Peluk Cium Terakhir Mama

Peluk Cium Terakhir Mama
Episode 23


__ADS_3

Risa telah mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bawa nya ke sungai. Setelah semua nya selesai, dia pun berangkat sendirian.


Sepanjang perjalanan hati nya sangat was-was. Takut terjadi sesuatu pada dirinya maupun keluarga nya. Namun ia membulatkan tekad nya untuk kesembuhan suami nya.


Jarak sungai dari rumah Risa tidak lah begitu jauh. Hingga tak butuh waktu lama Risa sudah sampai di sungai tempat suami nya memancing.


Risa terpaku memandangi sungai itu dari ujung ke ujung. Jika dilihat sekilas sungai itu tampak lah begitu Indah. Air nya jernih dan di kelilingi oleh pepohonan. Tapi siapa sangka kalau sungai itu ada penunggu nya.


Tiba-tiba bulu kuduk Risa merinding.Rasa takut nya pun kini semakin mencekam. Risa melirik ke kanan ke kiri, namun ia tak menemukan siapa-siapa di sekitar nya.


Dengan sangat perlahan Risa melangkahkan kaki mendekati sungai itu. Dia melihat sebuah batu besar yang menyerupai sebuah tempat duduk.


Dengan mengalahkan rasa takut yang sangat mencekam,ia pun kini sudah berdiri tepat di depan batu besar itu.


Ia duduk di depan batu besar itu dan mengikatkan tali ayam jantan yang sudah dia siapkan di sebuah pohon yang tumbuh tidak jauh dari batu itu.


"Oppung,,, nion nungga Hu buan manuk jambe na birong songon na pinangido mi .


(Kakek/Nenek ini saya sudah bawa ayam jantan hitam seperti yang engkau minta)


"Las ma roham manjalo on,, jala sai anggiat tumibu malum sahit ni siadopan Hu"


(Semoga engkau senang menerima nya, dan semoga suami cepat sembuh)


Ucap Risa dengan sangat pelan .


Tiba-tiba angin bertiup cukup kencang, air sungai pun seakan-akan mengeluarkan bunyi riuh nya. Dari pepohonan terdengar suara kicauan burung-burung. Risa sangat ketakutan dan ingin lari dari sungai itu secepat mungkin.

__ADS_1


Namun niat nya di tahan, karena ia ingat kembali suami nya saat ini sangat menderita. Dan ini adalah cara satu-satu nya untuk menyembuhkan suami nya.


Ia berusaha mengumpulkan semua keberanian nya.


Setelah ia memastikan ikatan ayam jantan itu ngak akan lepas lagi, dia pun akhirnya meninggalkan sungai itu.


Dengan langkah seribu, ia mempercepat langkah nya agar segera menjauh dari tempat yang sangat mengerikan itu.


Sejak kecil Risa tak pernah menginjak kan kakinya di sungai itu. Tapi hari ini dia harus memberanikan diri demi suami dan keluarga nya.


Setelah Risa berada cukup jauh dari sungai itu, baru lah Risa bisa bernafas lega. Dan rasa takut nya perlahan-lahan hilang. Dan nyawa nya yang sedari tadi melayang-layang kini sudah berangsur-angsur balik ke badan nya.


Risa pun langsung balik ke rumah nya. Dia sangat berharap suami nya akan segera sadar dan sembuh. Namun lagi-lagi Risa menangis saat dia sudah sampai di rumah, dia melihat suami nya masih tergeletak tak berdaya. Risa juga melihat suami nya itu terlihat sangat sulit bernafas.


Di samping suami nya itu Fyza dan Ridho duduk sambil menggenggam tangan papa nya.


"Mama... papa kenapa? "


Tanya Fyza saat melihat mama nya sudah pulang.


Risa berjalan mendekati suami dan anak nya. Dia memeluk tubuh suami nya itu.


"Bang.. abang harus kuat yah. Abang harus sembuh demi aku dan anak-anak kita. "


"Abang lawan sakit abang yah bang. "


"Risa yakin abang pasti bisa. "

__ADS_1


"Abang pasti kuat".


Ucap Risa sambil mencium punggung tangan suami nya. Hingga tetesan air mata Risa jatuh ke tangan Haris.


Sejak semalam setelah selesai makan, Haris tak kunjung sadar dari pingsan nya. Dan semakin lama detak jantung Haris semakin melemah. Risa bingung, tak tau lagi harus berbuat apa.


Risa hanya bisa berdoa sambil menatap wajah suami nya. Terlihat di wajah Haris sebuah rasa sakit yang sangat mendalam.


Beberapa saat kemudian Risa merasakan tangan Haris yang sedang di genggam nya semakin melemah. Semakin lama semakin lemah dan akhirnya terhempas begitu saja.


Wajah Risa langsung berubah menjadi pucat. Ia meletakkan tangan nya di hidung Haris. Tidak ada hembusan nafas lagi. Lagi-lagi Risa meletakkan tangan nya di dada suami nya, dan hasil nya sama tidak terasa detak jantung nya lagi.


" Abang.... g.... g... g. .. g... g"


"Papa... a... a... a... a... a... a"


Teriak Risa dan Anak-anak nya hampir bersamaan.


***Bersambung


Selalu dukung author dengan cara like, coment, vote dan rate yah readers


Dan jangan lupa klik tombol favorit agar di saat author update episode terbaru, readers tidak akan ketinggalan.


1 lagi mampir dan tinggalkan jejak mu di karya author yang berjudul πŸ„°πŸ„ΊπŸ…„ πŸ„ΆπŸ„°πŸ„³πŸ„ΈπŸ…‚ πŸ„ΏπŸ„΄πŸ„½πŸ„΄πŸ„±πŸ…„πŸ…‚ πŸ…„πŸ…ƒπŸ„°πŸ„½πŸ„Ά. Dan tunggu feed back dari author.


Terima kasih

__ADS_1


i love you


__ADS_2