Peluk Cium Terakhir Mama

Peluk Cium Terakhir Mama
Episode 12


__ADS_3

Selepas kepergian Haris ,Risa pun langsung masuk ke dalam kamar nya.Wajah nya terlihat bahagia.Sesampainya di kamar betapa terkejutnya dia saat Nindi adik nya belum juga tidur.


"Ciye...e..e"


"Yang mau jalan."


Nindi menggoda Kakak nya .Seketika wajah Risa langsung merah merona.


"Kau belum tidur kah.?"


Risa berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Belum lah."


Nindi menjawab nya dengan santai.


"Ciye..e..e..."


"Bahagia nya ."


Nindi tak henti-henti nya menggoda kakak nya.Meski kini wajah Risa sudah merona karena malu ,namun Nindi selalu menggoda nya.


"Sudah ah..aku mau tidur."


"Aku capek."


Risa langsung membaringkan tubuh nya di tempat tidur sementara Nindi masih saja tertawa-tawa.


Hari berlalu begitu cepat.Dan hari yang di tunggu-tunggu pun tiba.Hari ini adalah hari sabtu,Risa dengan semangat 45 berangkat ke sekolah.Ia mengikuti pelajaran dengan baik hingga pelajaran selesai.


Sehabis pulang sekolah,kali ini Risa absen untuk singgah di pohon tempat ia biasa istirahat kalau sehabis pulang dari sekolah.Kali ini ia langsung pulang ke rumah karena ia harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk jalan nanti malam.


"Tumben kakak cepat pulang,biasa nya sore baru pulang."


Nindi berkomentar karena melihat kakak nya tiba-tiba pulang cepat.


"Iya dong,kakak kan mesti persiapan buat nanti malam."


Risa menjawab pertanyaan adek nya dengan santai sambil membuka sepatu nya.


"Ciyee yang mau jalan.."


Lagi-lagi Nindi tak berhenti menggoda kakak nya.Risa pun hanya bisa tersenyum-senyum melihat tingkah adik nya itu.


Risa dan Nindi pun langsung makan siang bersama dengan abang nya Tino.Sebab orang tua mereka sudah membawa bekal makan siang ke ladang.


Setelah selesai makan siang,Tino langsung mengambil bakul tempat telur bebek .Setiap hari nya Tino mempunyai tugas mengumpulkan telur bebek.Sementara Risa dan Nindi mempunyai tugas di rumah .Membersihkan rumah,piring ,pakaian juga memasak menjadi tanggung jawab Risa dan Nindi.


Setelah Tino berangkat,Risa dan Nindi kembali melakukan aktivitas rumah.Setelah semuanya beres Risa mengajak Nindi ke dalam kamar.


"Dek pilihkan baju buat kakak dong."

__ADS_1


Pinta Risa kepada Nindi.Karena masalah fashion Nindi jauh lebih bisa di andalkan dari pada Risa.


"Kok Nindi lagi sih kak..kaka saja yang pilih yang mana yang kakak suka."


Ujar Nindi menolak permintaan kakak nya.


"Dek...ayolah..kakak ngak ngerti fashion-fashion gini."


Bujuk Risa pada adik nya.Nindi pun lagi-lagi iba melihat wajah kakak nya yang kini cemberut .


"Iya..iya Nindi bantu in.Emang jalan nya kemana kak."


Tanya Nindi lagi.


"Rencana sih dek mau nonton opera di tanah lapang ."


Jawab Risa kepada adik nya.


"Berarti ngak formal-formal yah."


Ucap Nindi sambil mengobrak abrik lemari.


Setelah ia menemukan yang menurut dia cocok,dia pun memberikan nya kepada Risa.


"Coba yang ini kak."


Nindi memberikan baju kaos berwarna biru langit yang di padukan dengan celana jeans warna hitam serta jaket lee dengan warna biru juga .Risa pun menerima baju itu dari adik nya .Dia mencoba mengenakan stelan itu dan berdiri di hadapan adik nya minta penilaian tentang kostum nya.


