Peluk Cium Terakhir Mama

Peluk Cium Terakhir Mama
Episode 6


__ADS_3

"Dik bilang sama kakak anak gadis yang kamu cerita i itu kakak kan?"


Tanya Risa dengan nada mengintrogasi.Namun Nindi bukan nya menjawab malah ia semakin terbahak-bahak.


"Hey..jangan ketawa saja dong,bilang sama kakak."


Ucap Risa lagi dengan nada kesal karena Nindi tidak menghiraukan pertanyaan nya malah dia tertawa.Setelah puas ketawa Nindi pun akhirnya terdiam.


"Sudah puas tertawa nya."


Tanya Risa dengan penuh kekesalan.


"Belum ."


Jawab Nindi cepat.Dia kembali tertawa saat melihat tingkah kakak nya .


"Ih...udah dong ketawa nya ,malu tau ntar di lihat i orang-orang."


Ucap Risa sambil menutup mulut adik nya dengan telapak tangan nya.


"Ia deh ia Nindi diam nih."


Jawab Nindi saat sudah berhasil melepaskan tangan kakak nya dari mulut nya.Setelah Nindi diam,Risa kembali melemparkan pertanyaan yang sama .


"Ya sudah sekarang jawab,anak gadis yang kamu maksud tadi itu kakak yah."


Tanya Risa dengan nada penasaran.Namun yang di tanya i malah hanya diam membisu sambil tersenyum-senyum.


"Hey ayo jawab kok malah diam sih."


Ucap Risa sambil memelototi adik nya.Disaat Nindi mendapati tatapan mengancam dari kakak nya ia pun akhirnya buka mulut.


"Tadi kakak sendiri yang nyuruh Nindi diam."


"Giliran Nindi diam malah di marah i."


"Apa sih maunya kakak."


Jawab Nindi sambil pura-pura kesal.Namun dalam hati nya ia bahagia berhasil menjahili kakak nya.


"Nindi adik kakak yang paling baik sejagad raya,yang pandai dan suka menabung."


"Kakak nyuruh Nindi diam dari tertawa nya bukan diam dari bicara nya."


Ucap Risa sambil merapatkan giginya karena kesal.


"ha..ha..ha."


"Oh..begitu .Kakak ngomong dong biar Nindi ngak salah pengertian."


Jawab Nindi lagi.


"Ok..ok sekarang bilang sama kakak,siapa anak gadis yang kamu maksud tadi."


Tanya Risa lagi.


"Kakak."


Jawab Nindi santai dan singkat.Mendengar jawaban Nindi ,muka Risa langsung merah merona bagaikan tomat yang siap di petik.


"Lalu apa saja tadi yang kamu lihat."


Tanya Risa dengan nada yang sangat penasaran.


"Kakak mau tau saja atau mau tau banget."

__ADS_1


Ujar Nindi sambil menggodai kakak nya.


"Nindi...i..."


Ucap Risa dengan geram seperti singa yang ingin menerkam mangsa nya.Namun hal itu tak membuat nyali Nindi menciut untuk menjahili kakak nya.


"Kakak mau marah-marah atau mau mendengarkan cerita Nindi.??


Tanya Nindi dengan nada mengancam balik.


"Iya..iya kakak ngak marah lagi.Tapi kamu harus janji untuk cerita sama kakak.Kalau tak kakak akan menerkam kamu."


Jawab Risa sambil memperagakan singa yang ingin menerkam.


"Baik lah berhubung Nindi anak yang baik pandai dan suka menabung ,itu lah sebabnya Nindi akan cerita apa saja yang Nindi lihat tadi."


Ucap Nindi sambil berpura-pura mengingat sesuatu.Hal ini membuat Risa semakin geram.


"Cepat lah cerita ,lama sekali pun."


Ujar Risa yang sudah tidak sabar .


"Ha..ha..ha.."


"Tadi Nindi lihat semua kejadian nya."


Jawab Nindi cepat.Ia tertawa terbahak-bahak karena ia telah berhasil menjahili kakak nya.


"Apa..???


"Berarti kamu juga lihat saat mereka datang ."


Tanya Risa lagi.Nindi hanya menganggukkan kepala nya pertanda ia mengiyakan pertanyaan kakak nya.


"Jadi kenapa bilang itu saja payah sekali."


"Ha..ha..ha."


"Ternyata kakak kesal yah kalau kakak di jahil i."


