini. "
"Kalau kamu mau marah marah sama abang, hukum abang. "
"Tapi jangan seperti ini dek. "
Ujar Haris yang mengutuki kesalahan nya.
Tak beberapa lama Risa pun muncul dan menghampiri Haris
"Bang... abang kenapa. Kok abang menangis "
Tanya Risa saat melihat wajah Haris sembab.
Haris yang mendengar suara Risa pun langsung menegakkan kepala nya.
"Risa... kamu kemana saja dek. Abang sama mama dan papa sangat khawatir sama kamu. "
Ujar Haris sambil memeluk tubuh Risa.
"Risa habis dari warung bang beli in pampers dan jajan buat anak kita. "
Jawab Risa sambil menunjukkan plastik belanjaan nya yang berisi jajanan dan juga pampers.
"Anak kita kan sudah ti...... "
Haris tiba tiba terdiam dan tidak ingin melanjutkan omongan nya. Ia baru ingat kalau untuk saat ini ia harus berpura-pura menganggap boneka yang ada di pelukan Risa itu adalah anak mereka.
__ADS_1
"Sudah tidak apa bang. "
Tanya Risa sambil mengeryitkan dahi nya.
"A... em... sudah tidak... "
Haris gugup dan bingung harus menjawab apa. "
Karena ia tidak mungkin katakan yang sebenarnya pada Risa. Jika sampai dia kasih tau Risa bisa bisa ngak akan pilih dari trauma nya.
"Ah... maksud abang anak kita kan sudah tida pakai pampers lagi. "
Jawab Haris lagi.
"Iya ngak apa-apa lah bang. Risa belikan stok saja. Siapa tau besok-besok Risa sama pandu mau jalan-jalan. Kan harus pakai pampers. "
Timpal Risa sambil tersenyum. Haris hanya bisa mengangguk lemah.
Seperti itu lah yang terjadi dalam keluarga Haris hingga beberapa bulan. Namun Haris tak pernah menyerah, ia selalu sabar menghadapi tingkah Risa. Hingga kesabaran nya pun kini berbuah hasil yang manis.
Tapi itu semua Haris lakukan dengan ikhlas . Semua ia lakukan demi cinta nya pada Risa.
Setiap usaha tidak pernah menghianati hasil. Kini Risa sudah hamil kembali .Hingga kebahagiaan yang sempat hilang itu pun mulai hadir kembali dalam keluarga mereka.
Setelah 9 bulan dalam kandungan seorang bayi yang sangat cantik pun lahir dari rahim Risa. Risa sangat bahagia begitu pun dengan Haris
Kini keceriaan yang sempat hilang kini sudah kembali. Keluarga kecil mereka kini bahagia walau dalam kondisi sederhana. Bayi cantik itu di beri nama Fyza oleh Risa.
*4 tahun kemudian Fyza tumbuh menjadi anak yang ceria, dan juga bijak. Dan kini keluarga Risa dan Haris kembali di karunia i oleh seorang anak yang tampan dan di beri nama Rido.
Pasangan suami istri itu pun begitu bahagia saat keluarga kecil mereka di penuh i oleh tawa dan tangis dari kedua anak nya.
Risa dan Haris dan henti -henti nya mengucap syukur buat karunia yang di limpahkan Tuhan kepada mereka.
__ADS_1
Namun selama kita ada di dunia ini, hidup kita tak akan pernah luput dari yang namanya roda kehidupan seperti tangis dan tawa. Bahagia dan sedih dan juga cobaan hidup.
Di tengah tengah kebahagiaan mereka, mereka kembali berduka saat orang tua Risa meninggal karena sakit. Awal nya papa Risa yang terlebih dahulu meninggal karena sakit.
Hanya berselang setahun mama Risa pun kembali menyusul suami nya ke alam baka. Haris dan Risa kembali di rundung pilu. Namun mereka tidak boleh dilanda kesedihan karena anak-anak mereka butuh mereka.
Walau awal nya begitu berat, Risa mencoba untuk bangkit dari keterpurukan demi kedua anak nya.
Karena hanya Risa anak dari pak Karim dan Ibu Pasti yang tinggal di kota itu , maka rumah, ladang pak Karim kini menjadi tanggung jawab mereka.
Haris beserta keluarga kecil nya pun pindah ke rumah Pak Karim. Mereka kembali menata kehidupan seperti biasa nya.
Pada suatu ketika tepat nya hari minggu, Haris pergi ke sebuah sungai yang tak jauh dari rumah nya. Ia berniat ingin memancing ikan untuk mengisi waktu luang sekaligus ingin mengambil lauk untuk nya dan juga keluarga nya.
Haris sudah bersiap-siap dengan membawa pancing nya menuju sungai. Sesampainya di sana ia pun mulai memasang umpan dan mulai memancing.
Sudah hampir sejam Haris memancing tapi tak seekor ikan pun yang mendekati tali pancing nya. Dia pun mulai jenuh dan berniat ingin pulang.
Namun tiba-tiba tali pancing nya bergerak dan terasa sangat berat. Haris bahagia karena ia berpikir kalau hari ini ia akan dapat ikan besar.
Dengan sekuat tenaga ia berusaha mengangkat tali pancing nya itu. Karena sangat berat , ia berkali-kali gagal. Namun ia tetap berusaha karena yang ada dalam pikiran nya adalah ikan besar.
Setelah beberapa saat ia berusaha, akhirnya ia berhasil mengangkat tali pancing nya.
Mata Haris melotot dan mulut nya menganga saat melihat sesuatu tersangkut di tali pancing nya itu.
***ßêr§åmßµñg
§êlålµ еkµñg 嵆hðr Ðêñgåñ ¢årå lïkê, ¢ðmêñ†, vð†ê Ðåñ jµgå rå†ê ɏåh rêåÐêr§
Ðåñ jåñgåñ lµþå klïk †ðmßðl £åvðrï† ågår Ðï §åå† åµ†hðr µþÐå†ê êþï§ðÐê †êrßårµ, rêåÐêr§ †ïÐåk åkåñ kê†ïñggålåñ.
1 lågµ måmþïr Ðåñ †ïñggålkåñ jêjåk Ðï kårɏå 嵆hðr ɏåñg ßêrjµÐµl 🄰🄺🅄 🄶🄰🄳🄸🅂 🄿🄴🄽🄴🄱🅄🅂 🅄🅃🄰🄽🄶. Ðåñ †µñggµ £êêÐ ßå¢k Ðårï åkµ.
__ADS_1
†êrïmå kå§ïh.
Ì lðvê ɏðµ