
Disaat Risa jalan menuju rumah nya, dia melihat beberapa pohon mangga yang sangat rindang di sekitar jalanan.Tanpa mengundur-undur waktu dia langsung memanjat pohon itu,serta tak lupa ia juga membawa es lilin gratis nya.
Dia duduk di antara dahan-dahan pohon itu sambil melirik setiap sudut dari pohon itu.
Dia berharap dia akan menemukan beberapa buah mangga untuk di santap di pohon itu juga.
"Ah nikmat nya ,dunia serasa milik ku sendiri.Yang lain pada mau habis kontrak.Ha...ha..ha."
Guman Risa sambil merebahkan badan nya di antara dahan pohon mangga yang lebih kuat.
"Udara disini sejuk banget yah,angin nya sepoi-sepoi bagai angin pantai .Pemandangan juga indah ,bisa melihat ke sekeliling ."
Guman nya sambil sesekali ia melirik pemandangan di sekitar nya dari atas pohon.
Tak lupa ia berceloteh sendiri sambil memakan es lilin gratis nya.
"Kenapa nya kalau makanan gratis itu nikmat nya lebih terasa?"
Dia bertanya pada diri nya sendiri.Dan kemudian tertawa sendiri.
Disaat ia sedang asyik dalam kebahagiaan nya,tiba-tiba matanya tertuju pada sesuatu berwarna hijau ke kuning-kuning an.Ia semakin memperhatikan nya dengan baik.
"Seperti nya ada sesuatu yang manis tapi bukan teh manis."
Guman nya lagi.
Dia lalu bangkit dari rebahan nya dengan hati-hati agar tidak sampai terjatuh.Lalu perlahan dia mulai mencari dahan pohon yang kuat untuk menopang berat badan nya.Disaat dia menemukan dahan yang kuat dia lanjut meletakkan kaki nya di sana .Akhirnya sesuatu yang manis itu pun kini sudah berada di depan matanya.Yah sesuatu yang manis tapi bukan teh manis itu adalah mangga.
Tak butuh waktu lama ia langsung segera memetik nya.Setelah berhasil dia kembali ke tempah rebahan nya tadi dengan sangat hati-hati.
"Doa anak baik secepat ini yah terkabul."
"ha..ha..ha.."
Risa tertawa sendiri di atas pohon .
Dia pun mulai menikmati es lilin nya dan juga mangga nya.
Namun di saat dia sedang asik dengan makanan nya,dari kejauhan dia melihat seorang pria sedang mengayun sepeda.Itu nampak jelas dia lihat dari atas pohon.
"Itu siapa yah,sepertinya aku kenal?"
Ucap Risa dalam hati.
Pria dengan sepeda nya itu pun semakin mendekat ke arah Risa.
"Itu Pak Guru bukan sih?"
"Oh iya itu pak Guru..kan cuma pak guru yang botak namun brewok di desa ini."
Ucap Risa sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Itu yang di bawa pak Guru burung yah?"
"Banyak banget burung nya."
"Aku minta 1 ah kan lumayan buat makan malam nanti.He..he..he"
Ucap nya lagi sambil melompat turun.Sementara pria yang di sebut Risa Pak Guru sudah berada persis di depan pohon tempat Risa memanjat tadi.Itu pula yang membuat Pak Guru terkejut setengah mati.
"Hey Risa..kamu ternyata.Kamu suka sekali yah buat saya terkejut."
"Untung saya punya jantung cadangan."
"Jadi tidak terlalu syok."
Ucap Pak Guru saat mengenali orang yang mengagetkan nya itu sambil memegang dada nya.
"Eh pak Guru..maaf Pak Guru tadi Risa ngak memperhatikan pak Guru,jadi Risa asal main lompat saja."
Ucap Risa sambil berbohong.Dia tidak mungkin kasih tau pak guru nya kalau tadi dia sudah melihat pak guru hendak lewat dari situ.Kalau dia kasih tau dia pasti akan kena hukum.
