
Mata Haris melotot dan mulut nya menganga saat melihat sesuatu yang nyangkut di mata pancing nya.Seekor ikan dengan ukuran yang sangat besar dan tubuh yang memanjang dengan kepala bersisik yang berbentuk pipih dan lebar.
Dengan mata yang terdapat pada bagian anterior kepala . Ikan ini memiliki sirip punggung yang lebih panjang dari sirip ekor, serta warna tubuh pada bagian punggung hijau kehitam-hitam an dan bagian perut nya berwarna krem atau putih.
Yah ikan itu adalah ikan gabus yang sering di jumpai di air tawar. Namun yang membuat Haris terkejut adalah ukuran ikan gabus itu. Jika di perkirakan ikan gabus itu kira-kira 5 kg. Ukuran sebesar ini sangat lah jarang dan bahkan belum pernah di jumpai Haris seumur hidup nya.
Bukan hanya itu saja, kepala ikan gabus sangat lah besar sekitar 3 kali lipat dari besar tubuh nya. Ditambah lagi dengan kedua bola mata ikan sangat menyeramkan, hitam pekat dan juga besar.
"Ini ikan gabus atau ikan apa yah? "
"Seumur-umur aku belum pernah lihat ikan sebesar ini dengan kepala dan mata yang sangat menyeramkan seperti ini. "
Guman Haris dalam hati.
"Ah tapi... yah sudah lah. Mungkin ini rezeki buat aku. "
"Biar aku bawa pulang saja. Lumayan buat makan malam keluarga ku nanti. "
Timpal Haris lagi sambil bergegas pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Haris memeberikan hasil tangkapan nya kepada istrinya. Pada awal nya Risa juga sangat terkejut melihat ikan gabus yang dibawa oleh suami nya itu.
"Bang ini ikan apa yah. "
"Kok Risa lihat seram gini bang. "
Tanya Risa masih belum berani menyentuh itu ikan.
"Itu ikan gabus Dek. Abang pun sebenarnya belum pernah lihat ikan sebesar ini. Bentuk kepala nya juga aneh. "
"Tapi itu ngak apa-apa. "
"Kamu masak saja. "
"Abang sudah lapar. "
Ujar Haris lagi.
"Baiklah bang. "
Jawab Risa sambil berlalu menuju dapur. Meski sejujurnya ada rasa takut dan penasaran terhadap itu ikan, tapi ia tetak melaksanakan perintah suami nya.
Beberapa saat kemudian Ikan gabus aneh pun itu selesai di masak.
"Bang.. ikan nya sudah masak. "
"Abang makan lah... "
Panggil Risa kepada suami nya yang sedang duduk di ruang tamu.
Haris pun langsung menuju dapur untuk makan karena sedari tadi perut nya sudah bergendang ria minta di isi.
Risa pun langsung menyiapkan makan untuk suaminya.
"Ini bang. "
Ucap Risa sambil menyerahkan piring yang berisi nasi dan lauk kepada suami nya.
"Kamu belum makan dek. "
Tanya Risa saat melihat istrinya tidak mengambil nasi untuk nya.
"Ngak bang, abang duluan saja makan nya. Nanti Risa makan sama anak-anak soalnya mereka masih belajar. "
Jawab Risa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah, abang lanjut makan saja yah. Abang sudah sangat lapar. "
Timpal Haris sambil tertawa.
Haris pun makan begitu lahap nya . Hingga tak butuh waktu lama nasi dalam piring nya sudah ludes tak bersisa.
"Dek,, nasi nya tambah lagi dong dek. Enak ikan nya ini. "
Ujar Haris sambil menyerahkan piring nya yang sudah habis pada Risa.
Risa tersenyum sambil mengisi kembali piring suami nya.
"Abang lapar apa doyan sih? "
Tanya Risa sambil tertawa kecil.
"He.. he.. he.. dua-dua nya. "
Jawab Haris tanpa berpaling dari makanan di depan nya.
Entah apa yang merasuki Haris hingga dia begitu lahap makan nya. Dia bahkan sampai menambah kan nasi sebanyak 3 kali.
Setelah nasi 3 piring sudah ludes, baru Haris merasa kenyang.
"Akhirnya kenyang juga. "
Ujar Haris sambil mengelus perutnya yang kini sudah membuncit akibat kekenyangan.
Risa hanya tersenyum-senyum melihat tingkah suami nya.
Setelah selesai makan Risa pun kembali membereskan meja makan bekas makan suami nya itu, sementara Haris langsung pindah ke ruang tamu. Dia mengistirahatkan perut nya yang kekenyangan itu.
Entah kenapa tiba-tiba dia merasa sesak. Sementara sedari tadi perut nya sangat merasa kelaparan hingga dia nambah dan nambah nasi terus.
Namun sekarang dia merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam perut nya dan ia sangat kesulitan dalam bernafas.
