
Ibu Pasti dan Risa pun langsung bergegas meninggalkan toko tempat Risa berkerja .Mereka langsung pulang ke rumah memyusul Haris yang sudah terlebih dahulu pulang ke rumah untuk mencari Pandu.Mereka mengayun sepedanya masing-masing.Hingga tak butuh waktu lama ,mereka kini sudah tiba di tempat kediaman Ibu Pasti.
Disana terlihat Haris yang sedang memanggil-manggil nama anak nya itu.Risa pun langsung meletakkan sepeda nya begitu saja dan ikut mencari anak-anak nya.
"Pandu..kamu dimana nak."
"Ini mama.."
Teriak Risa sambil menangis.
"Pandu.."
Mereka bergantian memanggil nama anak itu tapi tak kunjung ketemu.Risa tak bisa menahan air mata nya.Dia terduduk di tanah sambil mencengkeram tanah itu.
"Pandu....."
"Jangan seperti ini sayang."
Jerit Risa .
Teriakan Risa hingga membuat para tetangga mulai berdatangan dan ikut mencari anak Risa yang hilang.Sudah cukup lama mereka berkeliling .Namun tak seorang pun yang kembali membawa Pandu.
Tiba-tiba seorang anak-anak yang merupakan anak tetangga itu datang menghampiri Risa.Tante..Pandu ada disana tante."
Ucap Anak itu sambil berlari lagi .
Risa dan juga para tetangga mengikuti anak itu dari belakang.Hingga anak itu berhenti di sebuah tikungan got
"Pandu dimana nak.Kenapa kamu membawa tante kesini."
Ujar Risa lagi.
"Tante....i...i..tu...Pandu."
Ucap Anak itu terbat-bata sambil menunjukkan ke dalam got yang berisi air itu."
__ADS_1
"Pandu.....u...u...u...u"
Teriak Risa sekuat-kuatnya saat melihat tubuh anak nya yang mengapung di got itu.Risa pun lagi-lagi pingsan saat.Haris pun langsung mengendong tubuh Pandu sambil menangis.
"Kenapa harus seperti ini nak."
"Kenapa begitu cepat kau tinggalkan mama dan papa mu."
Tangis Haris pecah sambil mencium tubuh anak nya yang kini sudah tidak bernyawa lagi.Sesampainya di rumah Jasad Pandu pun langsung di urus oleh para warga.Sementara yang lain juga sibuk mengurus Risa yang bolak-balik pingsan sedari tadi.
Disaat pakaian pandu sudah di ganti dengan sebuah jas kecil, Haris pun tak bisa menahan tangis nya lagi.
"Nak kemarin kamu bilang sama papa.Pa ukur lah dulu aku biar nanti kau belikan aku baju yang cantik.Aku mau baju baru ke pesta Tante Nindi."
Itu nya kau bilang sama papa nak.Papa turut i kemauan mu .Papa beli kan baju yang cantik untuk mu.Sudah di ukur badan mu ,tapi kenapa harus kau tinggalkan papa nak.Kenapa harus sekarang kau pakai beju baru mu ini nak."
"Papa dua kali aku di ukur yah pak."
Itu kau bilang sama papa kan nak.
Ku tolak nya permintaan mu itu untuk di ukur dua kali nak ku.Tapi kau selalu memaksa,lalu apa papa bilang nak.Nanti lagi lah kamu di ukur yah nak.
Ngak sampai pemikiran papa sampai kesini nak ku.
"Tercapai lah semua keinginan mu nak ku .Betul dua kali kau di ukur nak.Pertama kau di ukur untuk menjahitkan baju mu.Sekarang kau di ukur untuk peti mu."
"Tercapai kan nak ku.Tercapai semua,kau tinggalkan lah mama dan papa mu ini."
Haris menangis sambil menceritakan ucapan anak nya yang terakhir.
Risa yang sedari tadi pingsan kini mulai sadar .Ia terduduk dan langsung memanggil nama anak nya lagi.
"Pandu...ini mama sayang."
Teriak Risa sambil memeluk tubuh Pandu.
__ADS_1
"Kenapa kau tinggalkan mama sayang."
"Kenapa??
"Mama salah apa sama kamu sayang."
"Tunggu mama yah sayang."
"Kita harus pergi sama-sama."
Jerit Risa lagi.Risa pun berdiri dan mengambil sebuah kain panjang.Ia hendak melilitkan kain panjang itu ke leher nya.Namun para tetangga langsung menarik Risa dan menjauhkan kain panjang itu dari Risa.
Para tetangga juga langsung ber inisiatif menjauhkan segala barang-barang yang bisa membahayakan nyawa Risa seperti Benda-benda tajam dan segala jenis macam tali dan racun.Dan mereka juga ada yang menjemput Bapak Karim dari ladang.
Mereka khawatir Risa akan berbuat nekat lagi.
"Nak....mama ikut yah sayang ."
"Kita pergi sekarang."
Ucap Risa sambil menggendong jasad Pandu dan hendak membawa nya pergi.
Orang-orang yang berkumpul di situ tak bisa menahan air mata .Mereka juga sangat sedih dan merasa kasihan melihat Risa.Kelakuan Risa kini seakan-akan sudah tidak normal lagi.
Para tetangga pun langsung menarik kembali Pandu dari tangan Risa dan kembali meletakkan di tengah-tengah mereka.
Tetangga yang pergi sejak tadi memesan peti mati untuk Risa kini sudah kembali.Dan tidak berapa lama lagi mobil yang membawa peti mati dan salib yang bertuliskan nama Pandu pun tiba.
***Bersambung
***Selalu dukung author dengan cara like,coment,vote dan kasih rate yah readers😊
Dan jangan lupa klik tombol favorit agar disaat author update episode terbaru ,para readers tidak akan ketinggalan.
Terima kasih 😊
__ADS_1
I love you Readers😘😘
##fb_Vhera Putri Bungsu***