"Makanya lain kali perhatikan sekitar,jangan asal lompat saja."
"Lagi pula kamu ini seperti bocah saja manjat-manjat.Kamu itu udah anak gadis loh.Ngak elok anak gadis manjat-manjat"
"Kamu harus belajar jadi gadis yang feminim."
Ucap Pak Guru menasehati Risa.
"He..he..he.."
Jawab Risa lagi.
"Yah sudah sana pulang..belajar yang giat biar nilai mu di sekolah tidak telur bebek terus."
Ucap Pak Guru sambil bersiap-siap mengayun sepeda lagi .
Wajah Risa langsung merah merona saat Pak Guru bilang nilai nya telur bebek terus.Risa memang terkenal sebagai anak yang jahil dan juga anak yang tidak pintar.
"Eh Pak Guru ngomong-ngomong Burung pak Guru itu banyak sekali."
"Bagi Risa satu napa pak Guru?"
Teriak Risa sambil menunjuk ke beberapa ekor burung yang di bawa oleh Pak Guru.
Pak Guru yang mendengar nya agak sedikit kesal .Dia berpikir kalau Risa berbicara tidak sopan pada nya.
"Awas kamu besok yah Risa."
"Saya hukum kamu."
Teriak Pak Guru sambil mengayun sepeda nya lebih cepat lagi.
__ADS_1
"Ko malah di hukum sih..kan Risa cuma minta burung yang di bawa pak Guru untuk lauk Risa."
Guman Risa bingung .
"Ah bodo amat lah."
Ucap nya lagi sambil memanjat pohon itu.
Dia kembali merebahkan badan nya sambil menghabisi mangga dan juga es lilin nya.Karena udara nya yang begitu sejuk dalam hitungan menit juga Risa sudah terlelap dan melayang dalam mimpi indah nya.
Hari sudah sore ,namun Risa belum kunjung bangun .Dia terlelap dengan sisa es lilin yang sudah menumpahi baju nya.Sehingga saat melihat yang manis-manis pasukan dari semut pun mulai datang menghampiri dan mencicipi sisa-sisa dari es lilin nya Risa.
Awalnya Risa tidak merasakan ,namun disaat pasukan si merah semakin banyak menghampiri dan bergerak ke tangan hingga wajah Risa ,Risa pun akhirnya terbangun.
"Aduh sakit banget,"
Guman nya sambil perlahan membuka mata nya yang masih ngantuk berat itu.Kemudian ia membelalak kan matanya saat ia melihat baju nya basah dan banyak sekali semut berpesta ria disana.
"Semut kampret..berani-berani nya kamu gigit tangan dan wajah ku."
"Apa kamu tidak tau siapa ratu dari kalian semua?"
Teriak nya kepada semut-semut itu.Namun semut yang hanya seekor binatang tidak peduli dengan ocehan Risa.Mereka tetap melanjutkan pesta mereka.
Risa pun sibuk menggaruk-garuk tangan dan wajah nya.Hingga ia lupa kalau ia sekarang sedang berada di atas pohon.Tiba-tiba.
"Bruk..."
Risa jatuh terduduk ke tanah.
"Auw...w...w"
"Sakit "
Gerutu nya sambil memegang pantat nya.
"Baru tadi muji nasib ku yang mujur ."
"Eh ini udah sial lagi."
"Ibarat kata ,sudah jatuh tertimpa tangga lagi."
"Sudah digigit semut,terjatuh lagi dari pohon."
"Ini semua karena kalian semut.Kalian berani-berani nya menggigit ratu kalian sendiri."
Dasar binatang.
Celoteh nya menyalahkan semut.Dia tidak mau menyalahkan diri nya yang tidak membuang sampah es lilin nya tadi.
#like_coment_dan_vote_ yah
__ADS_1
#Terima_kasih
#fb_Vhera Putri Bungsu