Tanya Nindi saat melihat raut wajah kakak nya yang sudah masam itu.


"Yah sudah pasti lah kakak kesal kalau di jahil i,siapa juga yang tidak kesal ."


Jawab Risa tanpa berpikir kalau omongan adik nya itu menyindir nya karena sering menjahili orang.


"Jadi kalau kakak kesal dijahili,kenapa kakak sering sekali menjahili orang."


Tanya Nindi lagi.Risa pun terdiam saat omongan mendengar omongan adik nya itu.


"Sudah...sudah jangan di bahas lagi."


Jawab Risa menutupi rasa malu nya .


"Cuci in baju kakak yah dik,kaki kakak masih sakit."


Ucap Risa sambil pura-pura meringis kesakitan.Padahal luka nya hanya lah luka kecil.Namun ia berpura-pura kesakitan agar adik nya mau mencuci baju nya.Alhasil akting nya Risa berhasil membuat Nindi luluh .


"Ya sudah sini aku cuci."


Jawab Nindi sambil mengambil baju kotor Risa.Risa pun tersenyum bangga melihat rencana nya berhasil.


"Terima kasih adik kakak yang paling baik dan..."


Sebelum Risa melanjutkan omongan nya,Nindi langsung buru-buru memotong pembicaraan kakak nya.

__ADS_1


"dan yang pandai dan suka menabung."


Ucap Nindi sambil memonyongkan bibirnya.


"Kalau merayu kakak lah juara nya."


Ucap Nindi lagi sambil sibuk mencuci pakaian kakak nya.


Disaat Nindi sedang asik mencuci pakaian ,Risa duduk di sebuah batu yang tidak jauh dari tempat Nindi mencuci.Risa tersenyum-senyum mengingat kejadian tadi.Kejadian memalukan sekaligus menyenangkan.Dia mengingat-ingat wajah Haris.


"Ganteng banget sih tadi ,baik lagi."


Guman nya dalam hati.Wajah Haris dan senyum an nya terus melintas di pikiran Risa sampai-sampai Risa tidak menyadari kalau Nindi adiknya sudah selesai mencuci pakaian dan sudah berdiri di hadapan nya sejak tadi.


"Hey...mikirin apa sih ,ko senyam-senyum."


"Ntar kesambet lagi.Mau??"


Teriak Nindi membuyarkan lamunan Risa.


"Ih...apa sih ganggu saja.Sudah sana selesaikan cucian nya."


Jawab Risa seenaknya tanpa memperhatikan kalau Nindi sudah sejak tadi selesai mencuci.


"Mau nyuci apa lagi nyonya.Sudah dari tadi saya selesai mencuci.Apa perlu pakaian ini saya cuci untuk yang kedua kali."


Jawab Nindi dengan nada menggoda kakak nya.Mendengar ucapan Nindi ,Risa melihat ke arah Nindi.Setelah melihat Nindi sudah siap dengan mencuci pakaian ia pun tersipu malu.


"Kakak mikirin apa sih ,ko sampai senyam senyum."


Tanya Nindi penasaran.


"Ngak ada apa-apa kok."


"Ya sudah yok kita pulang ."


Jawab Risa berusaha mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun mulai meninggalkan air pancur dan mulai berjalan menuju rumah.


Mereka di sepanjang jalan bercerita sambil sesekali tertawa.Risa dan Nindi memang anak ceria.Meski mereka sering adu mulut dan berantam ,namun tak jarang pula mereka saling bertukar pikiran dan saling membagi cerita.


Disaat mereka melewati bangunan tempat Risa tadi menjahili para pekerja ,Nindi kembali menggoda kakak nya.


"Kakak."


Ucap Nindi.


"Hmm"


Jawab Risa cuek.


"Tadi disini yah kakak menjahili orang ."


Ucap Nindi kembali tertawa terbahak-bahak.


Melihat sikap Nindi yang tak henti-henti nya menjahili nya.Dia tak ambil pusing .Dia semakin mempercepat langkah nya agar segera sampai ke rumah.


Nindi kesal saat kakak nya tak mengubris pembicaraan .Dia pun akhirnya berjalan mengikuti kakak nya yang sudah jauh di depan nya.


***jangan lupa like,coment dan vote yah readers


terima kasih


I love you readers

__ADS_1


fb_Vhera Putri Bungsu***


__ADS_2