
Ming Ming mendatangi ruang pribadi Tuan Zhao pada siang hari di awal musim semi di usianya yang sudah berusia empat belas tahun dengan penampilannya sebagai seorang pemuda remaja tanggung yang sangat tampan dan gagah.
"Guru Zhao, murid sudah datang untuk menemui Anda. " kata Ming Ming suara tegas.
Tuan Zhao memandang kagum pada pemuda di hadapannya itu meskipun ia heran dengan fisik Yue Ming yang mungil dan aroma harum yang keluar dari rambut panjang yang berkuncir rapi di puncak kepala pemuda ini.
"Yue Ming, aku memanggilmu untuk menemui aku di sini adalah aku mau kamu melaksanakan misi ke pedalaman suku Khitan untuk menjadi saksi pemilihan kepala suku tersebut dan kamu juga harus bisa menundukkan mereka semua agar rakyat suku pedalaman bisa menjadi rakyat Kekaisaran Liao kita. " kata Tuan Zhao dengan wajah tegasnya kepada Ming Ming.
"Baik, Guru. Murid akan melakukan tugas yang Guru berikan dengan sempurna. " jawab Ming Ming nada tegas.
"Bagus, pergilah dan cepatlah kembali ke istana karena Kaisar mencariku untuk urusan lain lagi setelah kamu dapat menyelesaikan tugas mu yang pertama ini. " kata Tuan Zhao memberikan peta wilayah pedalaman suku Khitan kepada Ming Ming.
"Baik, Guru. Murid pamit undur diri untuk pergi melaksanakan tugas.. Sekarang juga.. " jawab Ming Ming melesat cepat meninggalkan ruangan pribadi Tuan Zhao.
Ming Ming merapikan barangnya di bungkusan perjalanannya di kamarnya dan menulis surat untuk Yuezhi temannya sebagai pesan bahwa ia sedang melaksanakan tugas penting rahasia dari guru mereka.Lalu,Ming Ming meninggalkan rumah Tuan Zhao dengan ilmu ginkang walet di atas gurun Gobi.
Di tengah perjalanannya, Ming Ming mndengar suara orang bersiul di hutan pintu keluar dari wilayah Kekaisaran Liao barat. Ia mengendap- endap karena penasaran dan melihat seorang pemuda remaja tanggung yang sebaya dengan nya dan memiliki wajah yang mirip sekali dengan dirinya.
"Apakah dia itu kembaranku yang telah terpisah dari ku selama empat belas tahun lamanya?" pikir Ming Ming.
Selagi Ming Ming sibuk memikirkan orang itu. Ia dikejutkan dengan desiran halus dari arah pria itu ke arahnya. Iapun melompat dengan indah sekali sehingga ia berhasil menghindari hawa sakti yang dilontarkan oleh pria itu ke arahnya.
Brrrr!
__ADS_1
"Hebat juga ilmu ginkang mu,bocah.Bolehkah aku tahu siapa kau sebenarnya? " tanya pemuda remaja tanggung itu.Suaranya merdu bukan main sampai kedua telinga Ming Ming terasa sejuk dan nyaman mendengar suara itu.
"Kau sendiri siapakah...? Kenapa kamu serang aku? " tanya balik Ming Ming dengan senyuman di bibir manisnya di atas pepohonan yang daun melambai-lambai ke depan rambut panjang dan indah pemuda remaja tanggung itu.
"Aku He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti dan aku menyerangmu karena kamu mengintai aku secara diam-diam. " jawab pemuda remaja tanggung itu dengan suaranya yang berkarakter kuat.
"Oh, kau marga He, darimana asalmu dan aku beritahu kau bahwa aku tidak sengaja melewati hutan ini dan melihatmu di sini. " jawab Ming Ming jujur.
"Aku berasal dari Pulau Abadi di kepulauan paling utara daratan besar. Oh, baiklah. Namamu siapa dan kenapa wajahmu mirip denganku? " He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti itu menanyakan Ming Ming.