"Nah gini kan cantik kak..ngak nampak tomboy nya."


"Tapi dek..kakak kurang nyaman.Baju nya ngepas gini sama badan kakak.Kakak ngak PD make nya."


Risa mencoba berkomentar.


"Kak..kalau kakak pakai baju seperti ini ..kaka baru terlihat kayak cewek."


Ujar Nindi.


Risa memang selama ini jarang sekali dan bahkan bisa di hitung berapa kali dia pakai pakaian ngepas seperti ini.Dengan sikap nya yang tomboy biasanya dia selalu memakai baju longgar yang di padukan dengan celana yang longgar pula.


"Tapi yakin kan baju ini cocok sama kakak."


Risa meminta pendapat adik nya kembali.


"Yakin lah kak..mana mungkin Nindi tega buat kakak malu di depan umum.Walau kita sering berdebat namun kalau untuk tampil di depan umum Nindi ngak sejahat itu kak.Kan kita saudara."


Ujar Nindi sambil memeluk Kakak nya.Risa pun ikut terharu mendengar penuturan adik nya itu dan dia pun langsung membalas pelukan Nindi.


"Makasih yah adek ."


Ucap Risa di tengah-tengah pelukan nya itu.

__ADS_1


"Sama-sama kak."


Jawab Nindi.


Setelah urusan fashion nanti malam sudah selesai mereka pun melanjutkan aktivitas nya.Mereka kali ini cepat ke air pancur.Semua aktivitas mereka lakukan bersama-sama.Hingga tak heran jika pekerjaan sebanyak apa pun bisa mereka takluk kan dengan cepat dan tepat.


Pukul 06.00 pekerjaan mereka sudah selesai.Kini Risa sudah sibuk di depan cermin.Nindi membantu mendandani Risa.Wajah Risa di beri sedikit polesan bedak ,dan bibir nya di oles i sedikit lip gloss.


Di saat Pak Karim dan Ibu Pasti balik dari ladang.Mereka begitu terkejut melihat penampilan Risa yang kini benar-benar seperti wanita seutuh nya.


"Kamu cantik sekali nak."


Puji Ibu Pasti sambil memperhatikan penampilan putri nya itu.Risa hanya tersenyum-senyum malu mendengar pujian mama nya.


"Anak mama mau kemana tumben cantik begini."


Tanya Ibu Pasti lagi.


"Biasa lah ma,mama seperti ngak pernah muda saja.Kakak mau jalan lah ."


Timpal Nindi sambil tersenyum dan di ikuti oleh gelak tawa papa dan abang nya.


Saat-saat yang di tunggu-tunggu pun tiba.Dari arah pintu terdengar ketukan.Risa langsung berlari membukakan pintu.Setelah pintu di buka Haris terkejut setengah ****** melihat penampilan Risa.Haris tak berkedip memandangi Risa dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Dek..kamu cantik sekali malam ini."


"Beda dari kemarin."


Puji Haris kepada Risa.Risa lagi-lagi hanya bisa tersenyum menerima pujian itu.Walau hatinya kini sudah berbunga-bunga saat mendengar pujian dari pria yang ada di hadapan nya itu.


"Ya sudah bang..kita pamit dulu sama mama dan papa."


Ajak Risa kepada Haris.Mereka pun masuk ke dalam rumah untuk pamitan.


"Bu,pa kami pamit dulu yah ,kamu mau nonton opera di tanah lapang."


Haris minta izin sekaligus memberi tahu orang tua Risa tujuan mereka.


"Iya nak..kalian hati-hati yah.Pulang nya jangan malam-malam kali.Kami titip anak ibu yah nak."


Jawab Pak Karim dan Ibu Pasti .


"Baik Pak,Bu."


Ucap Haris sambil mencium punggung tangan Orang tua Risa dan di ikuti oleh Risa.


**Bersambung


***Selalu dukung author dengan cara like,coment dan vote yah readers😊


Terima kasih😊

__ADS_1


I love you Readers


#fb_Vhera Putri Bungsu***


__ADS_2