
Untuk saat ini Haris harus menuruti apa yang ada di pikiran Risa.Dia harus berpura pura menganggap boneka yang ada di pelukan Risa itu adalah anak mereka.
Walau sesungguhnya hati Haris begitu terluka.Namun ini ia harus ia lakukan demi Risa istrinya .
Ia sangat berharap kondisi Risa akan segera pulih dan ia bisa menerima kenyataan .Kenyataan pahit yang berkata kalau anak mereka Pandu sudah pergi untuk selama-lama nya.
"Dek..kita makan dulu yah."
Ujar Haris kepada Risa.
"Iya bang ..anak kita pun sudah lapar ini."
"Iya kan sayang .Kamu lapar iya."
"Iya mama tau.Kita makan sekarang yah Sayang"
Ucap Risa sambil mencium boneka itu layak nya seperti mencium anak nya sendiri.
Risa berdiri di bantu oleh Haris.Mereka pun keluar dari kamar menuju dapur untuk makan.Sesampainya di meja makan Haris membuat nasi dan lauk ke piring Risa.
Risa pun mengambil piring yang di kasih oleh Haris.
Dia menyuapkan makanan itu terlebih dahulu ke mulut boneka nya
"Makan yang banyak yah sayang."
Ucap Risa kepada boneka itu.
Setelah ia menyuapkan makanan ke boneka ,barulah ia menyuapkan makanan itu ke mulut nya sendiri.Begitu lah seterus nya hingga makanan yang di piring Risa habis.
Walau sesungguhnya nasi yang ia suapkan kepada boneka itu hanya berceceran di lantai.Risa terlihat bahagia karena ia berpikir bahwa anak nya yang telah memakan makanan itu.
Disaat minum pun ,ia teta menyuapkan ke boneka nya itu.Walau boneka nya itu berakhir basah karena di beri air Risa.
"Yah kamu basah yah nak."
Ujar Risa sambil memegang boneka itu.
"Ya sudah kita ganti baju kamu yah."
"Biar kamu ngak kedinginan."
__ADS_1
Ujar Risa lagi.
"Bang Risa ke kamar dulu yah.Risa mau ganti baju anak kita.Sudah basah soalnya.Nanti kalau ngak di ganti entar anak kita sakit."
Ujar Risa lagi.Haris hanya bisa mengangguk lemah .
Risa pun akhirnya beranjak dari meja makan menuju kamar.Sementara Haris terduduk lemah .Tanpa di sadari nya air matanya kembali menetes.
"Tuhan kenapa cobaan ini begitu berat bagi hamba."
"Hamba ngak kuat Tuhan saat melihat istri hamba seperti ini."
"Kalau mau menghukum kami,hukum aku saja Tuhan .Jangan istri hamba."
"Hamba tak sanggup melihat ini semua."
Guman Haris sambil menangis.Ia menangis tersedu-sedu sampai-sampai ia tak menyadari kalau Pak Karim dan Ibu Pasti sudah sedari tadi duduk di kursi tempatb Risa makan tadi.
"Nak kamu yang kuat ya."
"Kamu harus sabar agar istri kamu cepat pulih."
"Jangan menyerah.Bapak yakin kamu pasti akan mampu menjalani ini semua."
Ujar Pak Karim sambil menggenggam erat tangan menantu nya itu.
"Iya nak kamu pasti kuat.Kami pun sesungguhnya sangat terpukul."
"Namun kami tidak tau harus berbuat apa."
Timpal Ibu Pasti.
"Makasih pak ,bu.Doakan kami agar kami bisa melewati ujian ini."
Jawab Haris lagi.Pak Karim dan Ibu Pasti hanya bisa menggangguk kan kepala.
"Yah sudah kamu temani sana istri kamu.Untuk sementara ini jangan biarkan dia sendiri.Agar kondisi nya cepat pulih."
Ujar Ibu Pasti lagi.
"Baik bu."
__ADS_1
Jawab Haris .Dia langsung beranjak dari tempat duduk nya menuju kamar.
Dia langsung membuka pintu kamar .Betapa terkejutnya ia saat ia mendapati kamar kosong.
"Risa...a....a"
Teriak Haris .
Ibu Pasti dan Pak Karim langsung buru-buru menghampiri Haris saat mendengar Haris berteriak.
"Risa kenapa nak.??"
"Kenapa kamu menjerit seperti itu."
Tanya Ibu Pasti .
"Risa ngak ada di kamar bu."
Jawab Haris sambil menunjukkan kamar nya yang telah kosong.
"Risa kemana pak"
Tanya Ibu Pasti kepada suaminya.
"Bapak juga ngak tau bu."
Jawab Pak Karim
Kita cari ke depan yah.Mungkin Risa berada di depan.
Usul Pak Karim dan di jawab oleh anggukan kepala Haris dan Ibu Pasti.
***bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan rate yah teman-teman.
Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru,teman-teman ngak akan ketinggalan.
1 Lagi mampir dan tinggalkan jejak di karya ku yang berjudul AKU GADIS PENEBUS UTANG dan tunggu feed back dari aku
Terima kasih
__ADS_1
I love you***