"Aku Yue Ming. Entahlah yang jelas Aku bukan saudara mu. " jawab Ming Ming tak mau orang lain tahu bahwa dia seorang gadis remaja tanggung juga..
"Ya, tentu saja.Aku mempunyai saudari kembar bukan saudara kembar. Ah, mungkin dunia yang hebat ini mengirimkan kamu kepadaku untuk Aku bisa mempunyai sahabat sejati yang amat baik seperti mu. " kata He Shu Huan ramah dan santun kepada Ming Ming.
Ming Ming mengira kalau He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti membiarkannya melewati hutan itu namun ternyata He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti menghadangnya dengan menggerakkan pepohonan melayang ke arahnya seperti tertiup angin kencang saja.
Wushhh!
Brrrr!
Plakkk!
Bruakkk!
__ADS_1
Ming Ming melayang dengan mengerahkan ilmu tapak gurun Gobi yang membuat pepohonan itu berdiri tegak kembali di posisi semula hingga ia membuat kagum He Shu Huan Sang Pendekar Serigala Emas Sakti dengan ilmunya itu.
"Wah... Kau mengagumkan sekali Yue Ming. Aku ingin menjalin persahabatan dengamu tetapi kau malah kabur dari ku. " kata He Shu Huan nada ramah mengulurkan tangannya untuk menjabat tangannya.
"Aku mau menjadi sahabatmu namun Aku ada urusan penting yang harus aku selesaikan untuk guru ku tak menghukum Aku. " kata Ming Ming yang menerima jabat tangan He Shu Huan yang tersenyum ramah kepalanya.
"Gurumu itu Tuan Zhao bukan? Kepala pejabat negara Kekaisaran Liao? " tanya He Shu Huan di depannya sambil memberikan saputangan sutra warna kuning kepada Ming Ming.
"Iya.Kau tahu darimana? " tanya balik Ming Ming menerima saputangan sutra warna kuning dari He Shu Huan untuk membersihkan tangannya dari debu.
"Dari pengamatan ku.Ah, kau lugu sekali sampai Aku tidak tega untuk memberitahu kamu tentang gurumu yang ingin mengirim kamu ke tempat liar dan berbahaya bagi mu untuk kepentingan pribadi dari Kaisar Liao yang busuk hati itu.. " jawab He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti dengan sikap menyakinkan sekali kepada Ming Ming.
"Kau bilang apa? Guruku itu ingin membunuhku secara diam-diam dengan mengirim Aku ke desa pedalaman suku Khitan? " tanya Ming Ming tak percaya bahwa gurunya juga sama jahatnya dengan guru di sekte Gobi dan Pangeran muda Sheng Ki.
"Aku bilang gurumu busuk hati, ya. Dia curigai kau sebagai mata -mata Panglima Tertinggi Liao Dan karena kamu memiliki kecerdasan diluar kemampuannya sendiri." jawab He Shu Huan di depannya sambil menaruh telunjuk di mulutnya untuk diam.
Lalu He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti mengajaknya ke arah timur dari hutan pintu keluar dari wilayah Kekaisaran Liao. Disana, Ia bisa melihat gurunya sedang menghadapi Xiao Dao putri kecil gurunya dan seorang pria lain di hadapan gurunya.
"Kau bersembunyi dibalik semak belukar ini, dan perhatikan perkataan mereka dengan jelas untuk aku tidak menipumu. " Kata He Shu Huan di sisi kanannya sambil menyuruhnya tak bicara.
Mereka berdua mengamati ketiga orang yang berkumpul di hutan yang daunnya miring semua dan berbicara secara rahasia sekali tentangnya dan benda yang harus ditemukannya di misinya di desa pedalaman suku Khitan.
"Aku sudah menyuruh muridku yang bernama Yue Ming untuk menjalankan tugas penting yang telah Anda berikan kepadaku, Yang Mulia. " kata Tuan Zhao membungkukkan badannya kepada pria yang memakai tudung hitam dan bertangan rajah elang hitam.
__ADS_1
Bersambung!!