Haris tak kuasa menahan rasa sakit yang ada di perut nya. Seperti ada yang bergerak -gerak dan menggigit di dalam perut nya .
Risa.... a... a.... a
Teriak Haris sekuat tenaga nya. Dan akhirnya tubuh nya tergelatak di ruang tamu.
Risa yang mendengar teriakan Haris langsung buru-buru bergegas menuju ruang tamu. Dia begitu terkejut saat melihat tubuh suami nya itu tergelatak tak berdaya di lantai.
"Bang.. abang kenapa.??? "
Teriak Risa sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
Ridho dan Fyza yang sedang belajar di dalam kamar langsung buru-buru keluar karena mendengar teriakan mama nya.
"Ma.. papa kenapa? "
Tanya Fyza saat melihat papa nya pingsan.
" Iya papa kenapa ma. "
Timpal Ridho lagi.
"Mama ngak tau nak. Mungkin papa kamu kekenyangan. Soal nya tadi papa kamu tumben-tumben an makan sampai 3 piring. Biasa nya kan ngak pernah. "
Jawab Risa.
"Mungkin karena lauk nya enak kali ma. "
Jawab Ridho.
__ADS_1
"Ya sudah kita bawa saja dulu papa mu ke klinik. "
Ucap Risa lagi.
Akhirnya Haris di bawa oleh Risa dan kedua anak-anak nya ke klinik yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka.
Sesampainya di sana Haris langsung diperiksa salah seorang Dokter.
"Dok.. gimana dok kondisi suami saya. "
Tanya Risa penasaran.
"Saya tidak menemukan penyakit atau sesuatu yang bisa berbahaya di tubuh suami ibu. Tapi kenapa detak jantung nya semakin lama semakin lemah yah.? "
Tanya Dokter itu penasaran.
"Maksud nya gimana Dok.
Tanya Risa bingung menelaah omongan Dokter itu.
" Begini bu.. secara medis Pak Haris tidak sakit apa-apa. Tidak ada sesuatu yang membahayakan tubuh Pak Haris. Namun detak jantung nya itu semakin lama semakin lemah. Dan secara medis saya tidak bisa menemukan letak masalah nya. "
"Karena tubuh Pak Haris sehat walafiat. "
Jawab Dokter itu.
"Lalu suami saya kenapa Dok. "
Tanya Risa khawatir.
"Sebelum nya Pak Haris mengkonsumsi apa bu"?
Tanya Dokter lagi.
" Tadi suami saya baru selesai makan dok. Biasa nya memang dia tak pernah makan sampai habis 3 piring. Namun tadi entah kenapa dia makan sampai 3 piring. "
Jawab Risa menjelaskan.
"Dengan lauk apa tadi pak Haris makan bu. "
Tanya Dokter itu lagi.
"Tadi suami saya sedang memancing di sungai x Dok. Lalu suami saya mendapat ikan gabus yang sangat besar. Mungkin jika di timbang ukuran nya ada sampai 5 kg. "
"Awal nya memang saya takut memasak nya dok sebab ikan itu kelihatan begitu seram. Matanya sangat besar dan hitam. Kepala nya pun 3 kali lipat besar nya dari badan nya . "
Risa menjelaskan semua nya .
"Mungkin itu bukan sembarang ikan bu. Dan menurut saya mungkin kesalahan ini terdapat pada ikan yang telah bapak makan. Jadi kami pihak medis tak bisa mengobati pak Haris. "
"Silahkan ibu tanya Rt atau perangkat desa setempat tentang masalah ini. Karena seumur-umur saya belum pernah melihat bahkan mengetahui ikan gabus seperti yang ibu jelaskan tadi. "
Jawab Dokter.
Risa pun kembali membawa Haris pulang ke rumah dengan air mata.
***Bersambung
§êlåµ Ðµkµñg 嵆hðr Ðêñgåñ ¢årå lïkê, ¢ðmêñ†, vð†ê Ðåñ jµgå rå†ê ɏåh rêåÐêr§.
Ðåñ jåñgåñ lµþå klïk †ðmßðl £åvðrï† ågår Ðï §åå† åµ†hðr µþÐå†ê êþï§ðÐê †êrßårµ, rêåÐêr§ †ïÐåk åkåñ kê†ïñggålåñ.
1 lågï jåñgåñ lµþå måmþïr Ðåñ †ïñggålkåñ jêjåk Ðï kårɏå 嵆hðr ɏåñg ßêrjµÐµl 🄰🄺🅄 🄶🄰🄳🄸🅂 🄿🄴🄽🄴🄱🅄🅂 🅄🅃🄰🄽🄶.Ðåñ †µñggµ £êêÐ ßå¢k Ðårï 嵆hðr.
†êrïmå kå§ïh.
__ADS_1
Ì lðvê ɏðµ